Image

 

 

EOMMA, PLEASE COMEBACK WITH US……

 

 

Author                         : Lala Cho GaemGyu

Twitter             : @LalaShofwa

Google+          :  Lala Shofwa

Cast                 : Cho Kyuhyun, Seo Joo hyun etc.

Genre              : sad, family etc.

Leght               : Part (1/?)

Rating              : 15 th keatas ↑

 

 

 

 

 

Story Begin. . . .

 

→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→→

 

-Author POV-

 

Ditengah musim semi ini, bunga-bunga bermekaran dengan indah di tengah taman kota, banyak sekali orang² berlalu lalang menikmati keindahan bunga di taman tersebut, tak terkecuali seorang yeoja yang baru beberapa hari ini menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, setelah 4 tahun pergi keluar negeri untuk menepati janjinya. Ya. . . Yeoja tersebut bernama seohyun.

Ketika ia sedang menikmati musim semi yang selama 4 tahun ini tidak pernah ia rasakan, tiba² handphonenya berdering, ia pun mengambil handphonenya dan kemudian mengangkatnya.

 

‘Yeboseo. . ‘ ucapnya

 

. . . . . . .

 

‘Jinja? Eoh gamsahamnida’ ucapnya dengan wajah sumringah.

 

. . . . . . .

 

‘ne. . , cheonma’ ucapnya sambil mematikan sambungan telephone.

 

‘Oh tuhan, gamsahamnida, akhirnya aku mendapatkan pekerjaan’ ucapnya dalam hati dengan perasaan bahagia.

 

Ya, karena bagaimanapun ia seseorang yang membutuhkan pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan sehari²nya, apalagi ia tinggal di kota besar seperti Seoul tanpa sanak saudara dan orang tua, karena memang kedua orang tuanya sudah meninggal waktu ia berumur 17 tahun. Dan kini ia harus bisa bertahan hidup sendirian mengarungi kerasnya kehidupan seorang diri.

 

-Author POV End-

 

06.00 KST

 

-Seohyun POV-

 

‘eunggh. . ‘ lengguhku sembari bangun dari tidurku sambil merenggangkan otot tanganku.

 

‘sudah pagi saatnya aku bersiap² untuk bekerja, seohyun hwaiting ! ‘ ucapku menyengati diri.

 

Akupun bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu berdandan secukupnya dan langsung menuju ke dapur mengambil sepotong roti sebagai sarapanku. Kemudian akupun berjalan menuju halte bus terdekat untuk menuju sebuah sekolah Taman Kanak-kanak, ya. . . Aku di terima sebagai guru di sebuah Taman Kanak-kanak kemarin.

Kulangkahkan kaki ku menuju ruangan kepala sekolah, setelah sampai aku pun di persilahkan masuk ke dalam ruangan yang sangat rapi tersebut.

Kemudian aku mendudukkan diri di atas kursi, akupun memperkenalkan diri kepada kepala TK tersebut.

 

‘Anyeong haseo, joneun Seo joo hyun imnida, saya guru baru yang kemarin anda terima bekerja’. Ucapku memperkenalkan diri.

 

‘Oh ne. . , saya Taeyon kepala TK , oh ya, anda hari ini akan mulai mengajar di kelas bunga matahari, semoga anda betah mengajar di TK ini ‘ ucap kepala TK yang tak kalah ramah.

 

‘Ne. . , gamsahamnida, kalau begitu saya mohon ijin untuk mengajar ‘ ucap ku seraya berjalan keluar ruangan tersebut.

Belum sempat kaki ku melangkah mendekati pintu kepala TK tersebut memanggilku. Akupun membalikkan tubuhku kembali.

 

’emm. . . Seo songsaengnim, ada satu hal yang anda perlu ketahui, ada anak yang perlu anda perhatikan namanya Cho Jonghyun, dia anak yang pintar tapi tertutup, cobalah anda dekati dia, karena dia kesulitan bersosialisasi dengan temannya .’ jelas kepala sekolah.

 

‘oh. . .ne. . . , saya akan mencobanya.’ kata ku seraya pergi menuju kelas yang akan ku ajar.

 

            Sesampainya di kelas terlihat suasana kelas yang ramai banyak anak-anak yang bermain dan berlari-larian, tapi ada yang menarik pandanganku, terlihat seorang anak yang hanya duduk berdiam diri di bangku paling belakang.

Pikiranku pun langsung beransumsi bahwa anak tersebut adalah Cho Jong hyun, anak yang di ceritakan Kepala TK tadi. Aku pun bergegas menuju depan kelas untuk menenangkan suasana kelas yang bisa di bilang kacau. Dan memulai memperkenalkan diri di depan  anak-anak didik ku.

 

‘Selamat Pagi anak-anak. . ‘ ucapku untuk memperoleh fokus anak-anak peserta didik ku.dan tak lama kemudian anak-anak didik ku pun mulai duduk rapi di meja & bangkau masing².

 

‘Perkenalkan saya songsaengnim baru kalian, nama saya Seo Joo Hyun, kalian bisa memanggil saya Seo Seöngsaengnim ‘ ucap ku memperkenalkan diri.

Tanpa basa-basi akupun memulai pelajaran di hari pertama aku mengajar.

 

‘anak-anak hari ini kita akan belajar menggambar, sekarang keluarkan buku gambar beserta crayon kalian . . .’ perintahku kepada anak-anak didik ku.

Ku liat semuanya mematuhi perintahku. Dan tak lama kemudian mereka pun menggambar, aku pun berjalan menyusuri bangku² anak didikku satu persatu untuk memeriksa pekerjaan mereka dan sesekali membantu mereka yang kesusahan. Langkahku pun terhenti, tepatnya di bangku belakang yang terdapat seorang anak namja yang tengah serius menggambar, aku pun mendekatinya.

 

‘wah . . . Kamu sedang menggambar apa chagiya?’ ucapku sambil mengamati hasil gambarannya.

Tak ada respon darinya, dia terus saja menggambar, akupun terus mencoba untuk mengajaknya berkomunikasi.

 

’emm. . . Sepertinya kamu menggambar appa & eomma mu ne? ‘ tanyaku sembari memperhatikan gambarannya.

 

‘ne ‘ jawabnya singkat.

Akupun terlonjak kaget, akhirnya ia mau merespon pertanyaanku.

 

‘wah appa & eommamu pasti bangga, karena memiliki anak yang begitu sayang pada orang tuanya’

 

Dia pun hanya menganggukkan kepalanya.

 

‘keundae saem, aku tak memiliki ibu. . . . ‘ ucapnya polos dengan tetap terus menggambar.

 

‘mwo. . ?’  kataku kaget, kuperhatikan wajah anak didik ku yang polos dengan pipi yang chubby, mata yang teduh, dan hidung yang mancung.

 

‘Kenapa aku merasa seperti kenal dengan anak ini, aku seperti pernah melihatnya sebelumnya, oh tuhan janganlah kau munculkan perasaan ini lagi, aku sudah tidak tahan lagi menahannya. Ku yakin dia pasti bahagia bersama mereka’ ucap ku dalam hati sedih.

 

‘Ah. . . .kalau begitu teruskan ne. . ‘ kataku sambil mengelus kepala jong hyun.

Akupun bergegas menuju kedepan kelas.

 

‘anak-anak. . . . Apakah kalian sudah selesai menggambarnya?’ ucapku lantang.

 

‘ne. . . Songsaengnim. . ‘ ucap mereka berbarengan.

 

‘gurae, sekarang kalian maju kedepan kelas satu persatu & menceritakan apa yang kalian gambar. . .

Kalian siap ? ‘ tanya ku pada murid-muridku.

 

‘ne. . . Songsaengnim. . ‘ ucap mereka serempak.

 

Mereka pun maju satu persatu, sambil menceritakan apa yang mereka gambar, ada yang menggambar burung, pemandangan alam, pesawat, boneka dll. Tak jarang Gelak tawa pun menghiasi suasana kelas karena kepolosan salah satu teman mereka. Sampailah sekarang gìliran terakhir yaitu jong hyun. Tapi sedari tadi ia tidak bergeming dengan panggilanku , ia hanya duduk diam sambil memegang erat hasil gambarannya. Akupun menghampirinya.

 

‘Chagia, kenapa tidak maju?sekarang giliranmu maju. . ‘ ucap ku pelan sambil jongkok untuk menyetarakan tinggi tempat duduknya.

Tapi dia hanya menggelengkan kepalanya.

 

‘wae chagia? Apa kamu malu? Gwechana, saem liat gambarmu bagus sekali. . . .’ ucapku padanya sambil menggandeng tanggannya & mengajaknya maju kedepan kelas.

Aku pun duduk di kursi guru yang terletak di di depan kelas.

Kulihat dia mulai membuka buku gambarnya & mulai menunjukkannya kepada teman sekelasnya.

Dia pun mulai bercerita.

 

‘A. . .nyeong haseo, jo. . .neun Cho jong hyun imnida, saya akan menceritakan hasil gambar ku. . . , i. . .ni gambar appa & eommaku’ ucapnya sambil menujukkan gambarnya.

 

‘dan gambar yang ditengah ini adalah aku. . . , aku harap aku bisa bertemu eomma & menunjukkan gambar ini. . ‘ lanjutnya, yang sukses membuat air mata ku menetes karena saking terharunya. & aku pun lekas-lekas menyeka air mata ku agar anak didikku tidak melihatnya.

Jujur saja anak itu ( Cho jong hyun) mengingatkanku pada anak kandungku, yang sejak lahir aku tinggalkan bersama appanya.kejam. . . , memang, tapi aku memiliki alasan untuk meninggalkan mereka.

 

‘gurae. . , sekarang berikan tepuk tangan pada jong hyun ‘ perintah ku pada anak-anak & merekapun memberikan tepuk tangan yang meriah.

 

Teettt. . . .  (?)

Bunyi belpun berbunyi menandakan kelas berakhir.

 

‘anak-anak sekarang kalian kemasi alat tulis kalian, dan untuk jong hyun silahkan duduk kembali. . ‘ suruhku.

 

‘ sampai jumpa kembali pada pertemuan besok. . ‘ pamit ku.

Langsung saja anak-anak berbaris untuk keluar dari ruangan kelas . Akupun mengemasi barang-barang ku dan menuju ke kantor sebentar. Ketika ku langkahkan kaki menuju gerbang sekolah ku lihat seorang anak masih menunggu jemputannya padahal ini sudah 1 jam yang lalu kelas terakhir berakhir, ku dekati anak ter sebut yang berdiri di depan gerbang sekolah. Ku pegang pundaknya , diapun menoleh , ternyata dia adalah jong hyun. akupun mensejajarkan diri dengannya.

 

’emmm. . , bolehkah saem ikut menunggu ?’ tanya ku padanya.

 

‘ne. . . Tentu saja saem’ jawabnya, wajahnya masih fokus menghadap jalanan.

 

’emmm. . . . , jong hyun apakah kamu tidak capek menunggu jemputanmu sayang? Ini sudah 1 jam lebih kamu menunggu. . ‘ ucapku sambil memandangi wajahnya yang polos tersebut.

 

‘aniya . . , saem , aku sudah biasa menunggu lama ‘ ucapnya tanpa menoleh.

 

‘aish. . . Anak ini sifatnya dingin sekali seperti . . . Seperti. . . . Ah sudahlah aku tidak ingin membahasnya’. Batin ku.Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti di depan kami.

 

‘saem. . , saya pamit dulu ne . . ,gamsahamnida telah menemani ku’. ucapnya sambil membungkukkan badan & langsung pergi menuju mobil jemputannya.

 

‘aigo. . . ,anak itu, meskipun dingin tapi sopan terhadap orang, orang tuanya pasti sangat beruntung memiliki anak seperti dia.’ gumamku.

Akupun pergi menuju halte bus terdekat.

Sesampainya di apartemen akupun membersihkan diri lalu menyiapkan makan siang untuk diriku sendiri.

Setelah itu ku putuskan untuk pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan dll.

 

-Seohyun POV End-

 

  -19.00 KST-

 

-Kyuhyun POV-

 

‘Aìgo. . . . , sudah jam berapa ini ? Aishh. . . Aku pulang telat lagi, pasti jongie marah lagi. . . Aish jinja. . . ! ‘ ucapku frustasi tatkala melihat jam sudah menunjukkan angka 7 malam. Akupun bergegas membereskan pekerjaanku & setelah itu akupun keluar dari gedung Cho Corp. Menuju kediamanku yang aku tempati bersama putra semata wayangku Cho jong hyun. Kalau kalian bertanya dimana istriku ? Aku akan menjawab tidak ada. . . .

Wae? Memang beberapa tahun yang lalu aku memiliki 2 orang istri. Kalian pasti kaget karena seorang pewaris Cho corp. Perusahaan terbesar se asia timur Memiliki 2 orang istri . Ya memang itulah aku. Dan jika ingin tau alasan mengapa aku memiliki 2 orang istri aku tak ingin membahasnya, karena akan membuka luka lamaku. Biarlah hanya aku & tuhan yang tahu.

 Sesampainya dirumah akupun segera mencari putra kesayanganku. Ku edarkan pandanganku ke segala penjuru sudut ruangan kamarnya tapi hasilnya nihil. Akhirnya kuputuskan untuk mencarinya di kolam belakang, biasanya kalau suasana hatinya sedang tidak enak dia selalu mencari sumber air, dia memang seperti eommanya. . .

Dan benar saja, sekarang ia tengah duduk termenung sendirian dengan kaki yang menggantung di air dan sesekali tangannya pun ia ceburkan kedalam air.

 

‘Jongie. . . ‘ panggilku padanya.

Ia pun hanya menoleh sebentar dan langsung mengacuhkan ku. Akupun langsung tahu kalau ia sedang marah padaku.

Kudekati dirinya dan ikut menceburkan kakiku ke dalam air seperti halnya jongie.

 

‘hey. . . .jagoan appa ! Wae mukamu cemberut terus sih? ‘ tanyaku mencoba mencairkan suasana yang kaku.

 

‘gwechanna. . . ‘ jawabnya singkat dengan kaki yang bermain-main di air.

 

‘gotjimal. . ! Anak appa tidak bisa bohong. . . . , kalau jongie bohong nanti hidungnya mirip pinokio, jongie mau seperti pinokio?’ candaku pada anakku yang memang sulit sekali terhadap terbuka orang di sekitarnya tak terkecuali diriku. Mungkin dia perlu sosok seorang ibu.tapi aku bisa apa? Sudah 4 tahun aku mencoba mencarinya bahkan seluruh korea & negara terdekat sudah ku selidiki tapi hasilnya nihil.

Ah sudahlah. . . .dari pada membuat suasana hatiku kembali sedih.

 

‘andwe. . . jongie tidak mau seperti pinokio. . . ! Gurae jongie akan memberitahu appa, keundae. . . Appa harus janji, besok jongie harus di belikan PSP baru lagi ne ? Yakso?.’ dia pu menunjukkan jari kelingking. Akupun langsung mengeratkan jari kelingkingku pada jari mungilnya.

 

‘yakso. . . Appa janji ! Keundae, PSP mu kemana jongie? Perasaan baru kemarin appa membelikanmu PSP baru?’ tanyaku penasaran.

 

’emm. . . .appa janji tidak akan marah kalau aku memberi tahu? ‘ ucapnya sedikit takut.

 

‘ne. . .appa janji tidak akan marah.’ ucapku tanpa ada rasa curiga sedikitpun.

 

‘ige. . . . ‘ tunjuknya ke arah kolam.

 

‘mwo? Eoddi jongie?’ Tanyaku  dengan mata terfokus pada jarinya.

 

‘ige. . . Appa. . . Yang ada di dalam kolam’ tunjuknya memperjelas.

 

‘omo. . . . Jongie. . . . Ige mwoya? Aigo . . .anak appa harus dihukum rupanya. . . ‘ ucapku sambil menunjukkan smirk evil andalanku. Akupun langsung menggelitiki tubuh anak ku. Ia pun meronta-ronta & berteriak agar aku berhenti.

 

‘appa. . . Hahaha. . . Geumanhae. . . .jongie minta maaf. . . Ahaha. . ‘ katanya dengan terus tertawa kegelian.

  Akupun langsung berhenti menggelitiki tubuh anakku tersebut.

 

‘sekarang jongie cerita sama appa, emm. . . .sebenarnya jongìe kangen sama eomma. . . . , jongie ingin bertemu eomma. . .  ‘ ucapnya polos dengan wajah menunduk memandang air, untuk menutupi kesedihannya.

 

Kupeluk erat tubuh kecil anakku mencoba untuk menenangkannya.

 

‘jongie. . . Appa kan sudah pernah bilang jongie tidak boleh bersedih karena eomma, jongie harus percaya suatu hari nanti eomma pasti pulang dan berkumpul kembali bersama kita sayang. . . ‘ ucapku masih memeluk tubuh anakku yang ku rasa sedari tadi menangis karena ibunya.

 

‘maafkan appa jongie. . . Ini semua karena appa. . , sehingga kamu berpisah dengan eomma mu. . . ‘ ucapku dalam hati.

 

‘jongie sekarang kita masuk kerumah ne. . , udara malam sangat dingin dan tidak baik untuk kesehatan. . ‘ ucapku sambil menggiringnya masuk ke dalam rumah. Setelah itu akupun menyuruhnya untuk tidur di kamarnya. Saat aku pergi meninggalkannya untuk tidur, tiba-tiba jongie memanggilku.

 

‘appa. . . ‘ panggilnya, sontak ku balikkan tubuhku untuk menghampirinya.

 

‘ne. . .  jongie, wae? ‘

 

‘Emm. . . . Appa. . . besok sibuk tidak?’ ucapnya sedikit ragu sambil membenahi posisi selimutnya.

 

’emm. . . . Mianhae jongie besok appa ada rapat dengan klien dari hongkong. . . , memangnya ada apa chagi? ‘ tanyaku. seperti ada sesuatu hal yang di sembunyikannya.

 

‘Emm. . . Gwechana. . . Tidak ada yang penting. Kalau begitu selamat malam appa. . . ! ‘ ucapnya langsung memejamkan matanya.

Akupun mencium keningnya dan langsung keluar daRi kamarnya hati-hati.

 

-Kyuhyun POV End-

 

-Pukul 08.00 KST-

 

-Author POV-

 

Suasana di salah satu taman kanak-kanak berbeda tidak seperti biasanya hari ini tidak terlihat suasana belajar . Melainkan terlihat barisan anak-anak yang berjajar rapi dengan mengenakan baju olah raga berwarna orange di lapangan sekolah.

Dan di depan mereka berdiri seorang instruktur yang akan memandu mereka untuk darma wisata ke kebun buah di daerah cheonan.

Hari ini mereka akan berwisata untuk mengenalkan aneka buah-buahan. Tak lama kemudian bus yang akan mereka tumpangi pun tiba mereka satu persatu menaiki bus tersebut bersama dengan orang tua mereka masing².

Terlihat seorang anak namja yang sendirian tanpa ditemani oleh orang tuanya sedang mencari bangku kosong. Melihat hal tersebut seohyun pun menghampiri bocah tersebut.

 

‘jong hyun, orang tuamu eoddiga ?’ seohyun menaanyai muridnya tersebut.

 

‘mollaseo. . . , appa sibuk bekerja. . . Saem.’ ucapnya sedih.

 

‘ehemm. . . Kalau begitu kamu duduk dengan saem ne? ‘ tawarnya karena merasa iba pada anak tersebut.

 

‘ne. . . Gamsahamnida saem’. Ucapnya dengan wajah berseri-seri .

Merekapun duduk berdampingan seperti seorang ibu & anak.

 

-Author POV End-

 

-Seohyun POV-

 

Aku merasa kasihan kepada jonghyun, kenapa anak seusianya tidak mendapatkan perhatian orang tuanya, padahal anak-anak seusia jong hyun harusnya mendapatkan perhatian yang lebih. Dan kalau ku ingat² jonghyun pernah bilang ia tidak memiliki ibu. Kulihat dia memandangi pemandangan di luar jendela. Aku pun tersenyum melihat tingkahnya. Aku jadi teringat anak ku, ya mungkin sekarang pasti dia sebesar jong hyun ,karena memang usia mereka sama-sama 4 tahun. Oh tuhan, aku ingin bertemu dengannya. Kuputuskan untuk mengajak jonghyun bicara.

 

‘ehem. . . . Jong hyun pemandangannya indah ne. . . ‘ ucapku mencairkan suasana yang kaku.

 

‘ne . . . , saem. . . Aku jadi ingin pergi piknik kemari bersama appa. . . ‘ ucapnya dengan masih memandang keluar jendela.

 

Kurasakan perutku mulai keroncongan minta untuk di isi, ku putuskan untuk membuka bekal yang telah ku persiapkan tadi pagi. Ada beberapa potong roti, sushi, kimchi dll.ku ambil beberapa potöng roti dan memakannya. Jöng hyun yang tadinya melihat pemandangan di luar, tiba-tiba menolehkan kepalanya kepadaku. kulihat dia merasa lapar jadi kuputuskan untuk menawarinya.

 

‘Jong. . . . , kamu mau sayang. . . . ?’ tawarku sambil menjulurkan kotak bekalku.

Diapun menganggukkan kepalanya. Diapun mengambil roti yang ada di kotak bekalku.

 

‘saem. . . . ,’ panggilnya

 

‘ne . . . . Wae chagi?’ tanyaku .

 

‘bolehkah aku minta bulgogi itu saem? Mianhae saem aku merepotkan . . . ‘ ucapnya dengan wajah tertunduk.

 

‘gwechana, jong hyun tidak merepotkan saem sama sekali kok. Malahan saem senang jong hyun mau berbicara & berbagi dengan saem. . . ‘ ucapku sembari mengelus kepalanya.

 

‘gamsahamnida saem . . .’

 

Kulihat dia memakan bulgogi dengan lahap akupun senang melihatnya. Andaikan anakku seperti dia. . . .

 

‘mmm. . . Mashita. . . ‘ ucapnya sambil menìkmati bulgogi buatanku.

 

‘hahaha. . . . Apakah kamu tidak pernah dibuatkan eommamu bulgogi sebelumnya? ‘ tanyaku tanpa sengaja.

Kulihat ia mulai berhenti memakan makanannya dan menundukkan wajahnya.

 

‘jonghyun. . . , gwechana? Mianhae jika perkataan saem ada yang menyinggung peRasaanmu. . . ‘

Kutatap wajahnya yang masih menunduk dengan perasaan bersalah. Ku dongakkan kepalanya dan memegang ke dua pipi chubby nya, terlihat kedua pipinya basah karena air mata.

 

‘mianhae jeongmal mianhae jong. . . , ‘ ucapku seraya memeluk erat tubuhnya ada perasaan tenang dalam diriku. Akupun seolah tersihir oleh perasaan ini. . . , inikah rasanya seorang ibu yang memeluk anaknya? Ya tuhan. . , aku ingin seperti mereka yang bisa memeluk anaknya setiap hari, tak terasa air mata ku jatuh di kedua pipiku.

 

‘hikz . . . Hikz . . . Hikz. . . ,’ tangisnyapun pecah.

Ku eratkan pelukanku padanya.

 

‘saem. . . , aku ingin bertemu eomma. . . ,aku kangen sama eomma. .. . Hikz. . ‘ ucapnya parau dengan tangis yang cukup kencang.

 

‘ne. . , chagiya. . , kamu pasti akan bertemu eomma mu. . . , ‘ ucapku mecoba menghiburnya.

 

‘jong hyun jangan nangis ne? Eomma jong hyun pasti tidak suka melihat anaknya menangis .’ lanjutku menenangkannya. Ku usap air matanya yang menetes dengan penuh kasih saying, ku rasakan ada sesuatu yang berdesir di ulu hatiku, serasa tidak rela membiarkan air mata anak ini menetes kembali.ku usap wajahnya yang sedari tadi menangis dengan tanganku yang lain memeluknya.

 

`Saem….. gamsahamnida….. aku ingin sekali nantinya eommaku seperti saem……` ucapnya polos, aku hanya bisa tersenyum mendengarnya. Andaikan saja aku tidak meninggalkan anakku pasti aku bisa memelukknya, mendengarkan ocehannya setiap hari, ahh…… itu hanya mimpi bagiku…. Mungkin sekarang dia lebih bahagia bersama appanya dan eommanya, meskipun bukan eomma kandungnya tapi aku yakin mereka sekarang berbahagia, meskipun aku yang mersa tersakiti, itu lebih baik dari pada aku menjadi orang kedua dalam kehidupan mereka.

Aku lebih rela menjadi satu-satunya pihak yang terluka.

 

`mmmmm………saem…` pangilnya padaku… akupun menoleh padanya.

 

`ne………. chagiya? ` jawabku

 

`saem,,,,,,, boleh tidak aku mengganggap saem sebagai ibuku?` tanyanya polos.

Baru kali ini jonghyun mau terbuka dengan ku ia mau bercerita tentang masalahnya dan mengungkapkan perasaannya. Akupun semakin terharu mendengar ucapannya barusan. Akupun lansung mengganggukkan kepalaku tanda setuju.

 

`gamsahamnida saem……` ucapnya dengan wajah yang sudah terlihat sedih.

Ada kelegaaan tersendiri di hatiku yang tak pernah ku rasaakan sebelumnya.

 

            Tak tersasa kami telah tiba di tempat tujuan yaitu di daerah Cheonan, akupun menggandeng tangan jong hyun erat, agar tidak tertinggal, karena memang dia tidak di temani wali yang seharusnya mendampinginya jadi aku yang harus bertanggung jawab atas dirinya. Tujuan di adakannya ini adalah tour yang diadakan untuk menggakrabkan anak dengan orang tua serta mengenalkan anak pada aneka macam buah serta lingkungannya.

            Rombongan kamipun tiba di kebun apel banyak sekali apel segar yang menempel pada dahan pohon, sepertinya anak-anak didikku senang sekali memetiknya. Terlihat mereka di gendong orang tuannya untuk mencapai buah yang menggantung cukup tinggi, mereka tersenyum bahagia ketika dapat memetiknya dan membuat orang tua mereka merasa bahagia melihatnya. Ku tolehkan pandanganku pada bocah yang berada di sampingku , ku bungkukkan badanku sedikit untuk menyamai tinggi tubuhnya. Ia pun menoleh padaku.

 

`emmm,,,,,, jong hyun , kamu ingin tidak mengambil apel-apel itu? Nanti saem bantu….` ucapku menawarinya. Terlihat wajahnya mulai tersenyum bahagia.

 

`jinja saem? Jong hyun mau….` ucapnya sambil menarik tanganku kea rah salah satu pohon apel.

Ku gendong tubuh kecilnya tersebut agar memudahkan dia mengambil apel-apel segar tersebut. Tak terasa sudah banyak sekali apel yang kami petik.  Kamipun langsung menuju tempat penimbangan buah dan selanjutnya membayarnya.

            Selepas dari kebun apel rombongan kami juga mengunjungi kebun strawberry dan kebun persik,  dan yang terakhir kami mengunjungi tempat pembibitan sayuran, ku lihat banyak anak didikku yang sudah kelelahan karena perjalan yang jauh tadi dan memetik buah-buahan tadi. Rombongan kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan pulang menuju Seoul, jonghyun sedari tadi kuperhatikan wajahnya terlihat lelah , ku senderkan kepalanya pada bahuku agar ia nyaman menikmati tidurnya, kurasakan kantuk menyerang diriku ku pejamkan mataku untuk mengistirahatkan tubuhku yang sudah lelah seharian beraktifitas. Baru sejenak ku pejamkan mataku tiba-tiba seseorang memegang bahuku. Akupun tersentak bangun dari tidurku.

 

` Seo saem, kita sudah sampai….. kajja kita turun` ucap Jessica Songsaengnim yang merupakan salah satu teman seperjuanganku di TK tempatku mengajar.

 

`eoh…… ne…..` jawabku, langsung saja ku bangunkan jong hyun dengan hati-hati, setelah dia bangun akupun mengajaknya turun dari bus tersebut. Setelah itu akupun mengajaknya untuk kedepan pintu gerbang untuk menunggu jemputannya, karena sebagian besar para orang tua dan murid-murid sudh kembali kerumah masing-masing. Jong hyun tampak lelah sekali dan ingin membaringkan tubuhnya di kasur terlihat dari tadi dia terus menguap. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di hadapan kami akupun langsung nyuruhnya cepat masuk ke dalam mobil jemputannya. Setelah dia masuk kedalam mobil akupun melangkahkan kakiku untuk pulang.

 

-Seohyun POV End-

 

-Kyuhyun POV-

 

            Lagi-lagi aku harus pulang telat gara-gara berkas-berkas yang menunggu untuk ku tanda tangani, ku pandangi jam yang ada di tembok sudah menunjukkan pukul 21.00 KST. Akupun bergegas membereskan berkas-berkas tersebut dan langsung menuju parkiran mengambil mobil. Setelah sampai di parkiran aku pun langsung masuk kedalam mobil dan melajukannya dengan cepat agar sampai ke rumah. Tak lama kemudian aku pun sampai di rumah. Akupun langsung menuju kamar anakku, karena biasanya jam segini dia sudah tidur. Ku masuki kamarnya dengan langkah hati-hati supaya tidak mengganggu tidurnya.  Ku dekati ranjangnya terlihat ia sedang tertidur pulas sambil memeluk gulingnya, terlihat anaknya begitu menikmat tidur indahnya, dan sesekali ia mengigau, mengucapkan kata `Saem` dengan menyunggingkan senyumannya, ada rasa bahagia di hatiku melihat anakku yang bahagia. Ku ulurkan tanganku untuk membelai rambutnya dan tak lupa ku kecup keningnya , setelah itu akupun beranjak pergi meninggalkan anakku dan menuju kamarku untuk mengistirahatkan tubuhku yang lelah karena seharian beraktifitas.

 

—-SKIP———

 

            Pagi harinya, aku memutuskan untuk bersepeda di sekitar taman dekat rumah bersama jongie, sekalian mengajaknya bersenang-senang bersama karena memang beberapa hari ini aku tidak memiliki waktu bersama dengannya. Ku rasa hari ini hari yang tepat, karena hari ini hari minggu, ku kayuh sepedaku mengejar jongie yang ada di depanku, tadi kami sedang bertanding untuk mengadu kecepatan untuk sampai di taman dan pada akhirnya jongie yang menang, ahh…… hidupku terasa bahagia untuk saat ini, meski tidak ada pendamping hidup yang menemaniku tapi ada anak ku yang selalu menjadi penyemangat dan sumber kebahagiannnya meskipun pada awalnya kehadirannya sama sekali tidak aku inginkan karena ia terlahir dari wanita yang tidakku cintai tapi pada akhirnya aku sangat menyayanginya, bahkan aku rela mengorbankan nyawaku untuknya.

 

`yeyy…!!!! Aku menang…!! Appa payah…!!` ucapnya girang.

 

`ah….. appa kalah…..,` ucapku pura-pura menyerah.

 

`Appa…` panggilnya.

 

`ne…..,waeyo jong?` tanyaku sembari mendekatinya.

 

`aku merindukan halmoni….` jawabnya

 

`ne……nanti kita kerumah halmoni, tapi appa tidak bisa menemanimu disana, appa ada janji dengan hyukjae ahjussi.` ucapku sembari mengelus pucuk kepalanya.

`ne, arraseo..`

 

——————–

 

`jongie tidak boleh nakal ne? appa pergi dulu….okey!` pamitku setelah mengantarkannya kerumah eomma.

 

`ne, yaksokhae appa…..!`

 

`eomma, aku pergi dulu, tolong jaga jongie ne` pamitku pada eomma yang berada di belakang jonghyun

 

`ne, hati-hati di jalan…` ucap eomma

 

            Akupun masuk kedalam mobil dan melajukannya menuju tempat janjianku bersama hyuk jae hyung.

 

-Kyuhyun POV End-

 

TBC

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

22 thoughts on “

  1. huh awal yg buat aku kepo..
    sebenernya jong anaknya siapa? eommanya kemana? apa iya jong anaknya seo? tapi seo bilang dia juga ninggalin anaknya ama appanya apa itu jong?? aigooo
    trs masalalu kyu waktu punya 2 istri tuh gimana??
    lanjut bacaaa

  2. Kya’a jongie th ank kyuppa sma seomma y… Tpi k’npa m’reka bsa b’pisah? Dan lagi kyuppa pnya istri 2 pha mngkin slh 1’a seomma? Tpi yg 1’a lgi siapa n d mna? Q kasian bngt sma jongie’a… Penasaran….

  3. yuhuu… i’m back here. udah nebak sih kalo itu anak SeoKyu tapi penasaran siapa istri Kyu yg satunya? pasti SeoKyu korban perjodohan ya? kok ga suka si Kyunya? daan istri Kyu satunya siapa? wanita yg awalnya dicintai Kyu kenapa bisa cerai juga? aaah.. molla. ijin skip ne?

  4. Sebenarnya jong hyun itu anak uri seokyu yah ??? Terus knpa seonni ninggalin anaknya ?? Aigooo jadi penasaran sama part selanjutnya… Chingu izin baca yah ff kerennya 🙂

  5. salam kenal kak,
    izin baca karya kakak ya, boleh kan?
    Smoga bsa menghibur,
    dan memang menghibur..
    Aku ykin pasti jong hyun sbnarnya anak kandungnya seohyun

  6. Kayanya aku udh sempet baca cerita ini dehh,, tapi kapan yaa aku lupaa!! :(:(:(
    Yaudahlah aku baca lagi dari awal,, ahhh seo emang kayanya ibu kandung jonghyun tapi kenapa seo ninggalin anaknya? dan siapa istri kyu yg atu lagi??

  7. Kyu pasti selingkuh jdi pnya 2 istri.. mkanyq klo udah nkh jgn main slngkuh trus. Ksian kn anknya gak meraskan ksih syng ibu.. trut sdih sama jong. Orng tua yg egois km kyu..

  8. Gak bosen baca ff kerennya kkkkk, annyeong izin baca ffmu lagi yah, aku udah komentar dulu dengan id iraseokyu tapi id itu sebelum punya Wp, sekarang udah punya dengan id yang berbeda. Izin baca ulang pary selanjutnya yah, gomawo 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s