Forever Love

Forever Love

image

Author. : L~Cho
Cast. : Cho Kyuhyun >< Seo Joohyun
Genre. : Romance, sad
Leght. : One shoot

••••••••••••••••••••
“Uhukk..uhuukkk..” Seorang namja paruh baya yang yang terlihat berumur kisaran 50-an terlihat sedang terbatuk-batuk saat sedang menikmati sore hari yang tenang di teras rumahnya sambil menyesap kopi hitam hangat kesukaannya.

Kerutan sudah terlalu banyak menghiasi wajahnya ya masih terlihat tampan di ususianya sekarang ini,meski rambutnya sudah di penuhi rambut-rambut putih yang menghiasi kepalanya, namun hal tersebut tidak mengurangi kadar ketampanannya. Di usianya yang sudah mencapai setengah abad ini ia ingin menikmati masa pensiun di usia senja dengan tinggal bersama istri, anak, menantu serta cucunya di daerah pedesaan yang damai dan tenang jauh dari bisingnya perkotaan.

Lelaki tersebut bernama Cho Kyuhyun, mantan CEO Marc Corp salah perusahaan properti besar yang ada di korea, namun sekarang ia sudah mengundurkan diri dari perusahaan dan di gantikan oleh putra sulungnya, Cho Hyunjoo. Tiga puluh tahun lalu, Cho Kyuhyun menikah dengan gadis cantik bernama Seo joohyun, anak dari sahabat kental ayahnya sekaligus cinta pertama Dan terakhirnya. Dan mereka di karuniai tiga orang anak, dua namja dan satu yeoja.

sungguh kehidupan yang sangat bahagia bukan? Memiliki anak dan istri yang sangat menyayanginya terlebih lagi mereka tak pernah mengeluh karena kesibukannya dalam bekerja dahulu. Kyuhyun menyadari kehidupannya tak akan sempurna tanpa kehadiran sang istri, seohyun. Istrinyalah yang selama ini menjadi tempat berbagi suka maupun duka dalam mengarungi bahtera kehidupannya.

Ya, seohyun adalah pusat hidupnya. Kini dan nanti. Sampai maut memisahkan mereka.

Cho kyuhyun menikmati senja Kala itu sendirian, duduk di teras dengan kopi hitamnya. Tiba-tiba dari arah belakang seorang yeoja paruh baya duduk di samping mejanya.

Yeoja tersebut kelihatan masih tetap cantik di usianya yang sudah senja tersebut, badannya masih tetap langsing seperti saat masih muda tetapi kerutan di kulit tak bisa membohongi usianya. Yeoja tersebut adalah Seo Joohyun, istri dari lelaki yang bernama cho kyuhyun tadi.
Lelaki yang telah menemaninya selama setengah umur hidupnya tersebut dan sekaligus dicintainya.

Seohyun tidak menyesal menyerahkan lebih dari setengah umurnya mengabdi sebagai istri dari lelaki bernama cho kyuhyun yang terkenal angkuh dan dingin, nyatanya saat dirumah lelaki tersebut menjelma sebagai lelaki yang penyayang terhadap anak dan istrinya serta memberikan banyak kebahagiaan dalam hidupnya. Meskipun ia akui sering sekali mereka berdebat mengenai hal-hal sepele tetapi hal itulah yang membuat mereka semakin jatuh cinta.

Masih teringat di benak seohyun saat-saat mereka masih berpacaran hinggga sampai saat ini lelaki yang ada di sampingnya tidak berubah sama sekali dari sifat sampai tingkah lakunya. Ia masih sama seperti cho kyuhyun yang ia kenal dulu hanya yang membedakannya adalah kerutan dan uban yang sekarang menghiasi diri cho kyuhyun. Itulah yang membuat dirinya semakin mencintai suaminya setiap harinya.

Seohyun menaruh sebuah piring kecil dan segelas air putih di atas meja. Kemudian ia mengambi pil-pil yang ada di piring kecil tadi dan menyerahkannya pada suaminya. Seohyun akui semakin tua umur seseorang maka penyakit-penyakit akan berdatangan. Seperti kemarin ia mengeluh terkena sakit pinggang, dan minggu kemarin ia terkena fertigo sehingga memaksa dirinya untuk beristirahat selama seminggu. Sedangkan suaminya harus rutin mengkonsumsi obatnya sejak beberapa bulan lalu karena penyakit jantung yang ia derita.

Meskipun begitu mereka tetap menjalani hari mereka dengan suka cita tanpa ada beban di tengah kesunyian pedesaan dengan di temani suara jangkrik dan katak saat menjelang malam.

“yeobo, kau ingat tidak saat-saat kita muda dulu? Saat itu aku melupakan hari ulang tahunmu dan kau mendiamkanku seharian, hah.. kau tahu rasanya sungguh sakit dan menyesakkan saat tiba-tiba kau mendiamiku tanpa sebab.. aku sungguh tersiksa saat itu.. hufft… ” kyuhyun menghela nafasnya dan menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi.

“saat aku mengingat kalau pada hari itu ulang tahunmu, aku langsung bergegas pergi keluar rumah untuk membelikanmu sebuah hadiah, padahal saat itu sudah sangat malam dan salju turun lebat aku tak memperdulikannya. Pada akhirnya aku mendapatkan sebuah hadiah kecil untukmu, yaitu kalung yang kau pakai tersebut. Kau tahu perjuaganku mendapatkan kalung tersebut sangat susah, aku harus memaksa pemilik toko untuk membuka kiosnya meskipun kami sempat berdebat sengit, aku terus memohon dan akhirnya ia mau berbaik hati. Setelah itu aku mendapatkan sebuah kalung cantik berbandul batu rubi merah yang tengah kau pakai itu..” kyuhyun menunjuk kalung yang selalu di pakai istrinya tersebut dengan tersenyum menggoda. Seohyun membalas senyuman tersebut dengan malu-malu.

Meskipun mereka sudah berumur tetap saja kyuhyun masih senang dengan hobinya dulu yaitu menggoda istrinya.

“mau ku lanjut tidak ceritaku?” Tanya kyuhyun dengan tatapan menggoda.

“tidak kau lanjutkanpun aku sudah tahu kelanjutannya bagaimana oppa..!” jawab seohyun malu-malu.

“benarkah? Ya sudah tapi, apa kau yakin akan melewatkan satu fakta yang tak kau ketahui tentang kelanjutan cerita itu?”

“mwo? Kau ini bicara apa sih oppa?”

“kau melewatkan bagian dimana aku mendapatkan kalung itu kembali setelah kau buang ke tempat sampah sayang…”

“mwo? Bukankah dulu kau bilang kalau kau membelikan aku kalung yang sama persis itu lagi? Atau jangan-jangan kau…”

“ne, kau benar.. mau ku ceritakan kembali atau tidak?”

“ya tuhan, oppa aku tak menyangka kau..”

“mau ku lanjutkan atau tidak?”

“ne, tentu saja..”

Flashback

Setelah mendapatkan kalung itu kyuhyun bergegas pulang dan menemui istrinya, sesampainya di rumah ia menemukan istrinya yang tengah tertidur nyenyak sambil memeluk guling. Kyuhyun yang tak tega membangunkan istrinya langsung menyimpan hadiahnya di laci meja di samping ranjang mereka.

Kyuhyun juga menaruh mantelnya kembali ke gantungan. Salju yang turun tadi membuat tangan, kaki serta bibirnya membiru. Sedari tadi kyuhyun sudah bersin-bersin selepas pulang dari membeli kalung tadi. Kemudian ia memutuskan untuk berendam air hangat dan menyalakan penghangat ruangan untuk mestabilkan suhu tubuhnya yang mendingin.

Saat pagi menjelang, seohyun yang masih sebal dengan suaminya itu meninggalkan suaminya yang masih tertidur. Ia memutuskan untuk membuatkan sarapan untuk suaminya meskipun ia masih mogok bicara.

Kyuhyun yang baru terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi langsung bergegas untuk bangun, namun saat ia berusaha bangkit dirasanya kepalanya terasa berat dan pening serta suhu tubuhnya meningkat, sehingga memaksanya untuk kembali berbaring. Setelah dirasa agak membaik, kyuhyun mengganti pakaiannya dan berjalan menuju dapur untuk sarapan. Tak lupa ia mengambil kotak hadiah untuk istrinya yang di belinya semalam.

Saat ia berjalan menuruni tangga ia melihat istrinya tengah menata masakannya diatas meja dengan lihai. Iapun menyusul istrinya dan duduk dikursi makan.
Setelah selesai makan, Kyuhyun menyusul istrinya yang sedang membereskan piring-piring di meja.

“Sayang kau masih Marah eoh? Mianhae aku benar-benar lupa saat itu…” Ucap Kyuhyun dengan wajah melas. Seohyun tetap tak bergeming, ia pun masih tetap membereskan piring bekas makan mereka ke wastafel di dapur.

“Ayolah sayang, bicaralah..”

“Seohyunie, yeobo~ lihat aku !” Dengan malas seohyun memandang Kyuhyun dengan wajah kesal sambil bersedekap tangan.

“Apasih oppa ? Kau ini mengganggu saja…” Ucap seohyun kesal. Sebenarnya seohyun ingin meluapkan amarahnya karena suaminya lupa dengan hari ulang tahunnya. Tapi ia urungkan niatnya dan memilih untuk mendiamkan suaminya seharian ini.

“Mianhae yeobo~ , aku sungguh menyesal telah melupakan hari ulang tahunmu.. Sungguh aku tak berniat melupakannya, hanya saja proyek yang ku kerjakan beberapa minggu ini membuatku harus berkonsentrasi penuh samai-sampai aku melupakan hari special istriku sendiri..” Ucap kyuhyun dengan penuh penyesalan.

“Jadi.. Kau maukan memaafkanku?”

Seohyun terlihat tengah mengeluarkan nafasnya kasar, sebenarnya ia juga tidak tega mendiami suaminya dan bersikap jutek seperti ini. Karena ia tahu kalau sudah dua minggu ini suaminya pulang larut dan berangkat pagi-pagi sekali untuk mengerjakan proyek besar bersama kakak iparnya, suami cho ahra. Ia memaklumi jika suaminya bisa lupa dengan hari ulang tahunnya, tapi yang menjadikannya marah pada suaminya adalah karena sang suami mencuekinya selama dua minggu ini.

Kyuhyun tak pernah membalas sms bahkan telphonenya, ia juga tak pernah memakan sarapannya padahal seohyun membela-belakan bangun lebih pagi untuk membuatkan sarapan untuk sang suami. Tak hanya itu, hal-hal kecil yang biasa mereka lakukan seperti morning kiss, night kiss atau hal lainya tak pernah kyuhyun lakukan.

Itulah yang membuatnya jengah dan ingin membalas perbuatan sang suami selama dua minggu ini. Biarlah ia disebut istri durhaka karena mendiamkan suaminya. Tapi ia sakit hati karena di acuhkan oleh suaminya.

“Mmm~ “ucap seohyun malas.

“Kalau begitu balikkan badanmu..” Perintah Kyuhyun.

“Mwo?? Untuk apa?”

“Sudahlah jangan banyak tanya..” Ucap kyuhyun sembari menggiring badan seohyun untuk memunggunginya.

“Sekarang, tutup matamu ” seohyunpun menurut.

Saat ia menutup matanya dirasanya sebuah tangan menyingkirkan rambut panjangnya ke bahu kirinya, sebuah benda terasa melingkar di leher Putih jenjangnya.

“Cha… bukalah matamu.. Lihatlah bagus sekali bukan? Sangat cocok dengan kulit putihmu yeobo~” puji Kyuhyun sembari mengecup bahu putih milik istrinya.

Seohyun tersenyum samar-samar, di dalam hatinya ia bersorak gembira karena perbuatan suaminya tadi. Ia merasa tersanjung karena suaminya masih perhatian padanya. Tapi, ia harus tetap bersikap cuek, untuk membalas suaminya. Setidaknya sampai nanti malam, pikirnya.

“Sayang, kenapa diam saja? Katakanlah sesuatu ..” Bujuk kyuhyun, seohyun terlihat tengah menghela nafas beratnya.

“Terima kasih..”

“Mwo? Hanya terima kasih sajakah? Tak ada yang lain?”

“Hufft… Maumu apasih oppa?” Ucap seohyun kesal.

“Poppo~” ucap kyuhyun sambik memajukan bibirnya.

“Mwo? Andwe…!” Tolak seohyun.

“Ayolah yeobo~ kau tak kasihan pada suamimu yang tampan ini eoh?” Rajuk kyuhyun.

“Hemmm, baiklah..” Seohyun mengecup bibir kyuhyun Sekilas.

“Sudah, sekarang oppa pergi aku mau mencuci piring..” Ujar seohyun sambil mendorong tubuh kyuhyun menjauh dari area dapur.

Seohyun pun melanjutkan aktifitas mencucinya setelah kyuhyun pergi menjauh. Saat cucian piringnya telah selesai, ia beranjak menuju meja pantry. Ia melepas kalung yang diberikan suaminya dan ia pandangi kalung tersebut. Cantik, pikirnya. Tapi ia sudah terlalu kesal dengan suaminya itu. Dilemparkannya kalung itu ke tempat sampah yang ada dibawahnya tanpa ada rasa bersalah lalu melenggang pergi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya.

Malam hari udara terasa sangat menusuk hingga sum sum tulang. Bulitan es mulai berjatuhan tanda musim dingin telah pada puncaknya. Kyuhyun yang baru Pulang sehabis mengunjungi temannya, changmin yang tengah sakit terlihat mengeratkan mantel bulu hitam miliknya. Seppertinya musim dingin Kali ini menjadi musim dingin yang paling dingin dibanding dua tahun lalu.

Kyuhyun memarkirkan mobil audinya di garasi rumahnya, lalu bergegas masuk kedalam rumah mencari kehangatan. Rumahnya terlihat masih terang karena memang ini masih pukul tujuh malam, dan sepertinya seohyun, istrinya belum tidur.
Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu. Dilihatnya sang istri tengah menonton kartun favoritnya sambil memakan beberapa camilan di depannya.

Kyuhyun ingat betul kebiasaan istrinya satu itu, kalau istrinya Sudan menonton anime kesukaannya pastilah ia siap-siap untuk dicuekin. Kyuhyun berjalan mendekati istrinya dan mendudukkan pantatnnya disamping seohyun.

“Sayang.., seohyunnie..” Panggil Kyuhyun.

“Eoh, oppa sudah pulang? Kapan? aku kok tidak tahu ..”

“Kamu itu, suami sendiri pulang tidak disambut malah sibuk sendiri sama selingkuhan kodok hijau berlendir itu !” Protes Kyuhyun.

“Maaf oppa, aku tadi terlalu serius menonton keroroku~”

“Mmmm… Aku tahu..”

“Oh ya sayang, tolong buatkan kopi dong,,,!” Pinta Kyuhyun sembari menyampirkan jacketnya pada punggung sofa yang ia duduki.

“Ne..” Ucap seohyun sembari melenggos pergi.

Saat ia hendak berdiri Dari sofa, tiba-tiba tangan Kyuhyun mencekal pergelangan tangannya. Seohyun membalikkan tubuhnya dan memandang dengan wajah bingung pada suaminya.

“Apalagi oppa?”

“Mana kalungmu?” Tanya Kyuhyun to the point.

“Mmm itu.. Itu.. Aku taruh di laci meja rias, ya.. Aku taruh disana..” Jawab seohyun dengan gugup.

“Memangnya, kenapa oppa?” Seohyun bertanya balik untuk menyembunyikan kegugupannya.

“Ahh tidak, hanya saja aku penasaran kenapa kalung itu kamu lepaskan?”

“Ehmm itu.. Itu karena.. Emmm aku, aku takut menghilangkannya oppa..”

“Benarkah?” Ucap Kyuhyun sambil berdiri mendekat pada seohyun. Ia merasa ada yang disembunyikan istrinya.

“Nnee..”

“Kalau begitu bawa kemari kalungnya !”

“Mwo??”

“Kau tidak dengar? Aku menyuruhmu mengambil kalung itu !” Ucap Kyuhyun sakrasme.

“Tapi,,, kopinya?” Seohyun mencoba mengalihkan pembicaraan mengenai kalung itu.

“Lupakan kopinya sekarang ambil kalung itu !” Amarah Kyuhyun menguar, ia semakin yakin akan kecurigaannya.

“Aa..aku.., aku.. Telah membuangnya” lirih seohyun sangat pelan sekali, dengan wajah yang terlihat seperti bersalah.

“Mwo?? Kkau..membuangnya? ” Kyuhyun menepuk jidatnya frustasi.

“Ya tuhan Seo Joohyun kau..! Aish…!” Kyuhyun langsung meninggalkan seohyun dan pergi. Melihat itu seohyun buru-buru mengejar suaminya.

“Dimana ? Dimana kau membuangnya?!” Teriak Kyuhyun pada istrinya dengan wajah merah padam menahan emosinya untuk tidak berbuat kasar pada istrinya sambil membongkar semua tempat sampah yang ada di rumahnya.

“Kenapa oppa Marah hanya karena aku membuang kalung itu?” Tanya seohyun dengan wajah ketakutan. Karena baru kali ini suaminya semarah ini padanya.

“Marah kau bilang? Aku bukannya Marah, tapi kecewa kau tahu tidak ! Sikapmu yang seperti itu seperti tidak menghargai pemberian orang kau tahu itu tidak?” teriak kyuhyun meluapkan emosi yang sedari tadi ia tahan. Ia angat kecewa sekali dengan sikap istrinya yang tidak menghargai pemberiannya. Kalau ia tidak suka kalung itu bisakan dia mengatakannya bukan malah membuangnya. Kyuhyun terlanjur kecewa.

“Apa pentingnya sih kalung itu sehingga oppa marah seperti ini?” Ucap seohyun sambil menahan air matanya untuk keluar.

Kyuhyun menghentikan aksinya menggeledah tempat yang mungkin seohyun gunakan untuk membuang kalung itu. Kyuhyun berjalan mendekati seohyun.

“Apa pedulimu ! Cepat katakan dimana kau membuang kalung itu..” Ucap kyuhyun pelan namun sarat akan emosi dan intimidasi yang kuat.

“Percuma oppa mencarinya ! Aku sudah membuangnya ketempat sampah siang tadi ! Mungkin sekarang sudah berada di tempat pembuangan akhir…!” Ucap seohyun tersedu-sedu.

“Kkauuu…!”

Kyuhyun tercengang tak lama kemudian ia mengambil mantel hangatnya dan bergegas pergi keluar rumah sambil menyambar kunci mobilnya.

“Oppa.. Oppa mau kemana? Oppa ! ” teriak seohyun dari dalam rumah.

“Oppa ! Jangan pergi, di luar udaranya dingin ! Oppa ! Ada badai salju.. Ku mohon jangan keluar..”
Ucapan seohyun seperti tak digubris oleh kyuhyun, kyuhyun tetap melajukan mobilnya dan pergi melaju di jalanan malam kota seol yang dingin akibat badai salju yang baru saja turun. Terlihat jalanan yang sepi karena pasti orang-orang memilih berdiam diri didalam rumah dan menghangatkan diri.

Mobil kyuhyun melaju kencang di tengah jalanan seoul yang lenggang. Tak lama kemudian mobil tersebut berhenti disebuah tempat pembuangan sampah akhir.

Ia mengeratkan mantel bulu dan memasang kaos tangan serta topi dan masker wajah. Udara dingin yang menusuk tidak menyurutkan niatnya untuk terus mencari. Berjam-jam telah lewat, tubuhnya sudah merasakan dingin sejak tadi ia tetap memaksakan diri untuk terus mencari, tak peduli nantinya ia akan terserang hepotermia karena terlalu lama berada di tengah cuaca yang sangat ekstrim ini, sampai seseorang menepuk pundaknya.

Kyuhyun menoleh, dilihatnya seseorang berpakaian serba tertutup dengan mantel besar hitam yang menutup tubuhnya. Mungkin penjaga malam, pikir kyuhyun.

“Tuan, apa yang anda lakukan ? Cuaca sedang sangat buruk sebaiknya anda pulang!” Saran orang tersebut. Kyuhyun tidak memperdulikannya, ia terus mencari kalung itu di setiap onggokan sampah sebanyak itu.

“tuan, anda bisa mati..! Ayo kita pergi ! badainya sepertinya tidak akan reda dalam waktu dekat ” ujar lelaki itu, dan ditanggapi Kyuhyun dengan gelengan.

“Aigo, memangnya tuan mencari apa? Biar saya bantu..” Tawar lelaki tersebut.

“Saya mencari kalung !” Ucap kyuhyun sambil terus mencari.

“Kalung? Kalung apa?”

“Kalung berbandul batu rubi merah” jawab kyuhyun.

“Mwo? Apakah rumah anda di daerah gangnam-gu ?” Tanya orang tersebut.

“Ne.. Anda mengetahui sesuatu?”

“Ayo ikut saya..” Ajak orang tersebut dan tanpa babibu kyuhyun mengikuti lelaki tersebut.

Disisi lain seohyun terlihat gusar sedari tadi memikirkan suaminya yang tak kunjung pulang sedari tadi.

“Oppa.. Kau dimana?” Gumam seohyun sambil berjalan mindar-mandir tak jelas diruang tamu mereka.

Jam menunjukan pukul empat pagi, semalaman seohyun tidak tidur menunggui suaminya. Ia khawatir dengan kondisi suaminya, apalagi kemarin suaminya terlihat sedang demam dan ditambah cuaca semalam yang cukup ekstrim. Bisa saja suaminya terkena hipotermia karena dinginnya udara semalam.

Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Iapun bergegas menuju pintu utama rumah mereka.

“Oppa.” Teriak seohyun khawatir saat melihat tubuh limbung suaminya didepan pintu. Suaminya terlihat kedinginan apalagi wajah suaminya yang dihiasi es es yang membeku yang bersarang di alis matanya seta bibirnya yang membiru.

“Ya tuhan oppa…!” Seohyun berusaha membopong tubuh suaminya yang dirasanya berat karena ukuran tubuh Kyuhyun yang lumayan besar.

Seohyunpun membaringkan tubuh kyuhyun diatas ranjang mereka. Tak lupa ia menyalakan penghangat ruangan dengan temperatur tinggi serta membuka pakaian yang dipakai suaminya dan menggantinya dengan pakaian hangat yang baru.

Setelah itu ia bergegas kedapur dan mengambil air hangat dan membawa penghangat ruangan lagi untuk menghangatkan tubuh suaminya. Sesampainya dikamar, terlihat mata suaminya yang masih menutup dan tubuh yang terus menggigil tidak tenang.

Seohyun merasa yakin suaminya terserang hipotermia. Spontan Seohyun teringat sesuatu saat mengikuti pelatihan naik gunung sewaktu kuliah dulu. Ia pun bergegas membuka pakaian suaminya dan pakaian yang ia pakai. Iapun memeluk tubuh polos nan kekar suaminya.

Bukankah tubuh manusia yang saling menempel bisa menyalurkan kehangatan? Itulah yang ia pelajari dahulu tapi perlu diingat hal tersebut diperbolehkan jika mereka sudah sah, dan sepertinya tak ada larangan ia melakukannya dengan kyuhyun. Toh kyuhyun adalah suami sahnya.

Mula-mula seohyun mencium bibir biru milik kyuhyun, ia eratkan tubuhnya pada tubuh suaminya sambil mengalungkan tangannya pada leher sang suami. Dihisap dan dilumatnya bibir suaminya yang bergetar ditengah ketidak sadaran sang suami.

Seandainya kyuhyun dalam keadaan sadar, seohyun tidak akan berani berbuat liar seperti ini. Pergulatan panas tersebut berlangsung hampir dua jam sehingga menimbulkan titik-titik air yang keluar dari tubuh mereka masing-masing, kehangatan dan gairah yang mereka rasakan bercampur jadi satu. Sehingga pada pertengahan permainan mereka, kesadaran kyuhyun sudah kembali. Sehingga permainan yang awalnya didominasi seohyun kini menjadi kyuhyum yang memimpin. Dingin yang dirasakan kyuhyun kini berganti kehangatan, Kini bahkan pakaian yang tadinya menutup bagian bawah mereka sudah tergeletak tak berdaya dilantai bagai onggokan sampah yang dibuang dan berserakan.

Hampir empat jam mereka bergelut diatas kabut gairah, dan merakapun mengakhiri pergelutan mereka saat matahari sudah hampir berada dipuncaknya. Kyuhyun dan seohyun sama-sama lelah dengan aktifitas panas mereka barusan. Kini mereka meringkuk diranjang sambil berpelukan satu sama lain.

“Oppa, bagaimana keadaan oppa? Apa masih dingin?” Tanya seohyun yang tengah tidur dengan berbantal lengan kyuhyun.

“Tidak, sudah agak mendingan meskipun ,dinginnya masih terasa..”

“Maaf, maafkan tingkah bodohku oppa.. Aku menyesal.. Seharusnya..”

“Sudahlah, aku memaafkanmu…jangan salahkan dirimu sayang, aku juga salah karena mengabaikanmu.. Maaf, semalam aku juga terlalu emosi sehingga membentakmu… Maafkan aku sayang..” Ucap kyuhyun sambil mengecup puncak kepala seohyun.

“Oppa, sudahlah kita sama-sama salah dalam hal ini. Kita iinstropeksi diri sajalah… Dan untuk masalah ini kita selesa selesai..” Putus seohyun.

“Tidak, maslah ini tidak boleh selesai sampai disini..”

“Mwo?! Lalu maunya oppa apalagi? Aku tak mau kalau oppa sakit seperti semalam.. Sudah cukup oppa membuatku khawatir seperti semalam..” Ungkap seohyun sedih.

“Maksud oppa bukan itu, tapi ini soal..sebentar..” Kyuhyun melepas pelukannya pada seohyun dan berbalik membelakangi seohyun, kyuhyun terlihat meraih sebuah celana panjang yang tergeletak di lantai.

“Oppa, oppa sedang apa?” Ucap seohyun sembari memperbaiki letak selimutnya yang agak melorot kebawah untuk menutupi dada polosnya.

“Nah ini dia..”

“Apa itu oppa? Mwo??!” Seohyun terperangah kaget saat kyuhyun menunjukkan sebuah kalung rubi merah yang ia buang ketempat sampah waktu itu.

“Oppa.. Dari..dari mana oppa mendapatkannya? Jangan bilang semalam kau…”

“Tentu saja tidak, kau kira aku bodoh ! tentu saja aku membelinya ” kyuhyun membohongi istrinya.

“Oh… Aku kira oppa mencarinya… Kala begitu, sinikan kalumg itu.. Aku ingin memakainya selalu..!” Pinta seohyun, kyuhyunpun memasangkan kembali kalung itu pada leher jenjang istrinya.

“Makasih oppa, aku janji akan menjaga selalu kalung ini dan tak akan melepaskannya seperti aku menjaga hati ini untukmu” Janji seohyun.

“Terima kasih ya sayang, untuk selalu menjaga hatimu untukku aku akan melakukan hal sama sepertimu untuk terus menjaga hati ini untukmu sampai maut memisahkan kita… ” ucap kyuhyun sembari merangkul mesra istrinya.

Flashback End

“Jadi Kau membohongiku membohongiku eoh?”

“Maaf yeobo,aku hanya tak ingin membuatmu khawatir saja.. Uhuk..uhuk..” kyuhyun tersedak minumannya.

“Pelan-pelan minumnya yeobo~” ucap seohyun sembari mengusap punggung suaminya.

“Kau ini masih saja seperti dulu, kalau minum tak pernah pelan-pelan, kenapa harus tergesa-gesa eoh?” Protes seohyun sembari menenpuk-nepuk punggung suaminya.

“Kau lupa kalau suamimu itu mantan CEO? Jadi segala sesuatu itu harus dikerjakan secara cepat dan tepat..”

“Mmm.. Aku tahu, sudahlah aku mau masuk kedalam.. Sebentar lagi cucu-cucu kita datang untuk menginap.. Persiapkan dirimu yeobo..” Ucap seohyun sembari membereskan sisa kopi dan piring yanga di dimeja. Sebelum melenggang pergi masuk kedalam rumah.

“Yeobo,,, tunggu aku…!” Ujar kyuhyun sembari mengambil tongkat kayu disampingnya dan berjalan menyusul istrinya masuk kedalam rumah.

Meskipun usia mereka tak lagi muda akan tetapi cinta itu masih ada, bahkan cinta itu terus menerus tumbuh dan berkembang seiring mengikisnya umur mereka…

END

Alhamdulillah FF saya ini kelar, setelah berbulan-bulan masih bentuk draft dan belum selesai-selesai.
Semoga ffnya tidak mengecewakan readers.
Terimakasih sudah membaca, saya harap kalian meninggalkan jejak.
Salam dari saya 🙂

Lala

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

31 thoughts on “Forever Love

  1. Imajinasi masih belum nyampe kalau bayangin seokyu udah tua. Rambut beruban, kerutan, dan juga bawa tongkat. Tapi imajinasi cukup berjalan kalo bayanin gimana romantisnya mereka. Aigooo~ sweet sweet ❤

  2. yaampun masih belum bisa ngebayangin seokyu udah tua gitu.. hihi 😀 pasti lucu deh bawa tongkat trs muka keriput kekeke 😀
    aihhhh flashback an nya mengharu kan sekali eon… si kyu segitunya bgt sampe rela terkena hepotermia demi nyari kalung yg udh dibuang sama seoo uuuhh .. tapi akhirnya kyu dapet imbalan yg indah dr seo kekeke 😀
    aduh lucu nihh eon, ngebayangin seokyu main sama cucu2nya trs kyu di jahilin gitu wkwkw kalo boleh dibuatin sequel eonniiiii 😀

  3. Bayangin seokyu udh tua .. Ketawa2 sendiri.. Apa lagi udh punya cucu..
    Mereka so sweet banget wlaupun udh Tua..
    Eonni tunggu ff mu yg lain saeng .. 🙂

  4. Hihihi…seokyu tua.. imajinasi saya gak nyampek2.. tapi romantisnya tetep nyampek kok…keekkekekeke
    Hahahahhahah…gak ngebayangin kyupa dijahilin ama cucunya…hihihi

  5. Ya ampunnn, seokyunya sudah tua. Xixixi . Bener2 cinta sejati bngt, I hope it real . :^) dan yg bkn ak senyum gaje, seokyunya sudah punya cucu… Keke 😀 nice ff unnie…

  6. So sweet kaliii pasangan lansia 😍 iniiii~
    Sweet critanyaa.. maniiiis maniiis kek banyak gula *duh mulai lebay.
    Semoga ini do’a jugaa yaa buat mereka langgeng sampai akhir hayatnya. Aamiin

  7. Woahh suka banget sama ceritanya kak bener-bener good story.. bikin terharu sama cerita nya dan menyentuh hati kak.. semangat ya kak buat berkarya nya.. fightinggg!!!!!!!!

  8. Aku aneh haha
    Baca ff nya dari part akhir dulu wkwkw
    Syukur deh kyuhyun udh sembuh, dan ajigileee .. Baru sadar aja udh nafsuan mau ena ena sama seohyun yyaaa … Memang perkasa si chokyu ini. Hahahahaaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s