Another Story (Secret Relationship)

Another Story (Secret Relationship)

image

Author.  : L~Cho
Cast.    : Cho Kyuhyun >< Seo joohyun
Genre.   : Romance,
Leght.   : Oneshoot

**************
Aku duduk termangu di atas ayunan yang ada di belakang rumahku. Semilir angin sore berhembus meniup dedaunan yang jatuh. Segar, itulah yang kurasa. Sedari tadi aku termenung memikirkan berbagai cara untuk menyampaikan kehamilanku pada ayah dah ibuku. Aku bingung bagaimana caranya. Sembari Ku elus perutku yang mulai membuncit perlahan-lahan.

Sudah beberapa hari ini aku dan suamiku berusaha menyelesaikan masalah kami pelan-pelan agar tak ada yang terkejut, meskipun disampaikan secara pelan-pelan mereka pasti terkejut dengan sendirinya.

Samar-samar kudengar suara ibuku memanggilku dari dalam rumah. Akupun segera bangkit menghampiri ibuku yang tengah memasak makan malam. Membayangkan sup iga yang lezat buatan ibuku, rasanya air liurku tak bisa berhenti menetes. Ku rasa bayiku juga merasakan apa yang kurasakan, yaitu lapar.

Ahh, semenjak aku tahu diriku tengah hamil, aku berhenti diet dan malahan hobi makanku semakin menjadi-jadi. Setiap eomma memasak makanan aku pasti menghabiskan dua porsi sekaligus, belum lagi hobiku memakan makanan ringan sambil menonton anime kesukaanku membuat eommaku geleng-geleng sendiri mengingat tingkahku yang aneh.

Apalagi sekarang aku benar-benar berhenti bekerja, karena di paksa oleh suamiku untuk berhenti mengingat pekerjaanku yang bolak-balik keluar negeri dan melayani para penumpang, membuat suamiku khawatir pada kondisiku serta bayi yang ada dalam kandunganku. Hal itu membuat diriku semakin jengah dirumah. Aku ingin jalan-jalan keluar tapi suamiku melarang diriku untuk keluar tanpa pendamping.
Membuat diriku semakin badmood, seperti sekarang ini aku tengah merajuk pada suamiku. Sudah beberapa hari ini telepon dan sms nya aku abaikan.

Ahh sudahlah, aku lapar. Ku putuskan untuk berjalan ke ruang makan. Disana sudah berjajar rapi aneka masakan rumah dan yang paling penting ada sup iga kesukaanku. mereka seolah melambai-lambai menyuruh diriku untuk segera menghabiskan mereka semua, ahh kenapa pikiranku selalu makan saja ! Ku pukul kepalaku pelan.

Drrrt…
Kurasakan benda pipih di saku bajuku bergetar. Kubuka ponselku dan ada sebuah pesan bbm yang masuk dari suamiku. Aku pun mengabaikannya dan langsung memasukkannya kembali ke sakuku. Pasti disana dia sedang kesal setengah mati. Rasakan itu! Aku tersenyum ketus.

Salah siapa melarangku ini dan itu. Dia juga memberikan surat pengunduran diriku secara sepihak tanpa memberitahuku sebelumnya. Padahal aku berencana berhenti bekerja setelah penerbanganku yang terakhir di bulan ini ke Manchester. Aku kesal sekali ..!

Getaran demi getaran kurasakan dari balik sakuku ,tapi tetap kuabaikan. Dengan kesal aku mematikan ponselku dan terus mengumpat suamiku. Eommaku memandang aneh diriku yang tengah mengumpat benda pipih bernama handphone.

“Sayang, kamu baik-baik sajakan?” Tanya eomma sembari meletakkan piring-piring bersih ke meja.

“Emm, ne..”jawabku sembari meletakkan kembali ponselku ke saku.

“Emm, eomma bolehkah aku makan terlebih dahulu? Aku lapar..” Rajukku seperti anak kecil.

“Mwo?? Kau lapar? Bukankah tadi kau sudah menghabiskan satu mangkok besar jajangmyeon dan dua bungkus roti?” Eomma menggelengkan kepalanya tak percaya Mengingat selera makanku dulunya tak sebanyak seperti kini. Aku mempoutkan bibir mungilku.

“Boleh ya eomma?”

“Haish.. Makanlah ! Tapi ingat sisakan juga buat eomma dan appa ! Kau ini sekarang seperti shikshin saja !” Eomma mengingatkanku. Pasalnya jika tidak diingatkan seluruh makanan yang ada di meja akan habis tak bersisa dalam sekejab. Seperti dua hari yang lalu dan membuat eomma memasak kembali dengan bahan makanan yang tersisa.

“Siap bos !” Ucapku sambil memberi salam hormat. Eommaku menggelengkan kepalanya lagi.

Tak terasa dua mangkok sup iga telah ku habiskan, perutku serasa tak kuat menampung makanan lagi dan kelihatan tambah buncit. Untungnya aku memakai baju longgar sehingga tidak terlalu kentara. Sekarang ini aku lebih sering memakai short dress longgar atau kemeja yang longgar agar orang tuaku tidak curiga dengan perubahan bentuk perutku yang membuncit. Untungnya sampai sekarang eomma maupun appa tidak menaruh curiga akan hal itu.

Apalagi kehamilanku tidak seperti kebanyakan wanita lain. Aku tak merasakan apa yang namanya morning sick apalagi ngidam. Aku merasa seperti tidak hamil saja. Hanya saja selera makanku yang bertambah tiga kali lipat dari biasanya. Mungkin anakku kasihan pada eommanya yang masih terombang-ambing nasibnya, dapat suami yang kelewatan dingin tapi mesum, lalu menikah tak di ketahui keluarga maupun orang lain, hamil juga tak ada suami yang menemani. Sungguh malang nian nasibku.

Ku Hidupkan kembali ponselKu yang ku nonaktifkan sejak tadi. Ada 30 pesan bbm dari suamiku, dan 10 kali misscall darinya. Ku putuskan untuk balik menghubunginya.

“Yeob….”

“Ya tuhan seohyun, kau dari mana saja eoh?? Dua hari tak membalas pesan dan panggilanku kau kemana saja eoh??” Omelnya keras membuat aku menjauhkan ponselku dari telingaku.

“Aku khawatir sekali, sampai-sampai aku mau datang kerumahmu untuk memastikan keadanmu dan baby cho !” Ia masih mengomel seperti ahjumma-ahjumma, tapi aku tahu kalau suamiku itu memang sedang khawatir.

“Sudah cukup oppa mengomelnya?”

“Aku ingin sekarang kau keluar ! Aku di depan rumahmu !” Ucapnya smbil mematikan sambungan telephone.

Aku mendengus kesal. Selalu saja seperti ini bertindak sesuka jidatnya sendiri. Akupun berjalan menemui suamiku yang pasti sedang menunggu di mobilnya seperti biasanya. Ku lirik kanan kiri, sepi. Untunglah.. Mungkin eomma sedang pergi kerumah tetangga. Akupun melanjutkan langkah kakiku berbekal dengan tas selempang dan Kemeja kedodoran serta hotspan yang kupakai saat ini.

Kulihat mobil hitam mengkilat terparkir di depan gang rumahku, dan aku yakin sekali suamiku tengah menungguku sambil menggerutu kesal.Akupun bergegas masuk ke mobil mewahnya.

Didalam mobil kami hanya berdiam diri. Akupun tak mau memulai pembicaraan terlebih dahulu dan ia diam tak bersuatpra sambil mengemudikan mobilnya menuju suatu tempat. Ku yakin sekarang ini ia akan membawaku ke rumah “kami”. Ya kami memiliki sebuah rumah yang ada di kawasan perumahan elite di kawasa gangnam-gu.

Kyuhyun oppa membeli rumah itu dengan uang tabungannya sendiri. Dia juga yang merancang rumah itu sekitar tiga tahun lalu dan selesai pembangunannya lima bulan lalu bertepatan dengan ulang tahunku. Sebenarnya suamIku sengaja membuat rumah itu untuk kami tinggali namun karena situasi yang tak mendukung membuat rumah itu terbengkalai, hanya di tinggali dua pembantu dan seorang pengurus kebun. Hanya sesekali kami mengunjunginya, terkadang kyuhyun oppa juga menginap sendiri disana.

SesampaInya kami depelataran rumah kyuhyun oppa langsung menggandeng tanganku dan masuk menuju rumah kami. Disana ia langsung menggeret tanganku menuju kamar kami. Sesampainya di kamar kyuhyun oppa baru melepas tanganku. Aku meringis pelan karena kyuhyun oppa memegang pergelangan tanganku terlalu erat sehingga memerah.

“Sekarang jelaskan ! Kenapa kau tidak membalas pesan dan panggilanku !” Ucapnya sakratis dengah muka merah menahan amarah. Aku diam tak mau menjawab, malahan aku memilih berbaring di ranjang kami. Karena sedari tadi perutku terasa kencang, dan itu rasanya sakit sekali.

“Seohyun !” Teriaknya karena aku mengabaikannya. aku memilih diam dan menahan sakit diperutku.

“Aish.. Maumu apa?! Aku tak tahu jalan pikirmu ! Kau itu sebentar lagi mau jadi eomma, kenapa kau masih kekanak-kanakan sekali ! Ubahlah sifatmu itu !” Marahnya.

Aku tetap diam meringkuk menahan sakit sambil mendengarkan luapan kemarahan suamiku. Air mataku jatuh sambik terisak, bukan karena omongan suamiku tapi karena sakit yang menderaku. Aku sudah biasa mendengar kemarahan suamiku. Malah ada yang lebih parah dari ini. Meskipun begitu aku tahu kalau suamiku marah itu memang untuk kebaikanku. Apalagi memang aku yang sering memancing amarahannya.

“Seo joohyun ! Katakan sesuatu..! Jangan hanya diam !” Bentaknya. Ku rasakan keringat dingin keluar membasahi dahiku, aku menggigit bibir bawahku sembari memeluk perutku yang terasa sangat kencang dan tegang.

“Seohyun..” Panggilnya dengan nada khawatir saat melihat diriku memegangi perutku. Ia menghampiriku dan mengusap peluhku yang bercucuran.

“Ssakit..”

“Mwo?! Mana yang sakit sayang?” Tanyanya dengan nada penuh kekhawatiran.

“Sakit..oppa..” Ringisku.

“Aku panggilkan dokter ya sayang? Tunggu sebentar..” Ia pun merogoh sakunya dan menelphone dokter kandungan pribadiku.

Lima belas menit kemudian, datanglah seorang dokter wanita yang menangani kehamilanku. aku yang kesakitan tak peduli apa yang ia lakukan, Ia memeriksa denyut nadiku dan tensi darahku terlebih dahulu. Lalu Kurasakan kedua tangannya menekan perut bagian atas, bawahku dan itu rasanya sangatlah menyakitkan apalagi perutku rasanya kencang ahh, aku jadi teringat eomma. Apakah begini rasanya saat eomma mengandungku? Aku merasa bersalah karena sering berbuat nakal. Ohh eomma, aku minta maaf.. Tangisku karena terharu plus sakit menahan ngilu di perut.

“Bagaimana uisanim? Apa terjadi sesuatu?” Tanya kyuhyun oppa penuh kekhawatiran.

“Ahh, anda tidak perlu khawatir Tn. Cho, Nyonya Cho baik-baik saja..” Ucap dokter tersebut sambil menyunggingkan seulas senyuman.

“Tapi dari tadi ia merasa sakit pada perutnya, apa anak kami baik-baik saja?”

“Sejauh ini kondisi bayi dan ibunya baik, hanya saja nyonya Cho terlalu banyak pikiran dan membuat perutnya tegang. Hal ini biasa dialami ibu-ibu hamil di tri mester biasanya disebabkan karena stress, banyak pikiran atau hormon yang belum stabil. Saran saya buatlah nyonya Cho rileks, jangan sampai banyak pikiran, itu saja Tn. Cho..” Terang dokter tadi sambil menulis resep disebuah kertas kecil.

“Satu lagi Tn. Cho, kalau seandainya terjadi penegangan lagi, usahakan jangan panik dulu. Suruh nyonya cho duduk sambil menselonjorkan kakinya dan tahan bagian pinggang belakang perut dengan sebuah bantal.” Saran dokter tersebut sambil menarik secarik kertasnya tadi. Kyuhyun oppa terlihat menganggukkan kepalanya dan menerima resep obat yang diberikan dokter tadi.

“Terima kasih uisanim..” Suamiku menjabat tangannya pada dokter tadi.

“Ne, dan untuk Ny. Cho semoga lekas sembuh, jangan terlalu banyak fikiran okey..” Ingatnya lagi. Dan aku hanya menanggapinya dengan senyuman karena jujur aku tak punya tenaga untuk bersuara. Tubuhku lemas sekali, pasti aku terlihat pucat sekarang.

“Saya permisi dulu Tuan, nyonya…” Pamit dokter itu dan berlalu keluar. Kyuhyun oppa menghampiriku, dielusnya dan diciuminya perut buncitku dengan sayang. Kudengar ia berbisik, sepertinya ia tengah mengajak bicara bayi kami.

“Sayang, baby cho kau dengar appa kan? Jangan nakal didalam perut eomama, jangan buat eommamu sakitne?” Ucapnya lembut sambil mengelus perutku yang masih terasa kencang tapi tidak sekencang tadi.

Entah kenapa saat kyuhyun oppa mengelus perutku rasanya perutku tidak sekencang dan sesakit tadi. apakah anakku mendengarkan ucapan ayahnya tadi? Ya tuhan, masih diperut saja anakku sudah menurut pada appanya apalagi nanti saat sudah lahir. Meskipun kyuhyun oppa jarang sekali menyapa anak kami, tapi kenapa anakku mau menurut pada perintah ayahnya. Apakah ini yang dinamakan ikatan batin? Sungguh hebat sekali.

Sedari tadi aku senyum-senyum sendiri melihat perlakuan lembut suamiku. Ya tuhan, seandainya kami hidup bersama, mungkin setiap hari aku merasakan usapan lembutnya. Humm, nasibku memang menyedihkan. 😦

Suara dering telephone membuyarkan lamunanku.ku raih tasku yang tergeletak disampingku dan ku ambil ponsel milikku. Ternyata eomma menelphoneku.

“Yeoboseyo..”

“Ahh hyunnie, kau dimana sayang? Ini sudah malam kau tidak pulang? Kau baik-baik sajakan?” Tanya eomma khawatir.

“Ne eomma, aku baik-baik saja, maaf eomma aku ada sedikit urusan beberapa haru. Mungkin aku tidak pulang. Maaf tadi aku tidak pamit..” Sesal ku.

“Syukurlah kau baik-baik saja sayang, kalau begitu jangan lupa makan dan istirahat. Sering-seringlah menelphone eomma..”

“Ne eomma..”

“Kalau begitu eomma tutup telphonenya. Selamat malam putri cantik eomma..”

“Selamat malam juga eomma.. Love you..”

“Love you too..”

sambungan telephonnyapun terputus. Kulihat kyuhyun oppa masih betah mengusap perutku. Akupun ikut-ikutan mengusap rambut suamiku.

“Maaf telah membuatmu banyak pikiran sayang..” Sesalnya. Aku menggelengkan kepala tanda tak setuju. Kuraih kedua pipinya.

“Oppa tidak salah, aku yang terlalu egois. Maaf telah mengacuhkanmu..” Sesalku, tak terasa air mataku Ikut keluar.

“Sayang..”

“Maafkan aku oppa, aku mengacuhkanmu tanpa kau ketahui mauku, aku memang kekanak-kanakan. Sebenarnya aku mengacuhkanmu karena kau membuat surat pengunduran diriku secara sepihak tanpa memberi tahuku terlebih dahulu.aku juga kesal karena kau melarangku ini dan itu. Aku jadi kesal karena tak ada yang bisa ku kerjakan dirumah..” Akuku.

“Sayang, dengarkan aku, aku bukannya ingin mengekangmu. Tapi ini semua demi kebaikan dirimu dan juga baby cho. Kau ingatkan kata dokter waktu itu, kalau wanita hamil dilarang sering² naik pesawat apalagi kalau sudah mendekati lahiran? mengingat pekerjaanmu sebagai pramugari yang pastinya akan sering bolak-balik naik pesawat. Aku khawatir kau mengalami kokontraksi dan saat itu aku tak ada disampingmu. Kau tidak maukan kalau sesuatu yang buruk menimpa baby cho?” Tanyanya. Aku mengangguk.

“Sekarang coba pikir, aku adalah pemilik ratusan pesawat itu dan kau adalah istriku, lalu apa susahnya aku mencukupi kebutuhanmu sayang bahkan aku sangat mampu mencukupi kebutuhanmu tak cuma materi tapi juga batin dan fisik.”ucapnya dengan gerlingan nakalnya. Aku tahu maksudnya dengan kebutuhan fisik dan batin yang dimaksud.

“Oppa kita sudah membahas tentang itu, aku tak mau kau mengungkit soal pekerjaan ku oppa..” Aku memperingatkannya.

“Aku tahu sayang, tapi tetap saja ada yang mengganjal.., suami mana yang tak kesal istrinya yang selalu menghabiskan hari bahkan minggu untuk melayani tamu-tamu yang kebanyakan adalah orang asing, pasti kau sering di goda orang asing yang kau layani. Aku tak rela akan hal itu, sedangkan suaminya merana sendiri dirumah menunggu sang istri yang tak kunjung pulang.. ”

“Hahahhaha.. mengaku sajalah oppa ! Kau cemburu Eoh?” Godaku .

“Tidak, siapa yang cemburu..” Kilahnya.

“Akui sajalah oppa, kau cemburu ya?? Ayo.. Ngaku?!” Aku terus menggoda suamiku.

“Ne ! Aku cemburu ! Kau puas..!”

“Hahaha,, suamiku, ternyata kau pencemburu eoh?! Kemarilah oppa, aku ingin memelukmu.” Ucapku manja.

“Kenapa? Kangen ya?” Godanya.

“Ne, i miss u so badly..” Aku merentangkan kedua tanganku bersiap untuk memeluk tubuh hangat suamiku yang sangat aku rindukan.

“Miss u too Ny. Cho..” ucap suamiku sambil memeluk erat tubuhku.

****END*****

Anyeong saya bawa another story dari secret relationship..
Adakah yang menanti?
Rencanamya mau buat oneshoot biar gantung ceritanya tapi gak tega juga deng sama reader.
Oh ya, rencannya saya mau buat kelanjutan cerita ini menjadi berchapter-chapter.
Tapi ada yang mau gak sih? Soalnya kalau responnya sedikitkan juga males buatnya.
Mengenai widow and widower aku lanjutin tahun depan aja ya? Lagi mau UAS nih.. Doa’kan semoga saya mendapatkan hasil yang memuaskan ne..? Amin..
Lalu kemarin pada nanyain ff our family. Soal itu saya gak tahu kapan mau update, karena memang idenya lagi stuck alias mampet… Mau coba nulis aja gak dapet satu paragaraf.
Oke, cuma itu aja yang mau saya sampaikan, saya mohon like dan commentnya jika berkenan…
Maaf jika ada typo, soalnya saya nulis pakai tab dan spellnya bhs. Ingris.
Sekian dan sampai jumpa di ff saya yang lain..

Salam 🙂

L~Cho

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

122 thoughts on “Another Story (Secret Relationship)

  1. Romantis banget mereka. Kyuhyun perhatian banget.. Gak sabar untuk mereka bilang ke orang tuanya.. Berharap di terima di kedua belah pihak.. Keep writing.

  2. aku paling suka kalau kamu ngejelasin tentang kehamilan . serasa detil banget observasi kamu hbat (0.0) . oh iya kalau masalah cerita pasti oke dong 😉

  3. Mereka romantisss, banget, tapi selama baca selalu kepikiran gimana kalo seokyu kepergok ortunya masing2 trus diomelin, jangan dehh, makannya mending jujur kalo udah merit minta restu trus bahagia deh, tenanggg yayayayaa😁

  4. Aihh… Kyuhyun perhatian bnget deh sama seohyun
    hihi kyuhyun cemburu ternyata. Mereka pasangan yg romantis deh tpi smpai kpan mau blng yg sbenarnya sma orang tua mereka
    nice ff thor

  5. wahhh kyuppa romantis bgttttt sama seonniiii…
    pingin cepet cepet klarifikasiin hubungannya ke semua orang kan kasian seonii merasa tertekann…
    smoga baby cho lahirnya sehatt yaaaa

  6. Kapan mau ngasih tau keluarga nya? Pasti nanti bkalan ketahuan juga seiring dengan kandungan nya yang makin besar. Untung baby cho nya gak napa2, kyu appa cpt slsai kan mslah nya kasian bay cho sama seo eomma.

  7. So sweet bgt sihh kyu, seo hebat y menyembunyikan kehamilannya, tinggal bareng sama ortunya ttp ga ketauan, apa ibunya seo ga ngeh klo ada perubahan di tubuh seo dan untungnya seo ga ngalami morning sickness. . .selalu bagus jln ceritanya, aku suka bgt

  8. Saya kira orang tua seokyu udah tahu bahwa mereka udah nikah , eh ternyata belum ,ff nya seru tetap terusin part selanjutnya saya ingin tahu apa seokyu akan ngaku nikah atu engga

  9. Lupa deh udah comment atau blm di ff yg ini hehe gpp lah comment ulang. Lg ubek2 librarynya hehe. Ditunggu ff lainnyaaa :)))

  10. Kasian seo, kenapa harus disembunyiin pernikahanx,. 😯😯.

    Tapi hebat bisa nyembunyiin kehamilanx, yg bikin heran iku ibux masak g sadar klo anakx lagi hamil,. 😅😅😅😅

  11. Huft untung tdk tjd hal buruk pd juhyun dn babynya..juhyun stress tuh.cepetan selesaikn mslh ini.kasihan juhyun.kyu rapih bgt menyembunyikn semuanya ampe 0rtu juhyun jg ga tau anaknya hamil.pasti sh0ck berat mrk klw semua terb0ngkar.

  12. Syukurlah ternyata bayi yg ada di kandungan seohyun baik baik saja gue udah takut bngat kalau benaran seohyun keguguran
    kyu lho jangn marahin seohyun donk diakn hamil jadi wajar sikapnya Labil

  13. Suka deh kalau ff kyu protective sama seo,
    Tapi kapan mereka ngasih tau keluarga mereka dan ngumumin pernikahan mereka,
    Nggak sabar bacanya, baca ff ini enak banget jadi nggak kerasa udah habis, sayang aku tahunya telat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s