Secret Relationship

Secret Relationship

image

Author.  : L~Cho
Cast.      : Cho Kyuhyun >< Seo joohyun
Genre.   : Romance, little bit NC
Leght.   : Oneshoot

*********
Aku mendengus kesal, memandangi pantulan tubuhku di depan kaca. Tumpukan lemak bertebaran dibeberapa bagian tubuhku dan ku pikir beberapa tumpukan lemak itu tak seharusnya menghuni ditempat yang salah. Apalagi sekarang beberapa baju dan pakaian dalamku tak lagi muat ditubuhku.

Aku tak tahu kenapa, apakah ini karena akhir-akhir ini aku sering sekali mencicipi banyak makanan karena memang aku senang sekali berwisata kuliner. Menjelajahi beberapa daerah dan negara untuk mencicipi makanan khas daerah atau negara yang aku kunjungi disela-sela pekerjaanku yang memang menuntut diriku untuk bolak-balik keluar negeri.

Yah, aku adalah seorang pramugari disalah satu penerbangan internasional Korea, yaitu Korean air lane. Perkenalkan, namaku adalah Seo joohyun. Orang-orang terdekatku dan keluargaku memanggilku dengan nama kecil Seohyun. Aku adalah anak tunggal dari seorang ayah yang menjadi pegawai negeri sipil disalah satu instansi pendidikan di Korea. Ibuku seorang guru disalah satu sekolah dasar yang tak jauh dari rumahku. kami tinggal di Seoul, ibu kota Korea selatan.

Sudah cukup aku menceritakan latar belakangku, sekarang aku tengah kesal dengan perubahan tubuhkan ini. Aku takut sekali kalau di komplain oleh manager maskapai penerbangan tempatku bekerja karena aku tak menjaga bentuk tubuhku. Padahal aku sudah berusaha untuk diet dan berolahraga secara rutin tapi tetap saja tak ada kemajuan. Yang ada hanya malah tubuhku yang semakin lemas dan tak bertenaga karena kekurangan makan dan kelelahan. Aku takut dipecat..

Aku mengacak-acak rambut halusku kesal, kuputuskan memakai rok selutut yang agak longgar dan memakai sepatu dengan hak rendah. Hari ini aku putuskan untuk pergi kesalon dan belanja beberapa baju, dalaman serta obat pelangsing di toko obat. Aku harus cepat-cepat mendapatkan berat badan idealku lagi dalam waktu satu minggu sebelum penerbanganku ke Manchester akhir bulan ini.

Kulangkahkan kakiku menuju sebuah tempat perawatan kecantikan tubuh, aku ingin merelaksasi tubuhku yang kaku akibat kelelahan dan jetlag karena berjam-jam di pesawat. Saat ini diriku tengah di massage oleh tangan ahli seorang pemijat,

kurasakan tangan-tangan ahlinya memijat seluruh bagian tubuhku dengan baluran rempah-rempah yang katanya di import langsung dari Indonesia. Aku pernah mendengar kalau Indonesia itu kaya akan rempah rempahnya dan aku suka wangi khasnya. Lain kali kalau ada waktu aku akan mengunjungi Indonesia, aku ingin merasakan kuliner disana yang kata beberapa sahabatku yang pernah mencobanya katanya enak sekali dan tidak ada duanya. Hufftt.. Membuat diriku meneteskan air liur hanya dengan membayangkannya.

Akupun terhanyut dengan lamunanku tentang indonesia, Kurasakan tangan pemijat itu tiba-tiba berhenti saat merambat kebagian perutku. Akupun membuka mataku dan menatap wanita yang kira-kira berumur 40 tahunan itu dengan tatapan heran.

“Kenapa anda berhenti memijat agasshi?” Tanyaku keheranan.

“Maaf nona, saya akan melanjutkannya..” Dia pun kembali memijat tapi tidak dibagian perut tapi langsung pada kedua pahaku. Akupun bingung kenapa perutku tidak dipijit juga? Bukannya biasanya perutnku juga dipijit saat aku melakukan massage? Aneh.. Pikirku.

“Agasshi, kenapa perutku tidak kau pijit, padahal perutku rasanya kencang dan kadang-kadang aku merasa kram disana..” Keluhku dengan tubuh yang masih berbaring. Kulihat wajah wanita pemijat itu kaget. Memang ada yang aneh ya dengan permintaannya?

“Maaf nona, apa anda yakin melakukan itu?” Tanyanya seperti memastikan sesuatu.

“Maksud mu apa?”

“Mmm.. Begini, biasanya wanita hamil tidak boleh di pijat bagian perutmya. Bisa-bisa nanti ada masalah pada rahim dan janin yang dikandung dan Itu menurut prosedur peraturan disini..” Aku membelalakan mataku tak percaya. Apa maksudnya wanita hamil? Aku? Aku menatap wanita itu tak percaya.

“Maksudmu apa? Aku hamil?” Wanita itu menganggukkan kepalanya. Aku mengingat ingat sesuatu, astaga..! Apa mungkin?

“Nona,nona tidak apa-apakan?” Tanyanya khawatir.

“Nan gwechana. Kalau boleh tahu dari mana agasshi bisa tahu kalau saya hamil?” Tanyaku hati-hati. Sebenarnya ada rasa takut, khawatir dan malu yang menyergap di hatiku tapi rasa penasaranku sangat tinggi dan tak memperdulikan rasa maluku.

“Oh itu, mudah saja nona, saya dulu juga pernah hamil jadi tahu bagaimana kalau seorang wanita tengah hamil, begini…” Wanita itu menceritakan semua ciri-ciri yang ia alami selama hamil. Seohyun terperangah kaget mendengar penjelasan wanita tadi dan semua itu dialaminya saat ini termasuk..

“… Lalu kalau ditekan di bagian perut rasanya keras dan kencang tidak seperti wanita yang tidak mengandung dan saat usia tiga bulan perut nanti berasa ada yang bergetar kalau sudah usia empat bulan nanti akan terasa pergerakannya…” Tambah wanita tadi sambil memijit betis kakiku.

Dan Bingo…! Aku merasakan semua yang dijelaskan wanita tadi. Apa aku tengah hamil sekarang? Batinku. Tapi… Ya tuhan aku baru sadar sudah empat bulan aku tidak mendapatkan tamu bulanku. Tubuhku bergetar, apakah aku benar-benar tengah mengandung sekarang? Oh ya ampun bagaimana ini ! Apa yang harus aku lakukan. Batapa bodohnya diriku yang tak menyadari kehadiran makhluk kecil yang bersarang diperutku.

Aku merutuki kebodohanku, sudah berapa lama iaku tak lagi minum pil pencegah kehamilan? Aku berusaha mengingat-ingat. Empat bulan lebih aku sudah tak meminumnya sejak peristiwa itu. Astaga, kenapa aku bisa sebodoh ini ! Aku memukul kepalaku tanpa sadar.

“Nona, apa anda sedang pusing?”tanyanya saat memijat telapak kakiku.

“Ahh Tidak, aku baik-baik saja..” Jawabku Dengan memberikan seulas senyum manisku. Dalam hati aku terus mencari cara untuk bertemu dia. Ya aku harus bertemu dia. Tapi sebelum itu aku harus memastikannya dulu.

Tubuhku lemas memandang sebuah kertas hasil pemeriksaan dari rumah sakit. Ya, aku habis dari rumah sakit untuk memastikan keadaanku dan hasilnya bisa kalian tebak sendiri. Aku hamil..! Dan bodohnya ini sudah 14 minggu yang artinya kandunganku berusia empat bulan.

Kusenderkan tubuhku pada jok mobil kesayanganku. Mobik jenis  Chevrolet Corvette Stingray sudah setengah tahun ku pakai. Kalian pasti bertanya-tanya bagaimana aku bisa membeli mobil semewah ini dengan pekerjaanku sebagai pramugari dan orangtuaku yang bekerja sebagai pegawai negeri biasa. Itu rahasia.. Aku takkan mengatakannya.

image

Kuputuskan untuk menghampiri dia. Dia harus bertanggung jawab atas anak yang tengah aku kandung. Setelah setengah jam aku mengendarai mobilku dijalanan kota Seoul yang agak lenggang kini aku tiba disebuah gedung bertingkat yang sangat besar. Sebuah kantor pusat maskapai penerbangn dengan ratusan pesawat yang melayani berbagai penerbangan lokal dan internasional dan memiliki 10 cabang di seluruh dunia.

Mka tak mengherankan jika kantor pusatnya sebesar ini. Kulangkahkan kakiku menuju salah satu ruangan yang paling besar di kantor ini dan di depan pintunya ada sebuah tulisan yang bertuliskan “CEO”. Akupun tanpa basa-basi langsung saja masuk kedalam ruangan itu. Disana kulihat seorang lelaki yang memakai jas hitam dan kemeja putih bergaris serta dasi hitam bergaris menggantung indah dilehernya tengah sibuk dengan tumpukan dokumen yang ada dimejanya. Sampai-sampai tak menyadari kedatanganku.

Ku percepat langkah kakiku dan langsung saja ku lempar amplop coklat besar dari rumah sakit tepat diwajahya. Aku menatap tajam pada laki laki yang ada didepanku. Kulihat dia seperti orang kebingungan saat melihat ekspresi wajahku saat ini.

Ia yang keheranan dengan sikapku yang melototi dirinya dengan tatapan tajam yang menghunus dan tak memberikan penjelasan kenapa aku bersikap seperti itu kepadanya langsung membuka isi amplop coklat yang kulempar tepat diwajahnya.

Tiba-tiba sebuah binar kebahagiaan terpancar jelas dari wajah tampannya. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Ia langsung berdiri dan menghampiriku serta menghujaniku dengan pelukan dan ciumannya di puncak kepalaku. Ia tersenyum lebar kepadaku dan aku masih tetap dengan sikap awalku tadi.

Tiba-tiba suasana bahagian tadi menjadi agak sedikit panas. Laki-laki itu mengerutkan dahinya pasti ia bingung dengan sikapku. Kurasakan mataku mulai memanas dan tetesan air-air bening keluar dari kedua mata bulatku. Akupun tak kuasa menahan isak tangisku. Kenapa aku jadi cengeng sekali? Apa mungkin karena kehamilanku? Oh my god! Labil sekali diriku.cercaku dalam hati.

Lelaki itu dengan sigap menghapus air mataku dengan kedua jempol tangannya dan mengusap halus kedua pipiku. Tubuhku digiringnya menuju sebuah pintu yang ada di sebelah lemari besar yang ada di ruangan itu. Dan kini tubuhku bagai melayang diudara karena sewaktu kami masuk kedalam ruangan tersebut ia menggendong tubuhku yang berisi menuju sebuah ranjang besar yang ada di ruangan tersebut.

Ya, ruangan tersebut adalah sebuah kamar terdapat walk in closet di dalamnya, kamar mandi , meja rias dan yang paling penting adalah ranjang yang berukuran king size yang berhadapan langsung dengan jendela kaca besar yang ada di kamar tersebut.

Ia menurunkan tubuhku pelan untuk berbaring di atas ranjang yang biasa kami gunakan untuk “beraktifitas” seolah ia tak mau ada yang terluka diantara kami. Ada rasa bahagia dihatiku melihat sikapnya yang lembut. Ia lalu membuka jas dan dasinya dan menggantungnya disebuaj gantungan yang ada tak jauh dari meja rias. Setelah itu ia menyusul diriku yang masih terisak diranjang. Ia memiringkan tubuhnya menghadap tubuhku dan membisikkan sesuatu.

“Ssttt.. Uljimayo..” bisiknya lembut sambil menegelus rambutku yang tergerai keluar. Sesekali ia mengusap pipiku yang basah karena air mataku.

“Kumohon, jangan menangis seperti ini..” Ucapnya lembut sambil mengecup keningku . Ku arahkan wajahku melihat wajah tampan laki-laki itu, tenang dan hangat.. Itulah yang kurasakan saat ini. Membuat suasana hatiku menjadi tak menentu.

“Terima kasih sayang, aku tak tahu harus bagaimana.. Kau membuat diriku sempurna..” Ucapnya dan terdengar sekali nada kebahagiaan disetiap kalimat yang ia ucapkan.

“Oppa, a..aaku takut..” Akhirnya kalimat yang sedari tadi kutahan keluar begitu saja dari bibir mungilku. Kulihat dia keheranan Denagn ucapanku barusan.

“Wae?? Aku selalu ada disisimu sayang..” Bisiknya tepat di bibirku karena saat ini hidung kami sama-sama menempel dan mungkin tak ada jarak yang membatasi kami.

“Aa..aku ragu, aku.. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya nanti? Kau tahu sendiri…” Ku palingkan wajahku dan menghindar dari tatapannya yang lembut dan menghanyutkan. Ia pun bangkit dan balik mengungkungku dalatubuhnyaya Namun tetap ada jarak agar tubuhnya tidak menindih perutku.

“Apa yang kau takutkan sayang? Katakanlah..” Ucapnya pelan. Aku menatapnya ragu. tapi disana terlihat sekali pancaran mata yang berusaha meyakinkan diriku untuk menghadapi semua bersama.

“Apa yang kau takutkan? Kau adalah milikku dan selamanya akan begitu meskipun dunia menentang kita sekaligus itu orang tua ku akan aku lawan jika itu menyangkut dirimu. Bukankah aku sudah membuktikan ucapanku sayang?” Tangannya meraih jemari tanganku. Dikecupnya sebuah cincin yang bertahtakan berlian yang tersemat di jari manisku.

“Kau lihatkan bukti keseriusanku? Aku menikahimu Satu tahun yang lalu, apa itu belum cukup bagimu?” Lanjutnya dengan nada kepastian. Aku menunduk malu, karena sudah meragukan suamiku.

“Kau mendengarnya bukan? Jantung ini hanya berdetak keras jika berada di dekatmu dan ini.. Kau pasti tahu jelas bagaimana aku bergairah terhadap dirimu sayang, hanya kau.. Cho Joohyun. Istriku…” Ucap kyuhyun lirih. Aku menatap sendu wajah tampan suamiku yang tampak sedih karena ku.

“Oppa.. Mianhae.. Aku hanya takut bagaimana reaksi orang tuaku, orang tuamu, dan juga teman-temanku jikalau mereka tahu aku tengah mengandung anakmu?”

“Apa kau malu mengandung anakku seohyun?” Aku menggelengkan kepala tanda tidak setuju.

“Lalu?”

“Oppa.. Aku hanya tak mau mereka kaget dengan kondisiku yang seperti ini dan nantinya mereka menyangka aku perempuan yang tidak benar yang suka menggoda bossnya..” Ucapku lirih. Suamiku tersenyum mendengar alasanku yang menurutnya pasti tak masuk akal.

“Kenapa harus takut? Kita hadapi sama-sama.. Kalau kau dulu dngan beraninya making love bersamaku saat usiamu 15 tahun kenapa sekarang kau takut sayang? Inilah konsekuensi yang harus kita tanggung bersama.. Kau, aku dan juga Cho baby akan menghadapi semuanya bersama, kita tak akan pernah terpisahkan oleh apapun, aku berani untuk menantang dunia sebagai jaminannya..” Aku tersenyum mendengar ucapn suamiku yang membuat hatiku lega. Kita akan menghadapi dunia bersama itulah janjinya.

“Terima kasih oppa..” Ucapku sambil mengalungkan kedua tanganku pada leher putih suamiku dan menarik leher itu untuk mendekat pada tubuhku.

“Akulah yang sepantasnya berterima kasih sayang, terima kasih telah hadir di hidup seorang Cho Kyuhyun dan mewarnai hidupnya selama ini dan yang paling penting..” Dia mennyingkap gaun yang ku kenakan, dan mengecup lembut perutku yang terlihat membuncit.

“…terima kasih karena kau mau mengandung benih ku, Our baby Cho.. Aku janji akan menyelesaikan masalah kita secepat mungkin…” Kulihat dia tersenyum nakal. Aku bergerak waspada.

“..dan sekarang giliranku berada di dalammu..aku sudah berpuasa selama empat bulan, apa kau tak kasihan?” Nah ini yang ku maksud dengan sikap waspadaku. Ia pasti menagih jatahnya yang sudah empat bulan tidak aku berikan.

Karena empat bulan lalu dia pergi mengurus kantor cabang yang bermasalah yang ada di Paris, dan itulah sumber pertengkaran kami. Karena aku tak rela berjauhan dari suamiku cho kyuhyun selama empat bulan dan berujung dengan aku mendiaminya berhari-hari sampai ia memutuskan pergi ke Paris tanpa pamit dan kami lost contact selama empat bulan itu juga.Itulah yang membuatku kesal setengah mati padanya.

Mengenai pernikahanku dengannya, kami menikah diam-diam tanpa restu orang tua kami dan hanya menghadirkan seorang pastur dan sahabat kami. Bukannya kami tak mau memberitahukan orang tua kami, tapi apadaya tahta , harta dan kekuasaan menjadi jarak yang memisahkan kami.

Aku merasa malu dan minder jika kyuhyun oppa berusaha membujukku untuk bertemu dengan orang tuanya serta keluarga besarmya. Karena itulah kami memutuskan menikah diam-diam tanpa sepengetahuan mereka dan juga Karena gaya pacaran kami yang sudah tak sehat sejak awal. Ia takut hamil tanpa hubungan resmi.padahal aku selalu meminum obat pencegah kehamilan secara rutin saat aku mulai mengenal hubungan seks.

Kami kerap kali melakukan hubungan intim semenjak aku berusia 15 tahun dan saat itu aku yang menggodanya untuk mencoba hubungan yang biasanya dilakukan pasangan yang sudah sah menikah. Kami menikah saat usiaku menginjak 23 tahun, dan dia 26
tahun.

Sedikit cerita tentang kehidupan rumah tangga kami, Selama kami menikah kami hanya bertemu beberapa kali dalam seminggu, biasanya saat weekend. Karena memang kami tidak tinggal bersama. Kami masih tinggal bersama orang tua kami dan kami memang sibuk dengan pekerjaan kami. Aku sebagai pramugari dan dia sebagai pemilik maskapai penerbangan dimana aku bekerja.

“Sayang.. kau baik-baik sajakan?” Tanyanya khawatir. Aku menganggukkan kepalaku.

“Bagaimana kalau kita memulainya?” Tawarnya dengan diiringi seringai khasnya.

“Emm, oppa.. Aku..” Aku ingin sekali berkelit dan menghindar tapi, krena sesuatu yang mendesakku sedari tadi membuat diriku mengurungkan niatku karena kau tahu kalau suamiku sangat tersiksa dengan tonjolan kerasnya yang terasa keras dan mendesak di perutku.

“Sayang, kau tak berusaha menghindarkan? Aku..”

Chu~

Ku bungkam langsung bibirnya sekilas sebelum ia menyelesaikan kalimatnya.

“Lakukanlah oppa..” Ucapku mantap.

“Dengan senang hati istriku..” Ucapnya dan langsung menyambar bibir ku dan seperti yang kalian duga, kami melewati siang itu dengan kabut gairah yang memuncak di antara kami berdua. Suara decitan, erangan dan desahan ssangat kentara sekali di dalam kamar pribadi kami. Dan untungnya ada peredam suara yang terpasang dikamar kami dan tak ada satupun orang yang tahu kalau ada sebuah kamar di dalam ruangan CEO.

Hahhh.. Sungguh cerdik sekali otak suamiku ini, itulah yang membuat aku semakin tambah mencintainya setiap harinya, karena dia seoramg Cho Kyuhyun. Bukan karena harta, tahta dan kekuasaannya tapi karena dirinya sendiri bukan karena yang lain. Semoga permasalahan yang menjadi momok terbesarnya segera terselesaikan dengan baik tanpa ada percekcokan diantara dua keluarga.

••••••••The End•••••••

Anyeong..
Saya bawa hadiah buat nemenin liburan kalian di pergantian tahun 2015.
Semoga kalian senang dan puas dengan yang ini..
Mohon RCLnya..
Sekali lagi saya bukanlah manusia yang sempurna saya butuh kritik dan saran, saya jadi tahu letak kesalahan saya.
Dan juga comment kalian menjadikan semangat untuk menulis…
Salam hangat dari saya… 🙂

L~Cho

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

121 thoughts on “Secret Relationship

  1. Ahh bisa”nya seohyun tak tau kalau dia lgi hamil 4 bulan pula. Ku kira prtama mereka blum menikah tryata mereka udh menikah diam diam
    nice ff thor fighting!

  2. woww 15 tahun udah begituan?? ckckck otak seokyu emang udah gak waras niihh…
    knpa mreka gak bilang ug sebenernya aja sih sama ortunyaaa, kan bagus kalo dapet restuu, kyuppa seharusnya lebih gentle tauk, kasian seonni kesannya cewek yg gimana gituu

  3. Keren kisah seokyu, ya ampun mereka hebat bener remaja dh gituan, dan sekarang mereka nikah ga ada yg tau apalagi sekarang seo hamil, gimana reaksi ortu mereka klo tau anak mereka nikah diam”. . . .di tunggu bgt kelanjutannya

  4. ff seokyu yg ini banyak kejutannya kirain mereka blm nikah ehhh tau2nya dah nikah tp malah blm direstui malang sekali nasib kalian oppa n eoni

  5. Astagahh juhyun.usia 15tn pnsrn apa yg biasa d lakukn pasutri?salah tanya 0rg.tanya sm mr.pervent pasti lsg d ajak praktek.kkk
    Gw kira hub mrk berlanjut tdk sehat.eh kyu udh nikahi juhyun,mga cepet dpt restu dr mertua.

  6. Tuhkan gue udah menduga2 Kalau seohyun hamil Dan ternyata benar dan ternyata mereka nikah tanpa orang tuanya tau ya Ampun ckckck….dan juga Seohyun baru tau kalau dia hamil 4 bulan Untung aja situkang pijat itu tau kalau seohyun hamil
    Chukhaeyo SeoKyu…..

  7. Suka sama ceritanya,
    Tapi buat kaget, pertama aku kira mereka belum nikah, terus mereka udah berhubungan sejak umur 15 tahun!!
    Waooo berarti sejak seo belum jadi pramugari, sudah lama juga hubungan mereka

  8. Waah daebakk,,. Ternyata mereka udah nikah?? Tp kenapa diam2, apa gk direstui ortu mereka? Yang pasti sangat aja ngejalaninnya, semuanya akan cpet berlalu kali dilalui brsama2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s