Hold Our Joy

1467144997933

Hold Our Joy

 

Author:  J.A

Cast:  Cho Kyuhyun,  Seo Joohyun. And Cho Jayden

Genre:  find by yourself  😉😉

Type :  Sequel Expensive Girl

 

Anyeong…

Good Morning 😀

Author J.A kembali lagi dengan cerita seokyu family.. adakah yang merindukan kisah keluarga ini?

*sepertinya kata author kurang pantas untuk saya haha :’D, maaf ya Lala unnie cuap-cuap yang sedikit kamu buat, harus di koreksi dan di edit ulang mengenai keterangan saya. Meskipun dalam kolom author tertulis hanya nama J.A, pada dasarnya cerita ini masih ada sangkut pautnya dengan keikutsertaan sosok Ny.Shim ini #tunjuk Lala unnie kkkkk. Makasih unnie sudah bantu untuk ngedit sana-sini #maklum belum expert akunya ;D dan makasih udh izinin aku meramaikan wp-mu hhehe. Okay fix, aku tau ini garing banget buat di baca terus, maaf #sungkem.

Anisa unnie~ terimakasih buat waktunya, maaf kalau semalam bikin repot karena minta di buatin cover padahal sedang ada tugas. Hasilnya bagus loh, kami (aku dan Lala unnie) suka banget 🙂

Btw pasti kemarin ada yang bingung ya soal kejadian di Angel Wish?? Apakah baby Cho meninggal atau hidup… lalu pas muncul kisah Angel punishment pada mengira kalau peristiwa di angel wish itu hanyalah film. nahhh berikut adalah flashback saat detik- detik terakhir di angel wish…

Semoga reader tidak bingung ya???

Btw ini adalah bonus untuk reader Setia di Mygaemseoalways sekaligus hadiah persembahan untuk ulang tahun Seohyun eonnie yang ke-25th.

Once again, happy bornday Enyun unnieeee :*

have a nice new year^^

 

Terakhir dari kami, Keep RCL and happy reading 😊

 

 

******

Flashback

Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi pasangan suami istri ini, hari dimana salah satu dari keduanya merayakan ulang tahun saat lahirnya sosok kecil yang kini baru berusia lima menit. Unik bukan? Ketika seseorang yang baru menyandang panggilan appa, mendapatkan kado yaitu putra kecilnya yang kelak akan memiliki hari ulang tahun yang sama? Ada sedikit tragedi yang hadir ketika Tuhan mengirimkan malaikat kecil mereka ke dunia ini, namun tragedi tersebut hilang menjadi sebuah anugerah ketika tangisan tersebut menggema di ruang bersalin. Kyuhyun bawa tubuhnya untuk mencium sosok kecil yang masih tak berbalut apapun selain handuk hangat dan selimut eommanya. Dari pihak rumah sakit memang memberikan waktu khusus untuk eomma dan bayinya, agar mempererat bounding keduanya tentunya.

 

Seohyun kembali mengelus rambut lebat sang Putra sambil sesekali mengingat kejadian menegangkan yang barusan ia alami.

 

“Baiklah, Seohyun-ah. Silahkan mengejan. Lakukan sesuai naluri, jangan terlalu kuat. Tarik napas terlebih dahulu.. hufftt… hufftt… hufffttt….” Ucap Yeonji mengarahkan Seohyun.

 

Seohyun langsung mengikuti perintah Yeonji selaku dokter yang menanganinya. Dia hirup oksigen hingga paru-parunya terasa penuh. Saat kontraksi itu sudah pada puncaknya, kemudian ia lakukan dorongan semaksimal mungkin. Dia ingin segera menuntaskan rasa sakit yang menderanya dan melahirkan malaikat kecilnya ke dunia.

 

“Sekali lagi, sekali lagi Hyun-ah. Mengejan sekali lagi. Kumpulkan tenaga dan atur pernapasan sebelum melakukannya. Jangan tegangkan otot-ototmu. Rileks” lanjut Yeonji memberikan petunjuk.

 

“Huhh…huhhh..huhh…sa…sa..hahh…sakit…hhh..unnie. Akk.. kuhhh tid..dak kuuat…” Seohyun masih merintih kesakitan. Tetesan-tetesan air mata keluar dari pelupuk matanya. Seohyun sempat menggeleng matanya memburam dia sudah tidak kuat lagi, namun ia ingat sekali lagi bahwa malaikat kecilnya masih tertahan disana. Genggaman sangat erat dari tangan seseorang membuatnya tersadar. Tatapan mereka beradu. Dia dapat melihat bagaimana mata Kyuhyun berkaca-kaca dan selalu mengarah padanya. Yahhh dia tidak sendiri, ada suaminya yang terus menguatkannya.

 

 

“Jangan menyerah, sayang” ucapan suaminya yang terdengar lirih mampu mengoyak hati dan perasaannya dalam keadaan yang sarat akan emosinal seperti sekarang ini, suaminya masih setia mendampingi dirinya.

 

“Ayo, Seohyun-ah. Mengejan sekali lagi. Tarik napas yang dalam kemudian lakukan dorongan” lanjut sang dokter mengintruksi.

 

Seohyun berusaha mendengar dan menyiapkan diri untuk mengikuti perintah dokter disisa-sisa tenaga yang ia miliki. Dia akan mencoba sekali lagi. Ya,,, untuk bayi mereka.

 

“Aaahhhhhhhhh~” teriak Seohyun seiring dengan rasa panas dan rasa seperti tarikan di vaginanya, seperti mendorong-dorong keluar.

 

Hening~

Tidak ada suara yang keluar saat sosok mungil itu sudah keluar ke dunia.

 

“Bayiku~ tidak… bayiku…oppa bayiku~” teriak Seohyun lemah sambil mencoba meraih-raih bayinya saat menyadari bayinya tidak menangis sama sekali. Kyuhyun yang ikut tegang dengan peristiwa itu langsung dengan sigap memeluk tubuh istrinya agar tenang dan tidak mengganggu dokter dan suster yang mencoba menyelamatkan anak mereka.

 

“Nyonya, anda tenang dulu. Kami sedang berusaha” ujar seorang suster yang tengah berusaha menenangkan Seohyun dan yang lainnya berusaha memancing tangisan dari bayi yang baru dia lahirkan.

 

Bayi yang diletakkan diatas perut eommanya itu berusaha dikelitiki kaki kecilnya sembari di usap wajah kecilnya dengan handuk, tak lupa dengan pompa kecil untuk membersihkan rongga hidung dan mulutnya dari lendir serta cairan yang mengiringinya saat lahir. Beberapa usaha dilakukan termasuk membalikkan tubuh bayi itu dengan kaki yang di pegang dokternya dan kepalanya kebawah, berusaha agar membantu pernapasan kecilnya untuk segera bekerja. Namun hasilnya masih juga nihil. Tali pusar yang memang belum di potong dibiarkan begitu saja mengingat masih belum ada tangisan dari mulut mungilnya.

 

“Oppaahh anak kita oppa.. andwae~” isak Seohyun.

 

“Oppa.. bayiku oppa bayiku~” jerit Seohyun dengan suara hampir habis karena proses persalinan tadi.

 

“Tenanglah sayang, dokter sedang berusaha” Kyuhyun merangkul tubuh ringkih itu sembari mencoba untuk menenangkannya.

 

“Bayiku~ bayiku andwae~ andwae~” teriak Seohyun serak suaranya hampir tidak terdengar sama sekali.

 

Kyuhyun mendekap erat tubuh istrinya yang berusaha menggapai bayi mereka. Kyuhyun menangis dalam diamnya sambil menahan tubuh istrinya yang meronta-ronta menginginkan bayi mereka.

Para dokter dan suster yang dengan cekatan masih terus berusaha merangsang pernapasan bayi mungil ini hampir dibuat frustasi, karena sudah di menit ke empat kelahirannya masih belum menunjukkan tanda-tanda tangisannya. Sambil diusapnya tubuh kecil yang masih tergolek lemah itu Yeonji selaku dokter yang menangani kelahiran ini sudah dibuat pening seketika dengan kejadian yang diuar perkiraannya. Setelah kesekian kalinya di usap punggungnya dan di tepuk pelan telapak kaki kecil sang bayi akhirnya tangisan itu terdengar.

Saat suara tangis itu terdengar langsung saja suara tersebut menggema di ruangan. Air mata Seohyun jatuh kian deras. Rasa sakit itu kini berganti dengan sebuah perasaan haru yang sulit digambarkan.

Tubuh Kyuhyun membeku. Kedua bola matanya dapat menangkap jelas bagaimana tubuh mungil bayi yang masih berlumuran darah itu berada dalam gendongan dokter yang tak jauh dari istrinya. Tangisan bayi itu mampu mengusik gendang telinganya yang mengakibatkan kaki Kyuhyun lemas namun ia masih bisa berdiri.

“Syukurlah Kyu, selamat bayimu laki-laki sehat dan sempurna. Sekali lagi selamat” ucap Yeonji sembari diletakkannya tersebut bayi yang memang belum di potong tali pusarnya diatas dada eommanya, sosok eomma baru yang masih terlalu terharu dengan tangisan bayi di dekapannya.

“A.. ak.. aku berhasil melahirkannya oppa..” ucap Seohyun dengan bibir yang bergetar di sela isakkannya sembari menatap Kyuhyun. Rasanya sungguh tidak di percaya, kini dia resmi menyandang status sebagai eomma dari bayi laki-laki yang baru saja lahir ke dunia.

“Iya Hyun-ee. Kau sudah berhasil melahirkan jagoan kecil kita” ucap Kyuhyun sambil memandang haru bayi yang ada di dekapan istrinya.

 

“Selamat ulang tahun oppa, dan selamat datang uri baby” ucap Seohyun menatap suaminya dan bayi merah yang ada di dekapannya. Rasanya hangat dan lembut ketika beberapa menit yang lalu dokter yang menanganinnya meletakkan bayinya di permukaan dadanya, dan rasa haru seketika membuncah ketika dapat merasakan denyut nadi si kecil kala dada kecil bayinya bersentuhan langsung dengan dadanya.

 

“Gomawo, gomawo untuk selalu berusaha membawanya untuk berada disini” ucap Kyuhyun sambil terus mencium puncak kepala istrinya, ia yang sedari tadi tidak berhenti mengucapkan kata tersebut sudah terlanjur kagum  pada sosok yang berjuang sangat keras untuk beberapa jam yang lalu.

 

“Sama-sama oppa, terima kasih juga untuk selalu menemaniku berjuang disini” ucap Seohyun sambil memandang wajah suaminya dengan wajah lelahnya.

Tidak ada yang tahu siapa yang memulai terlebih dahulu, kini bibir keduanya nampak bersentuhan dengan sedikit lumatan, anggap saja ini sedikit ungkapan rasa syukur keduanya atas keberhasilan mereka melewati masalah ini. Masalah yang membuka kehidupan baru bagi keduanya. Tangisan si kecil di dekapan eommanya membuat aktifitas keduanya terhenti.

 

“Hallo” ucap Kyuhyun kikuk sambil mencium pipi gembil si kecil yang nampak memerah karena tangisannya, sosok kecil yang sedari tadi hanya menggeliat nyaman di dada eommanya kini nampak memberontak.

 

“Kalian harus pandai membagi waktu kalian, arra? Lihatlah sepertinya sosok kecil diantara kalian terlihat sedang protes” ucap Yeonji selaku dokter yang menangani proses kelahiran generasi Cho itu.

 

“Kyu, bantu potong tali pusarnya agar bisa cepat dimandikan” lanjut Yeonji mengingatkan Kyuhyun yang memang sudah bersiap untuk memotong tali pusar putra kecilnya sendiri.

 

“Waktunya mandi dahulu ya” lanjut Yeonji berusaha mengangkat bayi berjenis kelamin laki-laki itu dari dada eommanya. Seketika tangisan yang memekakkan telinga langsung terdengar.

 

“Wae? Wae? Wae?” tanya Kyuhyun yang bingung dengan tangisan keras si kecil yang kini berada di pangkuan dokter wanita itu.

 

“Sebentar ne, kau harus mandi dulu tampan” ucap Yeonji sambil membawa sosok kecil itu untuk dimandikan tanpa memperdulikan tangisannya.

 

“Aigo~ sekalinya menangis kenapa keras sekali” gumam Yeonji sambil ia usap tubuh kecil itu dengan lembut.

 

“Nyonya Cho, tolong jika nanti ada sedikit kontraksi, mengejanlah. Placentanya belum keluar” perintah Nara selaku assistant dari Yeonji sembari memijat bagian rahim sosok eomma baru itu. Seohyun sedikit meringis ketika placenta tersebut di tarik keluar lewat jalan lahir putranya.

 

“Bukan hanya bayinya yang besar, placentanya juga besar ny. Cho” komentar Nara  sambil ketika berhasil mengeluarkannya.

 

Seohyun hanya bisa tersenyum melihat besarnya tempat penampungan makanan si kecil yang masih berbalut banyak darah itu sedangkan Kyuhyun sudah dibuat bergidik melihat bentuk placenta yang selama ini hanya bisa ia lihat lewat media saja, berbeda dengan kali ini yang dimana ia bisa melihatnya secara langsung.

Setelah dimandikan dan terlihat rapih dengan selimut yang di pakaikan, Yeonji bawa bayi dengan rambut lebat itu kepangkuan eommanya.

 

“Anda bisa sedikit menahannya kan? Prosedur ini lebih baik dilakukan tanpa anastesi” perintah Yeonji yang kini sudah mengenakan sarung tangannya. Seohyun yang paham dengan ucapan dokter yang menanganinya hanya mengangguk mengiyakan, berbeda dengan Kyuhyun yang kini menatap istrinya penasaran dengan apa yang di maksud oleh keduanya.

 

“Aku harus mendapatkan beberapa jahitan disana oppa, dan untuk mempermudah proses penyembuhan alangkah baiknya di jahit tanpa menggunakan anastesi” jelas Seohyun menatap suaminya. Kyuhyun hanya bisa melongo dengan penuturan wanitanya yang kini sudah menatap si kecil dipangkuannya.

 

“Yeo.. Yeonji-yah, bisakah kau berikan anastesi untuknya?” pinta Kyuhyun yang kini sudah bergidik membayangkan seberapa sakit rasa yang akan dirasakan istrinya. Namun tidak ada respon untuk permintaannya kali ini.

 

“Selesai, hanya 5 jahitan Kyu. Cukup banyak yang ia dapatkan mengingat jagoan kalian sangat berisi. Lahir dengan berat 4,200gr dan panjang 50cm merupakan anugrah bisa dilalui hanya dengan proses normal. Kalau aku mungkin akan langsung memilih proses caesarean” ucap Yeonji sambil tertawa sembari membereskan keperluan yang ia gunakan sebelumnya.

 

“Tapi memang, ketika normal seorang eomma akan benar-benar merasakan perjuangan sebagaimana yang di rasakan eommanya dulu, jadi dia akan berusaha menjadi seorang eomma yang lebih baik lagi. Bukan berarti yang menjalani proses caesarean tidak akan jadi eomma yang baik, ya namun bukankah memang sudah  menjadi kodrat setiap wanita untuk melahirkan anak-anaknya dengan normal? Jadi yang dibutuhkan hanya keyakinan dari diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya agar bisa membuatnya yakin kalau dia bisa melewatinya meskipun sulit, tapi memang kembali ke pribadi masing-masing” lanjut Yeonji yang kini bisa menatap kalau pasangan di hadapannya sangat puas dengan keputusan mengambil jalan normal untuk melahirkan generasi penerusnya.

 

“Terimakasih Yeonji-yah, terimakasih untuk selalu mendukung keputusan kami” ucap Kyuhyun tulus menatap dokter selaku seniornya dulu ketika di bangku perkuliahan.

 

“Berterima kasihlah pada Seohyun, perlu kuakui kalau dia merupakan wanita yang hebat Kyu” ucap Yeonji mengakhiri obrolan mereka sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut.

 

“Kau.. apa tidak merasa sakit, heum?” tanya Kyuhyun penasaran sekaligus prihatin dengan wanitanya sambil ia usap helaian rambut panjang istrinya yang terlihat lepek.

 

“Oppa tidak seharusnya memikirkan hal lain ketika dia sudah hadir diantara kita oppa” ucap Seohyun sambil ia tatap suaminya.

 

“Itu bukan hal lain sayang, itu tentang kau” ucap Kyuhyun sedih membayangkan banyaknya penderitaan yang diterima istrinya beberapa saat yang lalu hingga kini.

 

“Nan gwaenchana oppa” ucap Seohyun tulus dengan senyum hangatnya menatap sosok appa bagi jagoannya yang kini matanya sudah terlihat berkaca-kaca.

 

“Oppa janji, oppa akan selalu mencintaimu, menyayangimu, sampai kapanpun, oppa janji” janji Kyuhyun sambil ia peluk dan cium puncak kepala sosok wanitanya, wanitanya yang hebat.

 

***

Ruangan tersebut nampak ramai dengan banyaknya komentar akan sosok yang baru hadir ke dunia ini. Sosok kecil yang hingga kini belum memiliki nama, ayolah~ apa kedua orang tuanya terlalu sibuk sehingga lupa untuk menyiapkan nama untuknya? Namun semua diabaikan setelah melihat keajaiban si kecil yang baru saja bergabung. Keluarga Seo yang kini sudah bergabung nampak mengambil penerbangan tercepat agar bisa melihat kelahiran cucu pertamanya.

 

Jayden (2)

 

“Omo, tampan sekali cucuku ini” ucap ny. Cho memuji cucu laki-laki pertamanya, mengingat Ahra selaku kakak perempuan dari Kyuhyun memberinya cucu perempuan yang bernama Choi Ellie dan sudah berumur 5 tahun sekarang.

 

“Lihat-lihat, ada rambut tebal nan hitamnya Kyuhyun disana” lanjut ny. Cho masih terkagum dengan bayi di hadapannya sambil menoel besannya dengan semangat.

 

“Aigo~ ada hidung mungil uri Seohyun” komentar ny. Seo menambahkan kekagumannya pada sosok yang masih tidur di boks intensif itu.

 

“Jangan lupa, pipi putrimu menurun pada putra kecilnya ny. Seo” ucap ny. Cho menambahkan dengan semangat.

 

“Ya Tuhan, aku sudah tidak sabar untuk membawanya kemanapun nanti” lanjut ny.Cho yang terlalu gemas dengan cucu tampannya ini.

 

“Nak, kau harus hati-hati ya untuk menjaga cucu laki-laki kami dari gemasnya halmoni itu” ucap tuan Cho dan tuan Seo bersamaan pada Kyuhyun yang kini hanya tersenyum menanggapi keantusiasan kedua orang tuanya maupun kedua orang tua istrinya.

 

“Kyuhyun, apa tulisan yang tertera di boks intensif ini benar?” tanya ny. Seo sedikit terkejut membaca informasi mengenai berat badan dan panjang yang tertera di papan nama cucunya pertamanya.

 

“Ne eomma-nim, itu benar” jawab Kyuhyun.

 

“Astaga, oppa uri Hyun-ee pasti berjuang sangat keras saat itu” adu ny. Seo pada suaminya.

 

“Nan gwaenchanayo eomma” jawab Seohyun pelan sambil senyum yang tetap menghiasi wajahnya.

 

“Putri kita memang sudah menjadi eomma yang hebat, dari sekian banyak prestasi yang dia raih, appa sangat bangga dengan keputusanmu ini nak. Melahirkan normal seperti eommamu dulu ” ucap tn. Seo pada putrinya sambil diusapnya rambut panjang dari eomma cucu pertamanya.

 

“Appa~” ucap Seohyun yang kini sudah memeluk hangat tubuh tn. Seo.

 

“Kau harus jadi jagoan yang hebat dan selalu menyayangi eommamu, arra?” pinta ny. Seo pada bayi merah yang masih asik dengan dunia mimpinya sambil di ciuminya pipi berisi nan berwarna merah muda dari cucunya.

 

“Cucu tampanku, pasti akan sangat menyayangi eommanya nanti. Ya tampan ya?” ucap ny. Cho sambil di rangkulnya besan yang ada di sebelahnya. Sedikit lebih berisik ketika keduanya membicarakan perihal kado yang mereka persiapkan untuk menyambut cucu tampannya saat nanti cucu jagoannya datang kerumah mereka.

 

“Jangan berisik, nanti cucu jagoan kami menangis” ucap para haraboji yang kini mengomeli istrinya itu.

Dan benar, tidak menunggu waktu lama kini tangisan keras dari sosok kecil yang sedari tadi hanya terpejam dan sesekali mengulet terdengar. Ny. Cho yang membiarkan besan memangkunya terlebih dahulu, mengingat perjuangan putri mereka sebelum membawa sang penerus kel. Cho, Ny. Seo membawanya pada putrinya yang sedari tadi hanya tersenyum melihat senyum dari kedua orang tuanya dalam menyambut cucu pertamanya.

 

J3

 

“Omo! Dia membuka matanya, cucuku tampan sekali” ujar ny. Cho yang kini nampak mengabadikan poto Jayden di smartphonenya.

 

“Tentu tampan, siapa dulu appanya” bangga Kyuhyun yang disambut dengan sikut-an eommanya.

 

“Wajahnya mirip seperti Kyuhyun jika bangun tidur” ledek tn. Cho tapi senyumannya terlihat bangga dengan si kecil Cho itu.

 

“Benar, dominan sekali wajah Kyuhyun di wajah kecilnya” ucap tn. Seo menimpali besannya sambil tersenyum.

 

“Gwaenchanayo, berarti memang jelas kalau cucu kita ini memang anaknya Kyuhyun” ucap ny. Seo menengahi argumen diantara para harabeoji itu.

 

“Eomma-nim memang yang terbaik” jawab Kyuhyun yang kini sumringah mendengar pembelaan dari eommanya Seohyun.

 

“Eomma, lihatlah aku sudah bangun eomma” ucap ny. Seo meniru suara anak kecil layaknya

memperagakan kalau cucu laki-lakinya ini berbicara pada eommanya yang tak lain ialah putrinya sendiri.

 

“Eomma, kamsahamnida” ucap Seohyun tulus sambil ia peluk eommanya yang kini memangku putranya.

 

“Aku sangat berterima kasih karena eomma, aku bisa merasakan rasanya menjadi eomma pula” lanjut Seohyun yang kini sudah menangis. Kyuhyun yang tadi menghampiri istrinya hanya bisa menepuk-nepuk punggung istrinya, tak ia potong ucapan istrinya karena merasa istrinya perlu mengeluarkan seluruh emosinya kali ini.

 

“Terima kasih telah menjagaku, mendidikku hingga saat ini. Mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk mengucapkan segala alasanku untuk terima kasih padamu eomma, tapi apapun itu alasannya aku sangat sangat menyayangimu eomma, dan tentu appa” lanjut Seohyun yang kini sudah mendapat pelukan sayang dari kedua orang tuanya.

 

“Eomma-nim, appa-nim terima kasih telah memilihku sebagai menantu kalian, sekali lagi terima kasih” ucap Seohyun tulus pada kedua orangtua suaminya.

 

“Aigo~ menantu kami” ucap ny. Cho sambil ia usap air mata yang menetes dari mata bulat Seohyun.

 

“Oppa, terima kasih juga telah memilihku untuk..” ucap Seohyun lagi sambil di peluknya Kyuhyun yang ada di sebelahnya.

 

“Sstt.. sudah, sudah tidak usah berterima kasih. Mau sampai berapa kali lagi berucap seperti itu eoh? Justru oppa yang sangat berterima kasih” ucap Kyuhyun langsung memotong pembicaraan Seohyunnya yang kini ia peluk sayang dan di kecupnya puncak kepala istrinya itu.

 

“Jadi, siapa namanya Kyu?” tanya ny. Cho penasaran kepada Kyuhyun yang kini sedang memainkan pipi bulat putranya yang sudah di letakkan disebelah eommanya. Seohyun yang sedari tadi hanya menatap sosok kecil yang sudah tidur kembali kini menatap ayah dari malaikat kecilnya.

 

“Jayden, Cho Jayden” ucap Kyuhyun menatap si kecil yang menggeliat lucu saat rambut panjang eommanya mengenai wajahnya.

 

“Eotteyo?” tanya Kyuhyun menatap Seohyun yang kini mengikat rambutnya yang sempat mengenai putranya. Seohyun terlihat membenarkan duduknya lalu mengangkat putra kecilnya, Kyuhyun yang melihatnya hanya membantu agar si kecil tetap nyaman di pangkuan istrinya.

 

“Annyeong Cho Jayden, welcome to the world” ucap Seohyun seolah mengikarkan bahwa putranya bernama Jayden yang disambut dengan ucapan sayang dari seluruh keluarga yang menyaksikannya.

 

“Nama yang cocok untuknya Kyu, kau dapat dari mana?” tanya Tuan Cho menepuk pundak putranya.

 

“Aku sudah memikirkannya sejak aku mendengar kalau Seohyun mengandung, appa” jawab Kyuhyun sambil tersenyum.

 

“Aku harap dia dapat menjadi Jade (permata) bagi keluarga kami” lanjut Kyuhyun berdoa tulus menatap putra kecilnya yang kini sudah di kerubungi oleh halmoninya.

 

J4

Cho Jayden

 

“Hallo Jay-ya, Jayden sayang” ucap Seohyun menatap mata kecil jagoannya, terlihat mata kecilnya menatap balik yeoja yang kini bisa ia paham kalau itu eommanya sambil menjulurkan lidah kecilnya. Lalu mata kecilnya menatap appanya yang persis ada di sebelah kiri eommanya.

 

J2

 

“Sedang bercermin eoh?” ucap ny. Cho sambil terkekeh menimpali kala cucu kecilnya terlihat menatap Kyuhyun selaku appanya.

 

“Uri adeul (anak kami), Jay-ya” ucap Kyuhyun seolah mengajak jagoannya berbicara.

 

“Kau harus jadi eomma yang baik arra?” perintah ny. Seo pada putrinya yang disanggupi dengan anggukan eomma baru ini, ny. Seo nampak mencium pipi cucu pertamanya setelah sebelumnya ciuman di pipi gembulnya sudah dicuri oleh ny. Cho.

 

Bayi tampan itu nampak memandang wajah eommanya, mata kecilnya berkedip beberapa kali sebelum akhirnya bibir kecilnya terbuka dan menguap dan matanya tertutup lagi. Semua yang melihat ulah kecilnya nampak gemas, bahkan terkesan ingin menggendongnya lagi setelah tadinya badan kecilnya sudah di gilir untuk di timang oleh seluruh anggota keluarga yang ada di ruangan itu.

 

J1

 

***

Setelah ruangan nampak hening karena seluruh keluarganya Kyuhyun perintahkan untuk pulang dan beristirahat, ia bawa tubuhnya untuk mendekat pada dua sosok yang akan menambahkan warna di hidupnya. Maklum saja, semenjak berita yang Kyuhyun sampaikan kalau Seohyun akan segera melahirkan, sejak itu pula kedua orang tuanya menunggui keduanya seolah-olah tak ingat waktu untuk beristirahat. Sedangkan keluarga eommanya Seohyun bahkan langsung berburu tiket agar bisa cepat sampai ke Korea untuk melihat kelahiran jagoannya, tentu mereka pasti sangat lelah sekarang. Kyuhyun hirup harum putranya yang masih di pangkuan istrinya.

jdn

 

“Kau mengalihkan segalanya jagoan kecil” ucap Kyuhyun berpura-pura menatap galak putranya mengingat kalau keluarganya sampai tidak ingat kalau hari ini ia berulang tahun semenjak kehadirannya. Seohyun hanya terkekeh sambil ia gesek-gesekkan hidung mancungnya dengan hidung mungil nan mancung putranya

 

“Waeyo oppa? Beraninya oppa ingin memarahi putraku” jawab Seohyun yang kini sama berpura-puranya membalas ucapan suaminya.

 

“Berhenti memanggilnya putramu, ini putra kita tahu” ucap Kyuhyun tidak terima dengan pengakuan sepihak dari Seohyun.

 

“Lihat saja wajahnya, jelas-jelas sangat mirip denganku. Kau nampak tampan seperti appamu, sayang” ucap Kyuhyun yang kini sudah menciumi pipi gembil putranya sampai memerah itu.

 

J7

 

“Oppa, berhentilah melakukan itu. Kau terlihat menyiksanya dengan ciuman-ciuman kecil itu” ucap Seohyun yang sudah menjauhkan putranya dari serangan ayahnya yang memiliki julukan the best kisser itu.

 

“Tunggu sebentar, jadi kau ya jagoan kecil yang menyiksa appamu kemarin malam. Kau tahu, bahkan appamu ini sampai bingung harus mengenakan celana apa mengingat kau mengacaukan segalanya kala itu” ucap Kyuhyun masih berpura-pura marah menatap putranya dan mengingat kejadian dimana ia dan Seohyun akan memulai ritual malamnya sebagai kado di hari ulang tahunnya, namun semuanya kandas saat kontraksi demi kontraksi menyiksa istrinya yang kala itu ada di bawah kuasanya *bacaan sebelumnya : Angel Wish.

 

J5

 

Merasa appanya mengintimidasinya, bayi kecil itu buat ekspresi wajahnya seolah-olah ia mengerti dengan ucapan appanya. Mata kecil itu tak kalah galak menatap appanya, alisnya yang terlihat belum tumbuh sudah membingkai wajahnya kalau ia kelak mewarisi tatapan tajam appanya, hidung kecil yang nampak mancung untuk bayi seusianya merupakan percampuran yang sangat pas dari kedua orang tuanya, bibir mungilnya juga sangat mungil menjiplak bibir eommanya, seperti berkata iapun tak patut untuk di salahkan, berusaha membela diri di saat ia tak bisa membalas apapun yang diucapkan appanya.

 

“Aigo~ kenapa menunjukkan ekspresi seperti itu eoh? Oppa, jagoanmu ini seolah menantangmu” ucap Seohyun yang kini nampak sama terkekehnya dengan Kyuhyun mengetahui ekspresi seperti itulah yang di tunjukkan oleh malaikat kecilnya.

 

“Wajahnya Hyun-ee, oppa jadi merasa takut” ucap Kyuhyun yang kini sudah bangkit dari duduknya berpura-pura kalau ia takut, tawanya tak terbendung sampai-sampai ia sibuk memegangi perutnya kalau ia sangat terhibur dengan kejahilannya pada putra kecilnya.

 

J8

 

Wajah Jayden nampak memerah menggeliat ingin melepas kain yang membungkus tubuh kecilnya, tanpa menghitung lama kini sudah dapat di dengar kalau bayi kecil itu menangis keras. Suara nyaringnya nampak memenuhi ruangan besar yang kini hanya menyisakan kepanikan dari orang yang baru mendapatkan gelarnya sebagai eomma dan appa 2 jam yang lalu. Seohyun sebagai eomma baru terlihat sedikit kaku untuk menimang agar jagoannya tetap nyaman meskipun ia hanya terduduk di ranjang pesakitannya.

 

“Ussh ushh ush, sayang, waeyo?” ucap Seohyun berusaha menenangkan bayi lelaki yang baru berumur beberapa jam itu di pangkuannya. Di tengah tangisannya bibir mungil bayinya nampak mencari sesuatu kala Seohyun mencium pipinya agar putranya itu kembali nyaman layaknya beberapa saat yang lalu.

 

“Oppa, berhentilah menggangunya dengan tertawa seperti itu, lebih baik oppa panggilkan Yeonji unnie. Mungkin ia tahu apa yang akan membuatnya nyaman” ucap Seohyun meminta tolong pada suaminya, ia masih belum bisa melakukan kegiatan lain selagi ia memangku putranya, dan suaminya seketika hanya mengangguk paham lalu ia coba tekan tombol untuk memanggil dokter pada dashboard ranjang istrinya.

 

Tangisannya terdengar menggema meskipun dokter yang menanganinya sedang memeriksa popoknya dan memeriksa detak jantungnya takut kalau bayi yang di tanganinya mengalami masalah lain. Yeonji terlihat beberapa kali menekan perut kecilnya untuk memastikan sesuatu, dan senyumnya merekah kala tebakkannya benar.

 

“Seohyun-ah, tolong buka seluruh kancing pakaianmu. Putra kecilmu baru merasakan lapar setelah nyaman tertidur untuk waktu yang cukup lama” ucap Yeonji yang kini menyiapkan air hangat untuk memijat dada eomma baru itu agar lebih rileks ketika menyusui nanti.

Kyuhyun nampak menghampiri putra kecilnya di boks intensif itu, tangisannya terdengar sangat merdu di telinganya. Tangan kecilnya yang kini bebas nampak menggapai-gapai meminta tolong agar siapapun yang di dekatnya bisa memberinya tumpangan agar bisa mendapatkan asupan makanan. Sungguh lucu – pikir Kyuhyun yang kini dengan senyumnya mencium pipi putranya dengan sayang, kekehannya makin menjadi-jadi saat lidah kecil putranya malah menyambut hidung mancungnya.

 

“Kau menjilat hidung appa, eoh? Sabar ne, eomma sedang menyiapkan makanan untukmu” ucap Kyuhyun yang terlihat menenangkan putra kecilnya dengan ia tepuk-tepuk pelan paha montok putranya.

Seohyun yang kini di bantu Yeonji untuk memijat payudaranya hanya tersenyum melihat interaksi antara appa dan babynya, namun setelah mengingat apa yang akan ia lakukan setelah ini ia sedikit takut kalau ia tidak bisa memberikan nutrisi yang baik bagi putranya.

 

“Kau hanya perlu rileks, arra?” ucap Yeonji mengingatkan, dan kini Yeonji bawa tubuh kecil yang hanya mengenakan pampers ke perut eommanya. Sengaja tak langsung Yeonji berikan keinginan bayi kecil yang masih meraung-raung seolah memberi tahu kalau ia sangat lapar sekarang, ia biarkan bayi itu mencari sendiri dimana jalan makannya.

Dengan sedikit meraba-raba menggunakan bibir mungilnya, sosok kecil  yang kepalanya menunduk ke perut eommanya nampak mencari sesuatu ke kanan dan kekiri terlihat gigih mencari dimana ia bisa mendapatkan asupan makanan. Kyuhyun yang melihat usaha yang di buat untuk merangsang perkembangan putranya nampak merekam momen berharga di hadapannya, dimana putranya melalui IMD (inisiasi menyusui dini). Sebenarnya ini sudah dua kali di lakukan, karena mengingat usaha awal IMD gagal karena baby Cho malah tertidur lelap di atas perut eommanya.

 

“Semangat Jayden! Aigo sedikit lagi, kajja! Kau jagoan ayah, ayo semangat” teriak Kyuhyun riang menyemangati putranya yang sedang sibuk merambat ke dada eommanya untuk mencari makanannya.

 

“Oppa, berhentilah melakukan itu. Kau bahkan terlihat seperti supporter bola oppa” ucap Seohyun sambil terkekeh melihat kelakuan suaminya. Tangannya tak di bolehkan untuk mengusap bayinya, karena ketika melakukan IMD bayi akan di biarkan untuk berusaha sendiri tanpa bantuan meskipun hanya usapan dari eommanya.

Kini saat baby Cho sudah menemukan sumber asupan makanannya, yang ia perlukan hanya menempelkan mulut mungil itu lalu menghisap pada bagian yang berwarna coklat dan menonjol di dada eommanya. Wajahnya kian memerah mengetahui kalau mulut mungilnya tak dapat memasukkan keseluruhan dari nipple eommanya, bayi mungil itu sudah terlihat terlalu lelah sehingga tangisannya kian keras. Dan kini Yeonji mengijinkan Seohyun untuk sedikit membantu bayi mungilnya untuk menyesap asi yang sudah banyak keluar sejak tadi, dengan ia arahkan secara langsung dengan tuntunan jarinya pada nipplenya untuk di masukkan langsung pada mulut mungil bayinya dan …

BOOM! Bagaikan menemukan apa yang di carinya, mulut mungil itu bak magnet yang langsung menyesap kuat. Seohyun nampak meringis sakit saat lidah bayinya bersentuhan langsung dengan nipplenya, lidah bayi yang baru lahir memang terasa sangat tajam mengingat sangat sensitifnya bagian itu. Dan bisa dilihat kini Seohyun nampak menggigit bibir bawahnya sambil sedikit meneteskan air mata menahan sakitnya hisapan kuat  pada dadanya yang tak lain ialah ulah putra kecilnya.

 

“Appayo?” tanya Kyuhyun yang kini memberhentikan rekaman momennya tiba-tiba lalu ia usap air mata yang mengalir di pipi istrinya.

 

“Gwaenchanayo oppa” jawab Seohyun sambil tersenyum yang sebenarnya merasa sakit dengan ulah putra kecilnya, namun ia masih terus bertahan dengan senyumnya yang tak luntur sambil ia usap asi yang sedikit keluar dari mulut kecil putranya.

 

“Pelan-pelan sayang, kau sangat haus eoh? Kau akan selalu mendapatkannya dari eomma” lanjut Seohyun sambil ia usap punggung bayinya yang kini ada di dekapannya, tentu dengan selimut yang di tambah untuk melindungi bagian dadanya yang terbuka dan tubuh bayinya yang kini tanpa busana.

 

“Itu memang biasa dialami saat pertama kali menyusui Seohyun-ah, kau akan terbiasa nanti” ucap Yeonji yang mengerti dengan rasa sakit yang dialami pasiennya dan ia nampak memberikan bantal tambahan lengan kanan Seohyun agar lebih nyaman dalam menyusui bayinya. Dan Seohyun terlihat mengangguk mengiyakan dan berusaha bersabar dengan keadaannya sekarang.

 

“Kalau ada hal lain yang di butuhkan, kalian bisa memanggilku lagi” lanjut Yeonji sambil tersenyum dan membenarkan selimut yang kini menutupi tubuh eomma dan bayinya lalu pergi keluar.

 

***

Hari ini merupakan hari ketiga sekaligus hari terakhir Seohyun untuk menetap di rumah sakit, kini saatnya keluarga kecil ini kembali kerumahnya sembari membawa anggota baru yang siap meramaikan rumah bak istana itu. Selama tiga hari di rumah sakit, Kyuhyun hanya mengabarkan pada seluruh sahabatnya dan seluruh sahabat Seohyunnya serta pada seluruh rekan bisnisnya kalau malaikat kecil mereka telah lahir ke dunia. Namun untuk sebuah kunjungan tak Kyuhyun beritahu dimana Seohyunnya di rawat, bahkan untuk menyebar poto sebagai bukti kalau penerus Cho sudah lahirpun tak Kyuhyun berikan. Jadi selama tiga hari itu hanya keluargalah yang berseliweran di kamar VVIP itu, usahanya seperti ini tak lain dan tak bukan hanya ingin memprioritaskan kesembuhan Seohyun dan kesehatan putranya, sungguh protektif seseorang yang baru menyandang gelar appa ini.

Jayden (3)

 

“Dia mulai terbangun lagi Hyun-ee” ucap Kyuhyun terkekeh memandang jagoannya yang sudah bersiap untuk pulang, baby carry telah ia siapkan demi kenyamanan bayi mereka saat di kendaraan nanti.

 

“Jinjja? Annyeong Jay-ya” jawab Seohyun setelah ia selesai merapihkan penampilannya untuk pulang nanti, kini hanya ketika jagoannya tidur saja ia bisa melakukan banyak hal termasuk untuk mempercantik diri, tentu dengan pengecualian jika suaminya ada untuk membantunya mengasuh si kecil sementara ia berdandan.

 

“Lihat bibirnya, bibirnya. Jayden haus, eoh?” ucap Kyuhyun yang kini sudah sibuk menghujami pipi kecil bayinya dengan ciumannya.

 

“Jangan minum susu dulu ya Jay-ya, perutmu masih cukup penuh sayang” ucap Seohyun yang sudah menghampiri putra kecilnya di baby carry-nya, ia tepuk pelan dada bayinya agar tetap tenang walaupun haus sementara perut kecilnya masih cukup penuh karena beberapa saat lalu baru ia susui.

Mata bulatnya nampak mengedip dan bibirnya mengerucut lucu seolah paham dengan jawaban yang di berikan eommanya, sedikit merajuk agar eommanya bisa memberinya susu.

 

“Sshh us hush, Jayden anak pintar ya sayang, nurut dengan eomma dan appa, ya?” lanjut Seohyun sambil mengecup dahi si kecil.

 

“Oppa jadi kita tinggal menunggu para harabeoji dan para halmeoni saja?” tanya Seohyun yang masih mengusap-usap putra kecilnya sambil menatap suaminya yang terduduk di sebelahnya.

 

“Hu um, mereka meminta kita menunggu. Kau tahu sendiri kan sayang, kalau para harabeoji dan para halmeoni itu sangat aktif untuk menyambut uri Jayden” jawab Kyuhyun sambil terkekeh, ia bawa lengannya untuk melingkar di pinggang berisi istrinya.

 

“Bahasamu oppa” ucap Seohyun yang sudah ikut tertawa sebagai mana suaminya. “Uri Jayden kan banyak yang sayang, ya?” lanjut Seohyun berinteraksi dengan si kecil.

 

Setelah mereka sampai di rumah besarnya, sudah terpampang banyaknya karangan bunga yang menyelamati atas kelahiran jagoan kecilnya. Tak hanya di rumahnya, bahkan sudah sejak tiga hari lalu kantor yang sudah tak ia kunjungi sudah terlihat seperti taman bunga dengan banyaknya karangan bunga yang di kirimkan oleh seluruh rekan bisnisnya sebagai ucapan selamat akan kelahiran malaikat kecilnya. Jangan lupakan akan kado, sudah sejak tiga hari lalu anggota yang baru hadir itu sudah membuat para pegawai di rumahnya kerepotan untuk sekedar membereskan banyak kado yang di berikan padanya. Sungguh sangat banyak yang sayang padanya dan berharap segala kebaikan selalu ada untuknya.

 

“Kyu, bahkan pemandangan di rumah kami pun tak jauh berbeda dengan pemandangan rumah kalian” ucap ny. Cho kala memandang karangan bunga yang menghiasi halaman rumah putranya.

 

“Benarkah eomma? Eomma kan tidak melahirkan, kenapa eomma mendapatkan banyak karangan bunga dari kerabat eomma?” tanya Kyuhyun yang tak percaya mengingat eommanya kan bukan yang melahirkan, kenapa harus banyak pula ucapan di rumahnya.

 

“Dasar bodoh, tentu karangan bunga itu untuk cucuku Jayden dan istrimu Kyu!” ucap ny. Cho yang sudah terbawa emosi kala putranya gagal paham dengan ucapannya dengan ia tepuk pundak putranya dengan tas tentengnya yang mengundang teriakan dari si empu yang terkena pukul.

 

“Aish kalian, berhentilah sejenak. Sini, yeobo-ya bantu aku memastikan tidak ada barang cucu kita yang tertinggal” perintah tn. Cho pada istrinya.

 

“Sana Kyu, papah istrimu saat masuk kedalam rumah” perintah ny. Cho pada putranya seolah kontras dengan apa yang ia lakukan bersama putranya tadi.

 

Dengan sedikit berlari Kyuhyun sudah berada di sisi pintu mobil istrinya, ya, Seohyun memang belum keluar sejak tadi karena tiba-tiba buah hati mereka menangis keras dan dengan terpaksa harus menyusui di dalam mobil, tentu selain keluarga orang yang tak berkepentingan terlihat berdiri tegak dan membelakangi mobil tersebut agar tidak melihat apa yang seharusnya tidak mereka lihat.

Dan berbekal penutup menyusui yang sudah jauh-jauh hari di beli olehnya, Seohyun akan memberikan pangeran kecilnya asi walaupun mereka masih di dalam mobil. Ditemani oleh eommanya yang membantunya saat masih merasa sulit untuk menyusui sembari duduk.

 

“Hidungnya Hyun-ee, jangan sampai tertutup dengan dadamu” ucap ny. Seo mengintrupsi dan diangguki oleh putrinya yang masih sibuk membenahkan posisinya dan bayinya agar nyaman.

 

“Aw~ sayang, pelan-pelan” ucap Seohyun berusaha mengajak jagoannya berinteraksi kala ia merasakan lidah bayinya yang masih terlalu asing untuk bagian tubuh atasnya itu.

 

“Sabar ya Hyun eomma, nanti juga terbiasa” ucap ny. Seo menyemangati putrinya yang sangat pro dengan program breastfeeding itu sambil diusapnya helaian panjang rambut putrinya yang terlihat mengangguk mengiyakan.

 

“Eomma-nim, masih lama?” ucap Kyuhyun dari luar mobil dengan mengetuk kaca, kebetulan eomma Seohyun memang berada di sisi kaca mobil, sedangkan Seohyun duduk di tengah dan baby carry di letakkan di belakang kursi kemudi. Tentu bayi mereka tidak lagi di letakkan di baby carry mengingat Seohyun sedang memberinya nutrisi.

 

“Ne Kyu, mungkin tunggu sampai 5 menit ya Kyu. Setidaknya sampai jagoan kecil kalian sudah sedikit tidak haus” jawab ny. Seo akan pertanyaan menantunya itu.

 

Di papahnya tubuh lemah istrinya yang masih berisi kala masih tersisanya lemak sehabis melahirkan pangeran kecil mereka, tidak sepenuhnya memapah karena sosok wanita tangguh ini sudah dapat berjalan normal namun hanya sedikit pelan saja. Kyuhyun lingkarkan lengannya pada pinggang istrinya, sedangkan bayi mereka berada di gendongan halmeoninya. Jika ketika di rumah sakit yang menggendong adalah dari pihak Cho, maka kini dari pihak Seo lah yang menggendong bayi mereka untuk masuk kedalam rumah pertamanya ini. Mengingat bagaimana antusiatismenya mereka saat menyambut cucu kecilnya, mereka telah membuat kesepakatan sendiri untuk urusan menyambut si kecil Cho di rumahnya.

 

“Selamat datang nyonya muda, selamat menjadi eomma, dan semoga selalu ada kebaikan untuk anda” ucap Ahn ahjumma diikuti dengan sambutan seluruh assistant yang membantu rumah keluarga Cho.

Benar bukan seluruhnya tampak menyambutnya dengan segala doa, tidak ada kebohongan dari seluruh ucapan yang terlontar dari banyaknya assistant yang ada di rumah itu.

 

“Terimakasih akan seluruh ucapannya, kami benar-benar berterima kasih akan seluruh doa yang kalian berikan pada kami” ucap Kyuhyun yang kini mewakili istrinya untuk berterima kasih akan segala sambutan untuk keluarga kecilnya.

 

“Terima kasih” ucap Seohyun sambil tersenyum ramah.

 

“Sekarang tolong ijinkan kami untuk beristirahat” lanjut Kyuhyun yang sudah melanjutkan langkahnya setelah adanya anggukkan dari seluruh assistant rumah tangganya.

 

Di kamar yang bernuansa putih itu kini terlihat ramai dengan tidurnya sosok kecil di ranjang berukuran king size itu, yang biasanya hanya di tiduri oleh dua manusia kini ada anggota baru yang ikut tertidur sementara disana.

 

 

“Kyu, berbagilah dengan putra kecilmu dulu ya. Biarkan dia tidur bersama kalian sementara ini, daripada Seohyun harus bolak-balik ke kamar Jayden nantinya, ya meskipun di kamar putramu ada pula ranjang yang sama besarnya” ucap ny. Cho menasehati putranya setelah dia letakkan bayi laki-laki itu di tengah ranjang besar itu.

 

“Dan kau pastikan jangan mendengkur, arra?” lanjut ny. Cho meminta pengertian putranya.

 

“Eomma, bagaimana bisa untuk tidak mendengkur” jawab Kyuhyun sedikit frustasi mendengar keinginan eommanya.

 

“Eomma, biarkan Kyuhyun oppa untuk tetap mendengkur di kamarnya. Dan tak apa kalaupun harus aku yang berbolak balik antara ke kamar Jayden dan ke kamar kami. Lagipula biarkan Jayden terbiasa dengan kamarnya eomma” jawab Seohyun yang kini menengahi perdebatan antara eomma dan anak itu.

 

“Kau memang istri dan eomma yang baik Seohyun-ah” ucap ny. Cho menatap menantunya lalu di peluknya istri dari putranya.

 

“Istirahatlah yang cukup, jangan terlalu lelah arra?” pinta ny. Cho sembari di tangkupnya kedua pipi Seohyun selaku menantunya yang di sanggupi dengan anggukkannya.

 

“Seohyun-ah, kau dimana? Aigo~ jagoanmu sepertinya tidak nyaman dengan diapernya, kajja gantikan popoknya terlebih dahulu” ucap ny. Seo yang sedari tadi mencari putrinya.

 

***

Rumah itu kian ramai dengan tangisan si kecil tampan yang baru saja sampai pagi itu, kini senja telah menggantikan warna terang pada langit kala itu. Seohyun dan Kyuhyun yang sedari tadi beristirahat, kini harus terbangun oleh  tangisan malaikat kecil mereka, seluruh keluarganya telah kembali ke kediaman masing-masing untuk memastikan agar keduanya beristirahat.

 

“Sayang, sabar ne? Biarkan eomma mengganti diapermu dulu arra?” ucap Seohyun yang kini sudah bergegas menggantikan diaper putra kecilnya.

 

“Siapa yang menangisnya paling keras disini?” tanya Kyuhyun meledek jagoannya yang kini sudah terdiam dengan hisapan yang teratur dari mulut mungilnya.

 

“Anieyo appa, aku hanya sangat haus” ucap Seohyun sambil menirukan suara anak kecil. Dan dapat Seohyun lihat kini suaminya bergegas bangkit dari ranjang keduanya.

 

“Oppa mau kemana?” tanya Seohyun yang melihat pergerakan dari suaminya, tak ada jawaban dari suaminya yang kini telah menyiapkan sesuatu pada meja yang khusus menempatkan keperluannya dan bayinya di kamar mereka. Dan kini bisa dia lihat kalau suaminya kembali dengan menyuguhkan segelas susu khusus ibu menyusui yang ternyata dibuatkan oleh suaminya saat meninggalkannya tadi dan segelas air mineral.

 

“Cha minumlah terlebih dahulu, bukannya baru bangun tidur eoh? Ini minum air putih dulu, baru susunya” ucap Kyuhyun menginterupsi ketika ia dudukkan tubuhnya di pinggir ranjang. Seohyunnya yang kini sedang memberi asupan nutrisi bagi bayi mereka dengan bersandar pada dashboard ranjangnya menerima air mineral itu dengan suka rela.

 

“Gomawo oppa” ucap Seohyun tulus kala susu khusus ibu menyusui itu tandas dan hanya menyisakan dua gelas kosong yang teronggok di nakas.

 

CUP

 

Kyuhyun cium bibir ranum itu setelah melihat adanya noda susu yang tertinggal disana. Lagi-lagi sepertinya sosok istri dari Cho Kyuhyun ini harus dibuat terkejut kala bibir tebal suaminya sedikit melumat bibirnya.

 

“Manis” komentar Kyuhyun singkat kala melepaskan panggutan singkat mereka.

 

“Lain kali jangan berbuat seperti itu dengan tiba-tiba oppa, apalagi ketika aku sedang menyusuinya. Aku takut dia tersedak karena keterkejutanku” ucap Seohyun mengkritik sikap Kyuhyun yang tiba-tiba melakukan skinship dengannya.

 

“Oppa lihat bukan, karena aku terkejut tadi uri Jayden jadi terbatuk” lanjut Seohyun berujar sambil di usapnya punggung kecil putranya karena merasa hisapan kecil putranya yang nampak kuat itu terdiam beberapa saat sebelum akhirnya terbatuk karena derasnya asi yang di milikinya.

 

“Oppa minta maaf, oppa tidak tahu Hyun-ee” ujar Kyuhyun merasa bersalah dengan ulahnya beberapa saat lalu.

 

“Kyuhyun kecil, jangan marah dengan appamu ini ya? Appa minta maaf” ujar Kyuhyun pelan sambil ia hirup wangi pipi bayinya yang kini sudah merasa terganggu karena ulahnya, dan bisa dilihat kalau tangan mungilnya yang berbalut sarung tangan nampak sedikit mendorong pipi bulan appanya.

 

***

Sudah menjadi kegiatan rutinnya selama seminggu ini untuk bangun tengah malam dan menyusui setiap sejam sekali, ketika normalnya bayi menyusu dua jam sekali ini berbeda dengan jagoan kecilnya yang kini nampak asik meminum asi di pangkuannya. Diaper yang sudah enam kali diganti terhitung dari malam hari ini, terasa sudah penuh lagi setelah beberapa saat lalu baru ia ganti sebelum di susuinya putra kecilnya itu.

 

“Diapermu sudah penuh lagi sayang. Cha, biarkan eomma mengganti diapermu dulu” ucap Seohyun sambil ia paksa bibir kecil itu melepaskan asupan makanannya dengan jarinya, dan benar sosok kecil yang masih haus nampak menangis keras di sela-sela eommanya menggantikan diapernya.

 

“Hoam, masih mengajak eommamu begadang terus eoh?” ucap Kyuhyun yang masuk ke kamar putranya yang kini ia bawa tubuhnya untuk memeluk wanita yang sedang mengurus keperluan putranya. Istrinya sedang menggantikan diaper bayi mereka di tempat khusus untuk mengganti diaper sambil berdiri. Ia peluk istrinya dan meletakkan kepalanya pada cerukan leher kanan istrinya, ia kecup pipi kanan wanitanya yang kini hanya tersenyum menanggapi kelakuan suaminya.

 

“Tidurlah oppa, lihat sudah pukul 1 pagi. Besok bukannya oppa harus berangkat ke kantor, heum?” tanya Seohyun pada appa dari jagoannya yang kini sudah mengusap-usap perutnya yang masih belum kembali seperti sedia kala.

 

“Kau lupa ya kalau oppa sudah mengambil cuti dua bulan penuh hanya untuk membantumu mengurusi jagoan kita” ucap Kyuhyun yang kini menghirup harum rambut panjang istrinya dan bisa dilihat kalau istrinya membalikkan tubuhnya menatap tajam matanya.

 

“Tenang saja, oppa cuti dua bulan tidak akan membuat kita tidak makan sayang” ujar Kyuhyun sambil terkekeh mengetahui kalau sang istri kurang setuju dengan keputusannya bercuti ria.

 

“Tapi oppa harus tetap mengontrol semuanya arra? Aku tidak mau kalau banyak saham yang turun karena pimpinannya tidak berada di tempat” jawab Seohyun yang kini menatap suaminya hangat sambil diusapnya rambut ikal suaminya dengan tangan kanannya lalu di rambatkannya tangan itu pada pipi suaminya sedangkan tangan kirinya sudah ia rambatkan di dada suaminya yang berlapiskan kaos v neck berwarna putih.

 

“Sayang~” ucap Kyuhyun tertahan yang sudah tersulut nafsunya untuk melanjutkan kegiatan malamnya.

 

“Hatchi.. hatchi.. hatchi” suara kecil di balik tubuh istrinya menyadarkan Kyuhyun yang terbuai hanya dengan usapan hangat istrinya. Dan bisa dilihat kalau istrinya tengah terkekeh sambil ia lirikkan mata bulatnya pada jagoannya yang memang masih terjaga berusaha mengingatkan kalau dirinya masih dalam masa pra-natalnya.

 

“Maaf ya oppa, aku tidak bermaksud untuk memancingmu” ucap Seohyun masih dengan kekehannya menertawakan suaminya. Dan bisa dilihat kini suaminya hanya menggaruk lehernya yang tak gatal itu.

 

“Ekhm sudah sudah, cha tampan kini saatnya untuk tidur ya sayang” lanjut Seohyun berusaha menetralkan suaranya sambil ia balikkan tubuhnya untuk menatap jagoannya yang kini menggosok-gosokkan tangan mungil yang berbalut sarung tangan itu ke pipinya.

 

“Bawa dia tidur bersama kita sayang” ucap Kyuhyun memecahkan sepi sambil ia tepuk pelan paha berisi nan putih putranya, putra kecilnya sudah terlihat tenang dengan ia tatap wajah sang appa yang ada di hadapannya selain wajah eommanya meskipun bayi seusianya belum dapat melihat dengan jelas.

 

“Kita biasakan dia untuk mendengar suara dengkuran appanya” lanjut Kyuhyun sambil terkekeh yang kini sudah membantu istrinya untuk membenarkan baju Jayden yang sedikit tersingkap saat di angkat oleh Seohyun selaku eommanya.

 

“Aku malahan yang sedikit takut oppa, takut kalau dia akan mengganggu waktu istirahatmu oppa” gumam Seohyun yang kini sudah menyanyikan senandung kecil untuk putranya sambil ia usap-usap tubuh mungil bayinya.

 

“Dia putraku juga sayang, jadi jangan berusaha menyusahkan diri sendiri untuk mengurusnya. Biarkan aku juga ikut serta” ucap Kyuhyun yang kini mencuri kecupan kecil di pipi jagoannya.

 

“Heum sudah tidur lagi” lanjut Kyuhyun berkomentar.

 

“Tunggu saja satu jam lagi, nanti juga akan bangun lagi” jawab Seohyun sambil ia benarkan kancing pajamas yang ia gunakan.

 

“Kajja” ajak Kyuhyun sambil ia letakkan tangan kirinya di pinggang istrinya.

 

***

Sudah se-jam berlalu, tangisan bayi mereka terdengar lagi, Seohyun yang peka dengan tangisan putranya terlihat memposisikan dirinya untuk memberikan asupan nutrisi lagi bagi jagoannya, ia buka beberapa kancing pajamasnya. Dan Kyuhyun yang sedikit terusik pun terbangun, seketika senyumnya mengembang melihat pemandangan di hadapannya.

 

“Tadi bermimpi apa sayang?” gumam Seohyun pelan berusaha berinteraksi dengan putranya yang kini sudah memejamkan matanya sambil menyesap nutrisinya.

 

“Aku belum bermimpi apa-apa, tapi aku takjub ketika terbangun aku sudah di beri pemandangan bidadari dengan jagoan kecilnya” jawab Kyuhyun tiba-tiba, dapat Kyuhyun lihat kalau istrinya sedikit terkejut.

 

“Oppa, maaf kalau Jayden mengganggu tidurmu” ucap Seohyun yang kini sudah menatap suaminya sambil ia tepuk pelan bokong kecil putranya dengan tangan kirinya.

 

“Anieyo, jangan berpikir seperti itu. Heum, jagoan appa haus, eoh?” ucap Kyuhyun yang kini sudah menciumi pipi yang sesekali menggembung besar lalu mengempis lagi karena sedang meminum nutrisinya.

Seohyun yang melihatnya hanya tersenyum sekaligus merapihkan sedikit rambut berantakan suaminya yang justru nampak menambah ketampanannya. Ia sedikit merasakan pergerakan suaminya yang nampak mempersempit jarak diantara keduanya, tentu dengan menyediakan tempat untuk jagoannya yang sedang ia susui. Kini dapat ia rasakan suaminya memanggut hangat bibir ranumnya di pagi buta, karena waktu masih menunjukkan pukul dua.

Keduanya nampak terkekeh setelah mengakhiri pergulatan bibir keduanya, Kyuhyun usap bibir yang memerah karena ulahnya yang kini nampak basah dengan ibu jarinya.

 

“Yeppeuda (cantik)” ucap Kyuhyun singkat sambil tersenyum menatap wanita terhebat selain eommanya dan noonanya sendiri di hidupnya.

Bukannya menjawab pujian dari suaminya kini Seohyun di buat menatap jagoan kecilnya, karena dapat dirasakan tangan kecil putranya yang masih mengepal itu menepuk-nepuk dadanya pelan, seperti berkata ia ingin appa dan eommanya tidak lupa dengan kehadirannya. Dan dapat dilihat kalau mulut kecilnya melepaskan asupan makanannya, mata bulatnya menatap lekat eommanya yang kini menyambutnya dengan senyuman.

 

“Anin jani (tidak tidur), heum?” ucap Seohyun yang kini mengancingkan beberapa kancing pajamasnya, namun sosok kecil yang berada diantara keduanya hanya menguap lucu.

 

“Sepertinya Jayden rindu berada di dekapan appanya seperti saat belum lahir dulu” lanjut Seohyun yang kini menatap suaminya, ya memang benar saat Seohyun mengalami susah tidur maka dekapan Kyuhyun selaku appa dari bayinya lah yang dapat membuatnya terlelap dengan dekapannya.

 

“Tolong posisikan dia agar berada di atas dadaku Hyun-ee” pinta Kyuhyun yang kini sudah memposisikan tubuhnya agar putra kecilnya dapat bertelungkup di dadanya dengan nyaman.

 

Dengan naluri appa yang ia miliki, kini bayi yang masih berumur seminggu itu sudah sukses terlelap di dadanya. Tampak sesekali gumaman lagu ia nyanyikan untuk jagoannya sambil ia usap punggung kecil putranya agar lekas tertidur.

Dug dug dug – detak jantung kecil putranya terasa sangat halus di atas dada bidangnya yang berlapiskan pajamas, ia sangat mensyukuri kalau Tuhan masih memberikannya kebahagiaan atas nafas dan detak jantung si kecil untuknya, istrinya bahkan seluruh keluarga besarnya. Sedangkan Seohyunnya kini sudah berbaring beralaskan lengan kanannya sembari memeluk tubuh kecil bayinya yang berada diatas perutnya.

 

“Oppa?” panggil Seohyun kala suasana kian hening mengingat putra kecilnya terlihat sudah menyambangi alam mimpinya, dan suaminya pun sudah menghentikan alunan suara nyanyiannya.

 

“Heum? Waeyo?” tanya Kyuhyun yang ternyata masih terjaga dan terlihat mengecup puncak kepalanya.

 

Dengan sedikit menengadahkan wajahnya Seohyun bawa bibirnya untuk mengecup bibir tebal suaminya “Terima kasih” ucap Seohyun tulus sambil di tatapnya suaminya itu.

 

“Oppa yang seharusnya berterima kasih, sayang” ralat Kyuhyun membenarkan ucapan istrinya sambil di acaknya helaian rambut panjang istrinya.

 

“Aigo, apa benar ya dia itu yang mengisi perut besarmu waktu itu?” lanjut Kyuhyun bertanya sambil ia tepuk tepuk pelan bokong Jayden, sesungguhnya memang baik Kyuhyun maupun Seohyun masih sangat tidak menyangka kalau si kecil yang ada bersama mereka ini berasal dari perut besar Seohyunnya yang menghiasi keseharian mereka beberapa bulan yang lalu.

 

“Hu um, seperti mimpi. Bagaimana bisa bayi ini berada di perutku hingga akhirnya keluar dari tubuhku” ucap Seohyun makin ngelantur mengingat betapa menggemaskannya buah cinta mereka.

 

“Tidak ingat huh bagaimana ia memunculkan diri” celetuk Kyuhyun dengan seringainya mengingat bagaimana jagoan mereka bisa hadir mengisi ruang di dalam tubuh Seohyunnya.

 

“Tentu dengan maha karya bibit Cho Kyuhyun yang tampan ini, ….. Aw~ Hyun-ee” lanjut Kyuhyun sambil mengusap bekas cubitan Seohyun di pinggir perutnya namun kekeh-an pun terdengar saat ia menyombongkan dirinya sebagai pemberi jalan hidup bagi si kecil di tubuh istrinya.

 

“Jaga bicaramu oppa, bayi seumuran Jayden sangat peka dengan apa yang ia dengar oppa” ujar Seohyun mengingatkan.

 

“Tapi ini sakit sayang” adu Kyuhyun merasa dirinya tersakiti, dan sedikit perlu perhatian.

 

“Mana yang sakit? Sini biar aku cium yang sakit agar lekas sembuh” ujar Seohyun sambil tersenyum ikut menimpali manjanya appa dari si kecil Cho.

 

“Tidak usah, di peluk saja lagi. Seperti ini” ucap Kyuhyun tersenyum sambil ia tarik lengan istrinya agar bisa melingkari perutnya lagi untuk memeluknya dan si kecil Cho.

 

Beberapa saat ketiganya menyambangi tidurnya, Seohyun yang memang sengaja menjaga agar bayinya tidak terlalu lelah menelungkup kini sudah mengangkat tubuh kecil nan rapuh itu dari dada suaminya. Tangisan kerasnya terdengar menggema di kamar keduanya.

 

“Sshhh sshhh.. jagoan appa. Jangan menangis sayang” ucap Kyuhyun yang kini sudah terduduk ikut menenangkan putranya yang berada di dekapan istrinya.

 

“Nanti kalau terlalu lama menelungkup seperti tadi jagoan eomma pasti akan lelah, sayang~” ucap Seohyun yang kini terlihat mengusap-usap tubuh kecil itu dengan sayang, tapi tangisannya tak kunjung berhenti. Yang Seohyun lihat kini bayinya malah berusaha menggesek-gesekkan tangan kecilnya ke pipinya yang makin memerah seolah-olah menginginkan sesuatu walaupun kantuk menyerang mata mungilnya.

 

“Jagoan eomma masih haus, eoh? Cha tunggu sebentar ne” ucap Seohyun yang kini sudah memberikan nutrisinya pada putranya sembari terduduk. Dengan cekatan Kyuhyun coba bantu istrinya dengan mengambilkan nursery pillow untuk menopang jagoan kecilnya agar istrinya tidak terlalu lelah nantinya.

 

“Ternyata cukup sulit ya untuk memastikannya agar tetap tenang” ucap Kyuhyun menatap putranya yang kini ada dipangkuan istrinya sambil meminum nutrisinya.

 

“Oppa juga dulu sama seperti Jayden” ucap Seohyun yang kini menatap suaminya yang sudah bersandar pada dashboard ranjang mereka.

 

“Ne? Aku?” ucap Kyuhyun sedikit tak percaya kalau dia mempunyai cermin kecil yang kini ada di pangkuan istrinya.

 

“Huum, eomma-nim pernah bilang kalau oppa juga dulu sering menangis tengah malam hanya karena haus. Dan tentu sangat berbeda dengan aku dan Ahra unnie” ucap Seohyun sambil membersihkan asi yang sedikit keluar kala mulut kecil putranya tidak dapat menampung semuanya.

 

“Diakan putraku, jadi tidak apa-apa kalaupun harus sama sepertiku” ucap Kyuhyun yang kini sudah mengusap-usap rambut hitam nan lebat jagoan kecilnya.

 

“Tentu akan terasa sangat ganjil nantinya kalau jagoan kita mirip dengan orang lain” lanjut Kyuhyun yang kini sudah terkekeh sambil ia ciumi pipi merona putranya, bukan hanya pipi kecilnya yang Kyuhyun ciumi melainkan bibir kecil putranya yang kini masih terus menyesap nutrisinya. Dan secara tidak langsung kini bibir tebalnya nampak mengecup areola istrinya yang nampak lebih gelap daripada sebelumnya, dapat Kyuhyun lihat kalau istrinya kini sedikit mendelik merespon perlakuannya.

 

“Hanya mengecup Hyun-ee, lagipula bibir Jayden sangat dekat dengan bagian itu, tadinya aku hanya berniat mengecup bibir mungil Jayden saja kok. Ya hitung-hitung dapat sedikit asupan energi untuk esok” ucap Kyuhyun yang kini mengeluarkan cengiran khasnya pada Seohyun istrinya.

 

“Jangan bilang oppa sedang menyampaikan irinya oppa pada Jayden” ucap Seohyun yang kini sudah memincingkan mata bulatnya menatap Kyuhyun yang sudah merebahkan tubuhnya untuk melanjutkan tidurnya.

 

“Anieyo, oppa tidak iri. Yang terpenting nanti jangan lupa bilang pada oppa kalau kau sudah menyelesaikan masa postpartum-mu” ucap Kyuhyun yang kini sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut putih mereka untuk menyembunyikan wajah malunya dihadapan istrinya.

 

“Alasan” komentar Seohyun sambil terkekeh. Lalu setelahnya ia sibukkan menatap jagoannya yang sudah memperlambat hisapannya.

 

“Jay-yah, appamu iri sayang” lanjut Seohyun sembari ia kecup pipi jagoannya yang sudah menyambangi dunia mimpinya.

 

***

Jadwal setiap pagi mereka berubah total, kala hadirnya sosok kecil yang kini sudah asyik ber-asi ria kala Kyuhyun masih harus menopang matanya dengan segelas kopi, dan Seohyun yang masih sesekali menguap sambil ia minum susu buatan suaminya. Yap, setelah pukul 2 terbangun lalu menangis ria dan baru berhasil terlelap sampai jam 3, mereka sudah harus bangun kembali ketika waktu menunjukkan pukul 4, begitu seterusnya hingga pukul 7 mereka harus menjemur si kecil walapun kantuk masih menyerang mata. Mereka hanya tidur berselang se-jam setelah si kecil menyusu, benar-benar hebat dalam waktu beberapa hari, keluarga baru mereka sudah sukses membuat mata Kyuhyun menambah lipatannya dan jangan lupa warnanya pun sudah sedikit lebih gelap layaknya menggunakan eyeshadow. Dan sekarang umur si kecil Cho sudah menginjak 30 hari, itu tandanya corak warna pada mata Kyuhyun sudah kian jelas menampakan kemunculannya.

 

“Oppa~ oppa~, OPPA!” panggil Seohyun dari mulai pelan hingga sedikit berteriak mendengar tak adanya respon dari suaminya itu.

 

“Neeee sayang” jawab Kyuhyun sok siaga padahal ia sendiri terkejut dengan panggilan istrinya itu karena ia sempat jatuh tertidur saat menunggui istrinya menjemur Jayden, padahal mereka kini berada di halaman rumah mereka, saking mengantuknya Kyuhyun sampai tidak sadar untuk tertidur di gazebo halamannya.

 

“Ada apa heum?” tanya Kyuhyun berusaha menghampiri istrinya dengan wajah lusuhnya, wanitanya sedang memangku si kecil yang kini hanya menggunakan diaper dan penutup mata untuk menghindari sinar matahari untuk mata kecilnya.

 

“Sepertinya sinar mataharinya sudah terlalu panas, kajja bantu aku menyiapkan air untuk memandikan Jayden ya oppa?” pinta Seohyun pada suaminya yang kini duduk bersebelahan dengannya, melihat suaminya bersandar pada kursi yang mereka duduki, ia bawa tangan kanannya untuk mengusap rambut ikal suaminya yang nampak berantakan dan wajahnya yang sarat akan lelah serta kantuk.

Kyuhyun yang  merasa istrinya mengusapnya hanya memberikan senyum saat mata keduanya beradu.

 

“Oppa mengantuk? Oppa lelah, heum?” tanya Seohyun sambil tersenyum melihat betapa keras usaha Kyuhyunnya ini terjaga, suaminya itu berusaha menemaninya kala mengurus si kecil.

 

“Anieyo. Kalau aku lelah, kau pasti jauh-jauh lebih lelah daripada aku” jawab Kyuhyun sambil tersenyum yang kini sudah meraih tangan kanan istrinya yang menjelajahi wajahnya untuk mengusapnya lalu ia kecup dalam tangan itu seolah-olah berkata ia baik-baik saja malahan ia yang harus berterima kasih dengan Seohyunnya itu.

 

“Oppa~” ucap Seohyun terharu, entah sudah berapa kali sosok Kyuhyun memperlakukannya sedemikan lembut, namun setiap perlakuan Kyuhyunnya selalu ia anggap sebagai hal baru sehingga ia selalu mengundang malu dan warna pink merona di pipi chubbynya.

 

“Ippeun (cantik), cha.. ayo ajak si kecil seksi ini untuk menjelajahi air” ucap Kyuhyun yang kini sudah mengecup pipi Seohyunnya dan memintanya untuk memberikan bayi mereka kepadanya.

 

Sambil berjalan menuju kamar mereka, tak henti Kyuhyun cium Jaydennya yang kini hanya berbalut selimut untuk menutupi tubuh kecilnya hingga dapat ia rasa sosok kecil digendongannya itu menggeliat lucu saat ia hujami pipi gembulnya dengan ciuman-ciuman kecil.

 

“Oppa, perhatikan langkahmu” ucap Seohyun mengingatkan karena bukan tidak mungkin kalau nantinya suaminya itu terjatuh saat perhatian jalannya hanya tertuju pada si kecil, bukan pada apa yang ia pijak.

 

“Ne, sayang” jawab Kyuhyun sambil di usapnya lengan kanan Seohyun yang berada di sebelahnya.

 

CKREK – bunyi jepretan kamera saat Kyuhyun bidik putra kecilnya yang sedang di mandikan oleh istrinya, Seohyun.

 

CJ.jpg

 

“Aigo, anak appa sangat seksi” ucap Kyuhyun yang terkekeh melihat hasil jepretannya.

 

“Jangan tidur Jayden appa yang seksi” lanjut Kyuhyun menggomentari wajah jagoannya yang malah terlihat nyaman untuk tidur walaupun sedang di mandikan.

 

“Jayden-ee, sangat suka air ya sayang? Sampai berasa sedang di spa ya?” ucap Seohyun bermonolog sambil mengusap butiran buih-buih sabun bayi pada punggung putranya.

 

“Sepertinya iya Hyun, kau kan sering mengajaknya berenang dan berendam dari saat dia di dalam perut” ujar Kyuhyun berkomentar sambil sesekali ia curi kecupan di pipi bersih istrinya.

 

Setelah membersihkan keseluruhan buih sabun pada tubuh kecil yang berada di tangannya, Seohyun pinta suaminya untuk merentangkan handuk yang telah ia siapkan dan meminta suaminya untuk memegangi jagoannya barang sebentar. Konser tangisan tidak bisa di hilangkan saat tubuh kecil putranya di angkat dari air, lebih baik mendengarnya menangis keras daripada harus membiarkannya berendam seharian bak kecilnya.

 

“Sayang, para Kyu-line ingin menjenguk baby J hari ini. Kita tolak saja ya?” ucap Kyuhyun menghampiri Seohyun yang sedang memakaikan pakaian baby mereka sambil melihat ponselnya. Yap meski usia jagoan mereka sudah sebulan (30 hari), Kyuhyun belum pernah mengijinkan orang lain menjenguk kecuali keluarganya.

 

“Waeyo? Kenapa harus menolak oppa? Sstt, stt sayang sabar ya sebentar lagi” tanya Seohyun sambil menenangkan si kecil kala ia pakaikan bayinya setelah mandi pagi. Fokus menjawab namun pandangannya tetap berfokus pada si kecil yang sedang ia dandani.

 

“Jayden kan masih bayi, namanya mereka dari luar. Bisa jadi mereka membawa virus, kasihan uri Jayden kalau nantinya terkena virus yang mereka bawa” ucap Kyuhyun menjawab pertanyaan istrinya yang sarat akan ke khawatirannya pada keadaan jagoan mereka yang masih sangat rentan terhadap penyakit.

 

Seohyun hanya di buat melongo dengan jawaban suaminya, yang benar saja suaminya menolak sahabatnya sendiri menjenguk bayi mereka, hanya karena takut bayi mereka tertular penyakit yang di bawa sahabatnya.

 

“Oppa, memangnya sahabat oppa itu memiliki penyakit menular, eoh? Oppa yang sekarang sudah menjadi seorang appa, tidak boleh berpikir seperti itu. Bagaimana pun itu mereka hanya berniat mengucapkan selamat atas kelahiran uri Jayden, oppa~ jadi berpikirlah lebih positif lagi. Lagipula uri Jayden kan kuat, pasti ia akan tetap sehat meskipun di jenguk oleh banyak orang” ujar Seohyun sambil tersenyum sambil ia tepuk-tepuk pelan bokong putranya yang memang sudah terlihat mengantuk sehabis di mandikan dan ia beri asi, dengan hati-hati ia beri suaminya pengertian untuk tidak membatasi orang yang menjenguk hanya karena khawatir dengan kesehatan si kecil yang masih rentan.

 

“Jadi? Kau mengijinkan mereka untuk datang?” tanya Kyuhyun yang menatapnya sambil berdiri dan memegang ponselnya, seolah-olah memberitahu kalau ia memangbelum memberikan para sahabatnya ijin untuk menjenguk Jaydennya.

 

“Tentu, waeyo? Oppa tidak setuju? Lagi pula Jayden sudah melewati 21 harinya dengan baik tanpa di jenguk oleh orang luar” tanya Seohyun balik menatap suaminya, kini sudah ia letakkan bayi mereka di tengah-tengah ranjang besarnya. Di Korea sudah menjadi keharusan untuk tidak membiarkan bayi yang baru lahir di jenguk oleh kerabat sampai umurnya melewati 21 harinya terhitung dari ia lahir.

 

“Aniya, aku akan akan setuju kalau kau menyetujuinya. Soalnya aku berkata kepada mereka kalau aku menunggu persetujuanmu Hyun” ujar Kyuhyun dengan polosnya menatap istrinya yang masih terduduk di ranjang mereka.

 

Sedangkan yang di ajak berbicara hanya menghela napas beratnya mengetahui suaminya membawa namanya untuk menghalau para sahabat suaminya untuk menjenguk ia dan bayinya.

 

***

Suasana kian hangat kala yang menjadi bahan perbincangan ikut bergabung. Seohyun dengan dress rumahannya terlihat berjalan anggun, sambil mendorong box tidur bayinya yang memang di gunakan ketika ada tamu yang ingin menjenguk si kecil. Tentu ada Kyuhyun pula yang setia di sebelahnya untuk menemui tamu yang datang untuk menjenguk pangeran kecil mereka.

 

“Kyu~ Congratulation bro” sorak bahagia sahabatnya menyambut sosok appa baru yang terlihat sangat sumringah meski lelah terpeta jelas di wajah putihnya.

 

“Hey bro! Selamat ya, oh Tuhan akhirnya hyung kami yang satu ini mengijinkan kami untuk menjenguk anggota keluarga barunya” ucap Minho menyeletuk kala dua orang tua baru itu sudah berkumpul diantara mereka.

 

“Dengan alih meminta ijin Seohyun-ee, ckckck” lanjut Minho yang langsung mendapatkan sikut-an tajam dari istrinya.

 

Yap member Kyu-line datang di temani dengan istri-istri mereka, dan tentunya dengan anak-anak mereka yang kini sudah merambat menaiki sofa terlihat antusias untuk melihat sosok kecil yang berada di dalam box putih yang masih tertutup kelambu.

 

“Kyu, kau salah mengatas namakan Seohyun sebagai penghalang kami untuk datang” ujar Chwang sambil di tepuknya pundak Kyuhyun dengan gemas.

 

“Seohyun-ah, terima kasih” ujar Kyu-line bersamaan dengan kekehan ketiganya.

 

“Sudah, sudah. Terima kasih oppadeul, unniedeul karena sudah datang menjenguk kami” ucap Seohyun menengahi para sahabat suaminya dan berusaha merubah atmosfer saat itu.

 

“Kyu, kami izin melihat maha karyamu ya Kyu?” ujar Chwang sambil terkekeh saat ia meminta izin agar Seohyun membukakan kelambu pada box kecil itu.

 

“Sebelum berniat melihat lebih jauh, persiapkan mental kalian. Jangan sampai kalian menyesal karena pangeran kecilku sangat mempersona” ujar Kyuhyun percaya diri untuk menunjukkan sosok Jayden mereka pada para sahabatnya. Setelah ia buka kelambu yang menutupi box kecil berbentuk oval itu, decakan kagum senantiasa terlontar dari semua yang bergabung di ruang tamu.

 

jay (2).png

 

“Astaga! Seohyun, ini serius anak Kyuhyun hyung?” tanya Minho spontan menimbulkan jitakan ringan dari Chwang yang berdiri disebelahnya.

 

“Aish, tampannya Jayden kalian” ujar yang lainnya menatap kagum tubuh kecil yang berbalut kain bedung nampak nyaman menyambangi mimpinya, meskipun banyak yang mengusik tidurnya dengan usapan ringan di pipi kecilnya.

Obrolan-obrolan berlalu hingga waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang, semua yang mengunjungi rumah megah itu bersiap untuk pulang mengingat mereka sudah terlalu lama untuk mengganggu keluarga kecil itu.

 

“Jayden, jadilah anak yang baik ya. Kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu” ujar Jonghyun dan keluarga kecilnya tulus mendoakan anggota baru Kyuhyun saat berpamitan untuk pulang.

 

“Jayden-ya~ cepat lah besar dan tumbuhlah dengan baik, putra kecil Chwang ahjussi butuh teman untuk bermain sepak bola. Kami tunggu ya, nanti di lapangan” ucap Chwang sambil terkekeh yang juga sibuk memegangi tangan putranya yang berada di gendongannya,  jagoan Shim ini terlihat sangat antusias untuk mencubit pipi gemil si kecil Cho.

 

“Buatkan saja adik untuknya, jadi kan dia ada temannya” ujar Kyuhyun menyeletuk mendengar doa sahabatnya untuk putra kecilnya yang terkesan sangat ambigu baginya.

 

“Sebenarnya, kami sedang dalam program” jawab Chwang sedikit berbisik namun dapat di dengar oleh semua yang berada di ruang tamu megah itu, setelahnya teriakannya muncul kala istrinya menginjak sepatunya, tentu gelak tawa tak bisa di hindari.

 

“Hi little boy, selamat datang di hidup yang bahagia ini. Bagaimanapun, jangan lupakan ahjussi ini ya nak! Aku termasuk orang yang berjasa loh dalam menggantikan appamu saat ini. Aku hanya mengingatkan, di kehidupan selanjutnya jadilah sebagai putraku Jayden-ya ” ucap Minho yang di susul dengan timpukkan sosok appa yang tak terima, namun tentu mereka hanya bercanda saja. Mengingat Minho memang sangat menginginkan anak laki-laki, tentu baginya Kyuhyun sangat beruntung dapat mendapatkannya meski hanya sekali action.

 

***

Terhitung di 30 hari umur si pangeran kecil keluarga kecil Cho ini, Jayden sudah membuat Seohyun dan Kyuhyun yang notabenenya sebagai orang tua baru mengalami banyak momen, salah satunya momen dimana mereka harus kurang tidur. Hidup yang jauh dari bayang-bayang bayi atau anak kecil tak membuat mereka menyesal memiliki si kecil, keduanya malah nampak bijak menangani bayi kecil mereka yang kini sudah jauh lebih besar. Seperti saat ini, ketika Seohyun harus membersihkan diri, maka sudah jadi barang jadi kalau Kyuhyun akan menemani si kecil yang nyenyak untuk tidur di sore harinya. Meski si kecil belum dapat berguling, Kyuhyun sudah dengan sigap mengelilingi ranjang tidurnya dengan bantal guling bahkan dengan dirinya sendiri. Tiba-tiba mata kecilnya terbuka saat Kyuhyun menatap wajah kecilnya yang terlelap, Kyuhyun tak lagi kaget bila si kecil terbangun mengingat bayinya ini sudah tidur hampir sejam berarti ini sudah saatnya bayi mungilnya ini minum susu – pikir Kyuhyun.

 

“Hai tampan, bagaimana tidurmu, sayang? Heum” tanya Kyuhyun yang kini sudah sibuk menghirup wangi bayi si kecil. Mulut kecilnya tampak terbuka dan menguap di sertai dengan wink dari mata kecilnya.

 

2016-04-19 21.36.42.jpg

 

“Anak appa sudah pintar beraegyo” lanjut Kyuhyun riang dan kagum dengan wajah kecil yang sudah menjadi mainannya dan istrinya selama di rumah megahnya.

 

“Sayang~” ucap Kyuhyun yang kini sudah mengangkat jagoannya kegendongannya. Ia timang bayi kecil mereka selagi ia terduduk di ranjangnya. Wajahnya tersenyum melihat wanitanya keluar dari kamar mandi dengan gaun mandinya dengan rambut basahnya.

 

“Jayden sudah bangun, oppa? Tidak menangiskan?” tanya Seohyun yang sudah mengeringkan rambutnya di depan meja riasnya sambil  menatap suaminya melalui kaca riasnya.

 

“Huum, jagoan appa sudah pintar ya? Jadi tidak menangis lagi kalau bangun tidur” jawab Kyuhyun sambil mengajak si kecil berinteraksi dengan mimik wajah lucunya yang ia tunjukkan sambil menimang baby mereka.

Pada dasarnya bayi ya bayi, ketika haus, lapar ataupun tidak nyaman pasti menangis karena hanya dengan menangis lah ia bisa memberi tahu apa yang ia rasakan. Dan benar kini bayi yang semula hanya menguap lucu sudah terlihat resah karena mungkin ia mulai haus, atau bisa jadi diapernya mulai penuh.

 

“Sebentar ya oppa, aku akan memakai blouse dulu. Coba oppa tolong periksa pampersnya” pinta Seohyun pada Kyuhyun yang kini terlihat menyanggupi permintaan tolong istrinya itu, sebagai eomma baru berdandan cepat tidaklah mudah namun ia usahakan geraknya lebih cepat mengingat jagoan kecilnya sudah mulai konser dengan tangisannya.

Meski sangat terlihat kalau kegiatan Kyuhyun memeriksa popok Jayden sangatlah kaku, namun ia benar-benar berusaha berhati-hati dan berusaha mengikuti intruksi istrinya yang berteriak dari balik tirai wardrobe. Dan bisa ia akui bahwa mengurus si kecil ini merupakan hal tersulit dari seluruh pekerjaan yang biasa ia hadapi. Bayangkan saja  tulang kecilnya, daging yang menyelimutinya, bahkan sampai tempurung kepalanya masih terlalu rapuh untuk di sentuh dengan tangan besarnya.

Eea eaa eaa eaa

 

“Hyun-ee, popoknya penuh sayang” teriak Kyuhyun sedikit lebih keras kala suara kamarnya sudah memiliki backsound suara bayi mereka.

Eaa eaa eeaa eaa

 

“Ne, oppa sebentar. Tolong lepaskan diapernya, aku sedang memakai korset dulu” teriak Seohyun yang sibuk dengan korset khususnya, yup berhubung ia melahirkan secara normal, maka kini sudah menjadi jajanan sehari-hari untuk mengenakan korset khusus agar perutnya kembali kencang seperti semula.

Eea eaa eaa eaa

 

“Ne ne ne, sabar ya tampan. Anak appa harus sabar” ucap Kyuhyun yang  sudah gemetar walaupun hanya di perintah melepaskan diaper bayinya.

 

“Uhh, anak eomma. Sudah haus ya, sangat haus ya” ucap Seohyun yang terlihat terburu-buru menghampiri si kecil yang sudah menangis keras setelah ia menyelesaikan acara berpakaiannya.

 

“Sini oppa, biar aku yang melanjutkan. Oh sayang, maafkan eomma ya, karena terlalu lama” lanjut Seohyun yang kini dengan sigap mengambil alih si kecil dari tangan gemetar Kyuhyun, suaminya.

 

“Ah sayang, akhirnya eommamu datang. Ffyuuhh~” ucap Kyuhyun mengusap bulir-bulir keringatnya merasa lega dengan datangnya Seohyun yang langsung menggantikan perannya dalam mengurusi si kecil.

Kini suasana kamar mereka kembali hening, mengingat bayi kecil mereka sudah sibuk dengan asi yang di berikan Seohyun dengan sedikit senandung di kursi goyang yang khusus untuknya menyusui. Sosok eomma baru itu nampak menyukai kegiatannya kala ia menyusui bayi mungilnya, sambil ia tatap wajah mungil bayinya saat itu juga senyum terpeta di wajahnya, yakni merasa bersyukur dengan hadirnya si kecil dipangkuannya.

 

“Dia sudah tidur, Hyun? Mau minum susu? Cha, sudah oppa buatkan” tanya Kyuhyun yang kini berusaha membantu Seohyunnya bangun dari kursi goyangnya.

 

“Ne oppa, terimakasih. Uh aku memang selalu merasa lapar setelah habis menyusui jagoan Cho ini” ucap Seohyun tersenyum tulus menatap Kyuhyun yang mengajaknya membawa si kecil ke box tidurnya.

 

***

Dan kini saat umur pangeran kecil Cho sudah menginjak hari ke 60, itu tandanya sosok appa yang biasa merecoki di kesehariannya Seohyun mengasuh Jayden sudah melanjutkan aktifitas normalnya untuk menyambangi kantor. Terhitung sudah seminggu ini Seohyun hanya mengabiskan waktunya bersama si kecil karena Kyuhyun sudah harus ke kantor, dan saat jam menunjukkan pukul 6, Seohyun terlihat bingung kenapa suaminya itu belum juga menunjukkan batang hidungnya. Padahal baru tadi siang ia menjahili suaminya dengan mengirimkan foto Jayden dengan gaya menggemaskan lewat smartphonenya yang ternyata menggugah rengekan Kyuhyun agar ingin segera pulang.

 

“Kenapa appamu belum juga datang ya sayang?” monolog Seohyun pada si kecil yang sudah terlelap di gendongannya.

Dan sosok yang di bicarakan Seohyun baru saja datang, Kyuhyun terlihat datang terlambat, dengan tergesa-gesa ia parkirkan mobil dengan brand ternama itu dengan asal di garasinya. Sosok yang banjir peluh di dahi lebarnya itu nampak tak memperdulikan penampilannya kali ini, senyumnya terus ia kembangkan mengingat apa yang akan ia tunjukkan untuk sang istri tercinta.

 

“Hyun-ee, Jayden eomma” teriaknya pelan terdengar suara bahagia di nada bicaranya saat berhasil sampai di depan kamarnya dan sang istri, lalu di bukanya pintu berwarna putih di hadapannya untuk menujukkan kejutan yang akan di berikan olehnya.

 

“Hyu..n”

 

“Sstt.. Jayden sedang tidur, oppa” ucap Seohyun memotong pembicaraan Kyuhyun seketika saat  suaminya itu terlihat lebih berisik daripada biasanya. Setelah mendengar deru kendaraan beroda empat yang di pakai suaminya, langsung ia bawa tubuh semampainya menuju ruang tamu di kamarnya untuk menyambut suaminya itu pulang, tak lupa dengan si kecil yang sudah nyaman terlelap di gendongannya.

Jay

 

 

“Ehehe maaf Hyun, lihat apa yang oppa bawa?” ucap Kyuhyun yang memang terlihat sangat sumringah kali ini.

Aneh sekali Kyuhyun oppa, pulang telat malah terlihat lebih segar – pikir Seohyun sembari di usap-usap pelan bokong jagoan kecilnya.

 

“Molla nan (aku tidak tahu)” ucap Seohyun menjawab dengan wajah waspada dengan apa yang ditunjukkan suaminya.

 

“Tadaaa~” ucap Kyuhyun kencang menunjukkan dua kertas panjang berwarna putih.

 

“Sstt… ush us hush, oppa sudah aku bilang kan apa, jangan berisik” omel Seohyun saat si Kecil Jayden sedikit terkejut, kini tubuh jenjangnya sudah ia bawa untuk mengayun si kecil agar terlelap kembali.

 

“Maaf ya sayang, oppa terlalu senang” ucap Kyuhyun dengan cengiran yang tak lepas dari bingkai wajahnya.

 

“Apa itu oppa? Tiket?” tanya Seohyun yang sudah terlihat menghampiri suaminya, dan Kyuhyun sudah terlihat mengangguk semangat akan itu.

 

“Untuk siapa?” lanjut Seohyun bertanya, dan dirasakan kini wajahnya tertarik kedepan sehingga kini ia bisa merasakan hembusan napas Kyuhyunnya di wajahnya.  Dan bisa dilihat kini wajah bulannya terkejut bukan main saat suaminya mengecup dan menjilati bibir ranumnya.

 

“Ya!” bentak Seohyun sambil di tepuknya dada suaminya paksa agar melepaskan tautan keduanya.

 

“Anggap saja itu jawaban untuk siapa tiket itu Hyun, dan jangan lupa kau lupa dengan ritual penyambutanku saat pulang kerja. Tiket ini untuk kita. Ini malam minggu, bahkan aku rela menyuruh Minho menggantikan jadwal meetingku agar bisa mendapatkan tiket ini” jawab Kyuhyun sumringah, dan mengenai ritual, Kyuhyun meminta istrinya itu selalu menghadiahkan kecupan mesra setiap ia pulang dari kantor.

 

“Tapi oppa..” ucap Seohyun yang terpotong dengan bantahan Kyuhyun.

 

“Tidak ada penolakan” ucap Kyuhyun yang terlihat melonggarkan dasinya sambil tersenyum seolah penolakan istrinya hanya  gurauan semata.

 

“Oppa, berbalik lah sebentar. Lihat dulu siapa yang membuat aku menolak” perintah Seohyun saat melihat suaminya tetap ingin menonton film yang tiketnya telah di pesannya. Setelah suami evilnya berbalik bisa dilihat suaminya ikut lemas melihat apa yang menjadi halangan mereka, yap Seohyun yang masih menimang Jayden nampak menunjuk bayi montok yang baru berumur 2 bulan di gendongannya.

 

“Jayden? Ah iya aku lupa dengan si kecil Jayden, sayang bahkan appamu ini sudah mengantri selama 1 jam untuk mengambil tiket pesanan ini” ucap Kyuhyun yang terdengar lesu menatap jagoannya, langkahnya kian gontai untuk membersihkan diri.

 

“Oppa, ini handuknya. Sudah aku siapkan saja pakaian tidurnya ya? Mungkin kita bisa menonton lain waktu” ucap Seohyun menghibur suaminya sambil di kecupnya pelan pipi suaminya, berharap suaminya ini pengertian dengan keadaan mereka sekarang. Dan bisa dilihat suaminya hanya mengangguk paham lalu melangkah gontai menuju kamar mandi di kamar mereka.

Setelah Kyuhyun menyelesaikan mandinya dan suda berpakaian lengkap ia bawa tubuhnya untuk menghampiri Seohyunnya di kamar Jayden, dan bisa terlihat istrinya itu sedang menepuk pelan paha bayi mereka di dalam tidurnya.

 

“Jayden sudah tidur ya, Hyun eomma?” ucap Kyuhyun ringan sambil membawa tubuhnya untuk menghampiri si kecil Jayden yang terlelap ditengah-tengah kasur besarnya.

 

Jayden

 

“Huum appa, Jayden tidur lebih dulu ya” jawab Seohyun yang menyerupai suara anak kecil.

 

“Jadi sampai umur berapa Jayden diperbolehkan keluar saat malam hari?” tanya Kyuhyun yang kini sudah mengusap-usap rambut tebal jagoannya,tak ada wajah marah disana melainkan rasa sayangnya yang lebih mendominasi, yap Kyuhyun takut kalau Jaydennya sakit hanya karena kesenangan mereka saja.

 

“Sebenarnya jika kita nekat bisa saja kita mengajaknya sekarang untuk menonton bersama, kita bisa pakaikan Jayden earmuff (penutup telinga) khusus agar ia tidak terganggu. Kita juga bisa pakaikan ia pakaian musim dingin agar suhu tubuhnya tetap terjaga meski kita sedang berada di outdoor, tapi aku tidak tega appa, ini sudah malam kasian nanti, dia..” ucap Seohyun panjang lebar menjelaskan perihal penolakan ajakan suaminya itu.

 

“Iya Hyun eomma, appa Cho paham. Sudahlah aku sudah tidak memikirkan tentang tiket itu lagi. Ini salahku yang mengambil keputusan sepihak, yang tadinya kukira dengan kejutan seperti ini bisa jadi kejutan yang hebat, ternyata malah keputusan sepihak ini malah membuat bencana baru” ucap Kyuhyun menjelaskan kalau ia paham dengan apa yang di maksud oleh istrinya. Hampir saja melibatkan si kecil hanya untuk kesenangan kami semata – pikir Kyuhyun.

 

Flashback off

 

Thanks for reading our story…

Give us somes feedback by gives coment and like :).

Happy Fasting~ *if you’re perform it

Have a great day, and cheer up!

-J.A

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

68 thoughts on “Hold Our Joy

  1. Baru sempet baca ff ini lagi,, karna kemaren2 selain hpnya rusak dan gk ketemu2 sama blok ini jga plus kesibukan lain jga … tapi seneng banget akhirnya bisa baca ff ini lagi setelah udh hampir 2 bulan bahkan lebih kayanya…😂😂 izin baca nextnya yaa eon, 😉😉

  2. Jayden kamu lucu sekali
    Aku suka part ini, aku jadi tau setelah kelahiran Jayden
    Sempet nangis pas Jayden gk nangis2 dan dikasih di atas dada seo T_T
    Haru biru pas diawal
    Suka pas eomma bilang “Sedang bercermin eo?” emang mirip kyu appa kok
    Dan aku ngakak pas minho bilang “Astaga! Seohyun ini anak Kyuhyun hyung?” Ah, Minho selalu buat Kyu jengkel ya
    KEEP WRITING!!!!

  3. uwaaa, photo photony, gak nahan pngen gendong jay ahahah #ngayal
    ah, akhirnya, tau deh gmn jalan cerita setelah jay lahir dan tdk mnangis dr story sbelumny
    loh, sekalinya nangis ya ampun hahahaha
    kyuhyun kyuhyun anakmu
    sweet bnget keluarga ini
    kak, sekilas si bayi mrip kyu loh pipiny hahahahahha
    nemuin yg benar2 pas hahahah
    fighting^^

  4. Sosok Kyuhyun berpengaruh banget ya bagi kehidupan baby Jayden dan Hyun eomma. Bacanya bisa bikin para readers ikut merasakan senang susahnya menjadi orang tua terlebih seorang ibu ^_^. Selamat Hari Ibu 22 Desember 2016

  5. astagaa baby jay imut banget deh jadi pengen gendong.
    ffnya keren banget deh bsa buat pembaca ikut kebawa suasana.
    ff ini sukses buat aku terharu plus tegang pas baby jayden gak nangis.

  6. ya ampun.. di sini kyu bener bener sosok suami dan appa idaman yah.. ngga ada sifat evil nya sedikitpun jadi senyam senyum sendiri baca nya sweet banget keluarga seokyu. keliatan banget klw kyu appa sayang banget sama baby Jayden sama eomma jayden.. pengen liat moment lainnya apalagi klw liat kyu appa jealous.. pasti tambah geteget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s