Don’t Let Appa Go

 

 

IMG-20160726-WA0000

Title                  : Don’t Let Appa Go

Author             : J.A and L~Cho

Cast                  : Cho Kyuhyun, Seo Joohyun dan Daddy lil’ boy Cho Jayden^^

Genre               : Find it by yourself J

Length             : Drable, sequel Expensive Girl.

Cover                : BlackAngel

Disclaimer     :

All of cast belongs to the God and their family.

Cho Kyuhyun belongs to his family, Seo joohyun belongs to her family and Cho Jayden (not his real name) belongs to his family too J, I borrow your baby boy unnie~^^.

And for Cho Jayden’s character is belongs to L~Cho and J.A.

Don’t try to take the picture without any confirmation from the authors and don’t use the picture (Jayden) as your character on your story. Cho Jayden pictures are only  L~Cho and J.A’s.

Don’t be plagiator, okay???

Holaa^^

Kita kembali dengan membawa baby Jayden^^

Adakah yang merindukan Jayden? Atau jangan-jangan malah merindukan appa dan eommanya Jayden hhh #IDontThinkSo

Okay, sekedar pemberitahuan saja. Kalau ini adalah FF terakhir kami (L~Cho dan J.A) sebelum kami hiatus. Ingat HIATUS hhehe, so kalian bakalan bebas dari bacaan abal dari kami nantinya. Pasti kalian super bahagia deh bebas dari tulisan kami. So, don’t try to ask the author about the FF, ok? J

Kami sebelumnya ingin meminta maaf kalau banyak kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak kami sengaja, karena kami menyadari banyak sekali kekurangan dari FF kami ini. Ditambah dengan hutang FFnya L~Cho, banyak bukan? Sekali lagi dengan sangat L~Cho meminta maaf untuk tidak bisa melanjutkan semuanya untuk sekarang-sekarang ini.

Okay hanya itu yang bisa kami sampaikan,

Happy reading and please give us some comments and likes. TYSM^^

#NB:

Setelah urusan kami selesai, tentunya kami akan kembali.

Hanya berdoa semoga banyak yang menanti kapanpun kami balik lagi hhh.

Sincerely,

L~Cho and J.A ❤

 

***

Udara sore yang cerah nampak sejuk saat menerpa wajah dua generasi yang menghabiskan sore harinya di gazebo halaman belakang rumah megah mereka, Kyuhyun yang memangku Jayden nampak sedikit bersenandung sambil ia tepuk pelan paha jagoan kecilnya. Bayi mereka yang masih berumur 3 bulan itu terlihat sangat berisi mengingat bobotnya yang sudah menginjak angka 6 kg.

 

 

“Anak appa, sudah mengantuk atau belum, heum?” tanya Kyuhyun pelan setelahnya ia kecup puncak kepala Jayden dengan sayang.

 

 

“Uh” celoteh Jayden sambil ia mainkan tangan kecilnya pada telapak  tangan besar appanya.

 

 

“Hey, anak appa sudah makin banyak mengoceh. Anak appa makin pintar, mana sini yang pintar” lanjut Kyuhyun sambil ia balikkan tubuh bayinya kehadapannya, tak lupa ia jaga kepala dan leher kecil bayinya dengan tangan besarnya. Setelahnya ia cium harum Jaydennya yang terlihat menatap wajah besarnya.

 

Dibalik Q-time keduanya, kini ada wanita yang sedikit terburu-buru menghampiri mereka. Wajahnya terlihat panik berusaha mencari Kyuhyun selaku suaminya.

 

 

“Oppa,,, aish, disini rupanya. Oppa, aku minta maaf karena lancang membuka pesan di ponselmu, sedari tadi ponselmu selalu berdering namun saat aku mengangkatnya selalu mati. Ini ada pesan penting” ucap Seohyun yang dengan segera memberikan ponsel dengan brand terkenal milik suaminya.

 

CHUP

 

“Terima kasih” ucap Kyuhyun dengan senyumnya setelah sebelumnya ia curi ciuman kilat di bibir ranum istrinya saat menerima ponsel miliknya.

 

Kyuhyun terlihat terkejut dengan pesan yang tertera di ponselnya, ia sedikit membenarkan gendongan Jayden di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya terlihat mengotak atik ponselnya ia coba tekan tombol dial untuk menghubungi orang yang mengirimkannya pesan.

 

Seohyun yang paham dengan keadaan yang dialami suaminya, kini terlihat mengambil alih si kecil yang terlihat serius menatap wajah appanya yang sibuk berusaha berbicara dengan orang di sebrang sana. Mata bulatnya seolah memperhatikan apa yang appanya lakukan.

 

Ya, cabang perusahaan Kyuhyun di Jepang mengalami sedikit masalah, dari perusahaan harus segera mengirimkan orang kesana untuk menghandle masalah yang terjadi. Kyuhyun terlihat bernegosiasi dengan pihak yang membantunya menangani masalah, dan dealnya ia di haruskan terjun langsung untuk pergi ke cabang perusahaannya di Jepang. Kyuhyun harus pergi malam ini juga dengan penerbangan tercepat yang sudah di pesankan secara khusus oleh orang perusahaannya.

 

 

“Oppa~” panggil Seohyun pelan sambil ia tepuk pelan pundak Kyuhyun saat mengetahui suaminya itu melamun setelah mengakhiri panggilannya. Kyuhyun yang memunggunginya, nampak berbalik menatapnya dan menatap jagoan kecil mereka secara bergantian. Lalu bisa ia rasakan kalau suaminya itu meletakkan kedua tangannya pada pundaknya, ia hanya menunggu apa yang akan di katakan suaminya dengan di tatapnya appa dari jagoan kecilnya.

 

 

“Aku harus pergi ke Jepang, malam ini juga. Tolong izinkan aku pergi,dan tolong bantu aku untuk bersiap ya?” pinta Kyuhyun yang mati-matian berusaha mengeluarkan kata yang paling ia benci itu, dia benci untuk meninggalkan Seohyunnya, ia benci untuk meninggalkan Jaydennya, siapapun seharusnya tahu kalau ia sangat benci untuk meninggalkan keluarga kecilnya.

 

Seohyun yang sebelumnya sudah membaca pesan penting di ponsel suaminya sudah sangat paham dengan apa yang akan terjadi, ya.. suaminya itu pasti di haruskan untuk pergi meninggalkannya dan Jayden demi sebuah pekerjaan yang nantinya untuk keluarga kecilnya pula. Ia terlihat mengangguk meng-iyakan izin yang di pinta suaminya.

 

 

“Ta..pi berapa lama oppa? Sst, sayang.. ada apa heum?” tanya Seohyun pelan sambil ia benarkan letak putra yang berada di gendongannya, Jayden bergerak tak nyaman seolah-olah ingin mengatakan ia tak setuju dengan izin yang di berikan oleh eommanya, sepertinya bayi mereka sudah tahu kalau appanya akan pergi untuk meninggalkannya untuk sementara waktu.

 

 

“Secepatnya, setelah masalah itu selesai. Tentu suamimu ini akan segera pulang, okay?” jawab Kyuhyun dengan pasti sambil ia usap pundak istrinya dan ia kecup dahi kesayangan milik wanitanya untuk memberikan keyakinan, meskipun pertanyaan kapan ia pulang sarat akan ketidakpastian mengingat akan masalahnya pun belum jelas bagaimana penyelesaiannya. Dan dapat ia lihat kalau Seohyunnya mengangguk dalam diam, maaf Seohyunie maafkan aku – batin Kyuhyun berucap.

 

 

“Hey dad lil’ boy! Sini sayang, biar appa yang menggendongmu” lanjut Kyuhyun sedikit merendahkan tingginya untuk berusaha mencairkan suasana dengan mengambil alih Jayden agar berada di gendongannya, dapat Kyuhyun lihat mata bulat bayi mereka tampak berbinar mengetahui appanya akan menggendongnya diikuti dengan tangan kecilnya yang riang menepuk tangan Kyuhyun saat ia berusaha mengajak si kecil yang ada di gendongan istrinya.

 

 

***

 

 

Seohyun hanya tersenyum memperhatikan suaminya bercanda ria putranya. Sesekali tawa bayinya terdengar saat Kyuhyun berusaha menciumi tubuh kecilnya yang tak berbalut pakaian, hanya diaper saja yang melengkapi pakaian Jayden kali ini. Karena sudah menjadi hal wajib bagi Seohyun untuk mengganti pakaian bayinya apabila telah membawanya keluar ruangan, nah sebelum ia membantu suaminya bersiap dengan kopernya ia terlebih dahulu menggantikan putra mereka pakaiannya terlebih dahulu.

 

Enjay

 

“Hayo, kita serbu leher Jayden. Kyaaa~” ucap Kyuhyun semakin melancarkan aksinya untuk menciumi tubuh kecil nan berisi milik pangeran Cho itu. Tanpa menunggu lama, tawa riangnya dan Jayden terdengar meramaikan kamar megah mereka.

 

 

“Aigo~ uri Jayden sangat senang eoh? Cha, sini oppa. Biar aku pakaikan ia baju dulu” pinta Seohyun pada Kyuhyun yang kini sudah meletakkan Jayden di kasur besar mereka untuk di pakaikan baju gantinya.

 

 

“Anak eomma yang tampan harus pakai baju dulu ya sayang” lanjut Seohyun yang kini sudah memakaikan Jayden pakaian gantinya.

 

Kyuhyun sedikit membantu Seohyunnya mempersiapkan isi kopernya saat istrinya itu sibuk memberikan asi untuk Jayden, mengingat sudah saatnya untuk putranya itu meminum asi. Setelah Jayden tenang, bisa Kyuhyun lihat kalau bayi mereka di letakkan di tengah ranjang keduanya.

 

Seohyun meminta Kyuhyun yang menjaga Jayden saja, dan ia yang mempersiapkan semuanya. Sebenarnya ini bukan kepergian pertama suaminya, namun memang ini kepergian pertama suaminya setelah Jayden berada diantara mereka. Ada secuil rasa tak segan membiarkan suaminya pergi, entah mengapa feelingnya mengatakan ia tak seharusnya mengijinkan suaminya untuk pergi. Tapi untuk alasan yang tidak jelas, sungguh sangat tidak mungkin ia meminta suaminya untuk tetap tinggal.

 

 

“Anak appa akan bersama eomma ya nanti, jaga eomma ya sayang selama appa pergi” ucap Kyuhyun sambil di tatapnya Jayden yang sudah menatapnya pula dan ia pun mengusap sayang rambut tebal putranya. Appa juga sebenarnya tidak mau pergi Jayden – batin Kyuhyun berucap, setelahnya seperti tak memiliki rasa bosan ia ciumi lagi harum putranya.

 

 

“Huh oh” respon Jayden dengan wajah riangnya, tangannya tampak berusaha menggapai wajah besar appanya sambil ia gerakkan jari-jari mungilnya yang nampak berisi itu.

 

 

Tanpa Kyuhyun sadari, wanita yang sedang membereskan pakaian keperluan suaminya nampak meneteskan airmatanya, apakah ini sangat berlebihan? Sungguh Seohyun merasakan dirinya seperti akan ditinggal lama oleh suaminya, padahal suaminya hanya pergi beberapa waktu saja, bukankah hal ini bukan yang pertama bagi Seohyun? Akan tetapi perasaan ini sangat wajar karena untuk ia rasakan karena ia sendiri tak tahu kapan suaminya akan pulang nantinya mengingat masalah pelik perusahaan mereka. Sedangkan kini mereka memiliki sosok kecil yang masih sangat butuh dengan kehadiran appanya. Tidak, bukan hanya Jayden saja, dirinya juga memerlukan sosok suaminya. Ya, mereka butuh sosok Kyuhyun yang selalu ada untuk mereka.

Namun Seohyun menyadari ia tak boleh egois, Cho Kyuhyun bukan hanya dibutuhkan oleh dirinya dan putranya saja. Ada ratusan ribu pegawai perusahaan mereka yang menggantungkan hidupnya pada sosok Cho Kyuhyun. Keberlangsungan hidup mereka ada ditangan suaminya. Jika ia melarang suaminya untuk pergi, berarti berapa orang yang akan kehilangan pekerjaan mereka? Ya, ia tak boleh egois mementingkan egonya. Buru-buru ia mengusap airmatanya lalu menutup resleting koper milik suaminya itu.

 

 

***

 

 

Beberapa detik berlalu, entah apa yang terjadi saat Kyuhyun siap untuk bergegas pergi, Jayden malah menangis keras. Tangisannya seolah mengatakan ia tak butuh apapun, tapi ia butuh appanya untuk tidak pergi.

 

 

Enjay1

 

 

“Ssstt,, sayang, jangan menangis sayang. Ada eomma sayang disini” ucap Seohyun menenangkan Jayden, ia bawa tubuhnya untuk mengangkat sosok kecil yang sedari tadi tidur namun tiba-tiba terbangun dan langsung menangis keras tepat saat Kyuhyun akan keluar dari kamar mereka.

 

“Jayden-ee anak pintar ya sayang, jangan menangis cup cup cup cup” lanjut Seohyun sambil berusaha ia tenangkan putranya yang masih menangis di gendongannya. Ia bingung harus berbuat apa asi sudah di berikannya, namun semuanya hanya berakhir dengan tangisan yang makin menjadi dari putranya. Bahkan suaminya yang sudah rapih dengan pakaiannya pun ikut di buat bimbang untuk pergi atau tidak melihat tangisan keras dari putra mereka.

 

 

“Apa uri Jayden tidak apa-apa Hyun-ee? Apa dia merasakan sakit ditubuhnya?” tanya Kyuhyun pada istrinya yang sibuk menenangkan putranya.

 

 

“Sudah oppa, Jayden akan tenang sebentar lagi. Pesawat yang akan mengantarkan oppa bukannya akan take off pukul 9? Kenapa tidak berangkat, ini sudah pukul 8.30, berangkat lah oppa” ucap Seohyun mengizinkan suaminya untuk segera bergegas pergi ke bandara.

 

Kyuhyun terlihat ragu, bahkan keraguannya makin menjadi saat bisa dilihat wajah putranya yang seolah memintanya untuk tidak pergi. Namun ia harus professional untuk menyelesaikan tugasnya, apapun yang dilakukannya tak lain untuk kebahagiaan keluarga kecilnya juga nantinya, ya.. dia harus pergi sekarang.

 

 

“Aa..aku berangkat” ucap Kyuhyun akhirnya setelah menguatkan bathinnya yang berperang. Kyuhyun hampiri istrinya yang masih dengan Jayden di gendongannya. Ia cium bibir Seohyunnya dalam yang sarat akan kata perpisahan, dan terakhir setelahnya ia usap peluh di dahi putih putranya yang sudah memerah karena tangisnya lalu ia kecup seluruh wajah dari putra kesayangannya itu.

 

 

“Doakan aku” lanjut Kyuhyun lalu setelahnya ia bawa tubuhnya untuk keluar dari kamar mereka.

Seohyun memang tidak bisa mengantarkan suaminya itu ke pintu utama rumahnya mengingat bayi mereka masih sibuk dengan tangisannya.

 

 

***

 

 

Baru setelah 15 menit kepergian suaminya putra mereka tampak tenang, berarti suaminya sebentar lagi akan take off, semoga oppa selamat sampai tujuan – doa Seohyun dalam hati.

Jayden sendiri terlihat terpejam dengan wajah lelahnya karena terlalu lama menangis.

 

 

“Kau tahu oppa, bahkan ia pun terlihat menolak kepergianmu” ucap Seohyun pelan sambil ia usap dan ia kecup pelan pipi Jayden.

 

 

“Jayden anak pintar, jangan bersedih lagi ya sayang” lanjut Seohyun sambil ia benahkan selimut yang menutupi tubuh kecil itu.

 

Setelah membereskan segala keperluannya untuk tidur, Seohyun terlihat sulit memejamkan matanya. Ia merasa sangat perlu untuk menghubungi suaminya namun itu merupakan hal yang tidak mungkin karena pasti suaminya itu sudah mengakifkan mode pesawatnya. Akhirnya ia memilih untuk menyalakan siaran televisi untuk menemaninya kala ia tak kunjung merasakan kantuk.

 

Tubuhnya bergetar, tangisnya seketika pecah melihat adanya berita mengejutkan dari benda berukuran persegi yang ia tonton. Telapak tangannya nampak menutupi bibirnya agar tak bersuara meski jauh-jauh di dalam hatinya ia butuh berteriak untuk melepas rasa sedihnya.

 

‘Kilas berita. Dikabarkan pesawat K*irlines boeing xxx mengalami masalah pada penerbangan yang di jadwalkan untuk take off pada pukul 9. Pesawat yang berangkat dari Incheon menuju Fukuoka awalnya melaju di landasan dengan mulus, namun saat hendak terbang keatas, pesawat malah berjalan lurus. Batal terbang. Hal ini terjadi lantaran kipas turbin depan mesin nomer 3 (paling kanan) pecah dan terpisah dari poros mesin. Akibatnya, 3 dari 275 penumpang tewas seketika. Sementara 68 penumpang lainnya dilaporkan terluka….’

 

 

“Oppa~ .. oppa kau baik-baik saja kan?” tanya Seohyun dengan suara bergetar berusaha menghubungi suaminya yang masih mendapatkan jawaban dari operator. Ia sangat resah, ia ingin mengetahui kabar suaminya sekarang juga. Ya Tuhan tolong jaga Kyuhyun oppa – batin Seohyun masih dalam tangisnya.

 

Tangisnya bertambah mengingat benar, seharusnya  tadi ia melarang suaminya pergi. Masih dengan tangisan di wajahnya Seohyun tetap berusaha tenang, ia masih berpositif thinking mengingat tak adanya pemberitahuan khusus mengenai keadaan suaminya. Bahkan untuk sekedar memberi kabar pada keluarganya ataupun keluarga suaminya pun ia urungkan, karena ia takut mengkhawatirkan seluruh keluarga dengan kesedihan yang belum jelas benarnya.

 

Yang bisa Seohyun lakukan hanya menangis sambil ia peluk erat tubuh putra kecilnya yang masih menyambangi mimpi, bagaimana pun hanya dengan kehadiran Jayden lah ia bisa menguatkan keadaannya sekarang.

 

 

“Sayang, tolong bilang pada Tuhan untuk menjaga appamu” ucap Seohyun pelan di telinga Jayden sebelum akhirnya tangisnya bertambah saat ingat jagoan kecilnya sangat butuh sosok appanya.

 

 

Ting nong~ Ting nong~

 

 

Seohyun dapat mendengar bel rumahnya yang berdering keras, ia bingung siapa yang bertamu malam hari. Dengan segera ia bawa tubuhnya untuk membukakan pintu mengingat adanya tragedi yang mungkin saja melibatkan suaminya, ia bawa tubuh jenjangnya untuk cepat ketika menuruni tangga. Masih dengan wajah yang beruraian airmata Seohyun buka dengan segera pintu megah rumahnya, melihat siapa yang ada di hadapannya membuat tangisnya bertambah.

 

 

“Sayang, kau kenapa heum?” tanya Kyuhyun sedikit terkejut  sambil di usapnya surai panjang istrinya, ya.. ketika pintu megahnya terbuka dan dapat ia lihat tubuh istrinya, yang bisa ia rasa hanya pelukan erat sangat erat dari wanitanya.

 

 

“Hey, jawab oppa” lanjut Kyuhyun berusaha menjauhkan tubuh Seohyun dari tubuhnya, ia pegang wajah istrinya agar berhadapan dengannya.

 

Seohyun menggeleng kasar, tak perduli dengan pertanyaan suaminya kini ia peluk lagi suaminya.

 

 

“Oppa jangan pergi, jangan tinggalkan aku dan Jayden, oppaaa” ucap Seohyun dengan isakannya sambil memeluk sosok Kyuhyunnya.

 

 

“Oppa disini sayang, sudahh.. jangan menangis” ucap Kyuhyun menenangkan sambil ia usap dan ia kecup puncak kepala wanitanya berkali-kali namun tangisan istrinya itu terlihat sangat sulit untuk berhenti, ia tahu apa yang membuat istri cantiknya ini menangis. Dengan senang hati ia pun akan menceritakan bagaimana ia bisa tak terlibat di kecelakaan pesawat itu, tapi tolong… bantu ia menghentikan tangis dari wanitanya ini, mendengarnya menangis karena dirinya sendiri tentu jauh-jauh lebih sakit.

 

 

“Hyun-ee, sayang, dengarkan oppa. Oppa ada disini dan tidak akan meninggalkanmu, arrachi?” ucap Kyuhyun tegas sambil ditatapnya mata yang berurai airmata milik istrinya. Tangannya yang memegang rahang istrinya nampak memajukan wajahnya untuk sekedar mengecup mata indah Seohyunnya, dan terakhir ia berikan ciuman di bibir istrinya itu.

 

 

“Oppa telat untuk sampai ke Bandara karena tiba-tiba saja lalu lintas sedikit padat mengingat ini bukan hari libur, dan kau tahu bukan jalanan Seoul seperti apa? Setelah jalanan terlihat lenggang, aku harus di buat sabar dengan ban mobil yang tiba-tiba saja pecah. Aku tidak tahu harus apa pada saat itu, marah ya tentu karena mengingat pentingnya kehadiranku di Jepang nantinya, hingga akhirnya saat sampai di Bandara oppa sudah tertinggal dari pesawat yang baru saja take off 3 menit sebelumnya. Begitu ceritanya sampai akhirnya oppa harus kembali kesini karena dari pihak sana mengatakan, tak perlu aku yang turun tangan untuk menyelesaikan masalahnya, toh pada nyatanya orang yang membantuku disana bisa menyelesaikannya meski tanpa aku. Selesai kan? Sudah ya sayang jangan menangis lagi” jelas Kyuhyun panjang lebar hingga terakhir ia berikan lagi pelukan hangatnya serta kecupan di puncak kepala istrinya tak lupa dengan usapan hangat dari tangan besarnya saat lengan panjangnya tak kalah posesif untuk memeluk wanitanya.

 

 

***

 

 

“Jadi malam ini kita tidur bertiga?” tanya Kyuhyun pada Seohyunnya yang terlihat sudah menaiki ranjang mereka setelah menyelesaikan ritual perawatannya sebelum tidur apalagi wanitanya itu baru saja menangis beberapa saat yang lalu.

 

 

“Ne oppa, waeyo?” tanya Seohyun menatap suaminya yang sudah membenarkan posisinya untuk tidur sambil menghadap ke bayi mereka, dan tangan jahil suaminya sudah bergeriliya jahil untuk mengusap pelan pipi berisi putra mereka.

 

 

“Anhi, doakan saja agar Jayden kebal dengan suara dengkuran appanya” jawab Kyuhyun masih dengan cengirannya berusaha mengingatkan istrinya akan kebiasaan mendengkurnya.

 

 

“Ini bukan yang pertama untuk Jayden, sepertinya ia akan baik-baik saja. Semoga. Jangan lupa matikan lampunya oppa” ucap Seohyun sambil terkekeh mengingatkan sambil ia benarkan selimut yang menyelimuti tubuh mereka bertiga.

 

 

“Ya, semoga..” ulang Kyuhyun sambil terkekeh yang akhirnya mematikan lampu kamarnya dengan remot yang terletak di laci yang ada di sebelah kirinya.

 

 

“Selamat tidur, Hyun yeobo dan Cho kecil” lanjut Kyuhyun sambil ia rentangkan tangannya untuk memeluk Jaydennya dan Seohyun sekaligus.

 

Kekuatan sebuah doa memang tidak pernah berbohong – Kyuhyun

 

 

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

51 thoughts on “Don’t Let Appa Go

  1. ini ff sukses buat orang deg-degan
    baby jayden nya bisa ngerasain sesuatu makanya ia ngelarang appanya pergi
    ikatan batinnya kuat banget
    untuk kyuhyun tdk kenapa-kenapa
    keren bgt dah ff nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s