Our M-Life : Omona (1/2)

IMG-20170414-WA0001

Our M-Life : Omona (1/2)

Author : J.A

Cast       : Cho Kyuhyun and Seo Joohyun

Genre   : Romance

Hi…

J.A kembali lagi bawa cerita yang something sekali. FF ini sebenarnya menjadi sebuah persembahan dari author untuk menghibur dihari wamilnya Cho Kyuhyun kemarin, berhubung banyaknya jadwal yang tidak memungkinkan membuat daku gagal untuk publish tepat waktu T,T

But it doesn’t matter… Yang penting tetep posting yakkk… hehehhe

Dan FF kali ini masih prequel dari Hallo Aegi-ya, series ini menceritakan tentang keseharian setelah Seohyun dan Kyuhyun menikah, tentunya sebelum hadirnya cebong aka Cho Jayden.  Jadi kisah kali ini akan menceritakan momen SeoKyu after married dan menceritakan tentang beberapa momen penghadiran sosok Cho Jayden untuk menginap di rahim milik Seohyun sebelum akhirnya lahir kedunia hehe. Meskipun telat banget ya… padahal diseries EG, SK udah punya si cebong aka Cho Jayden yakk… Tapi harap maklum ya readersdeul… maklum author baru bisa menuangkan cerita ini sekarang.

Selain itu FF ini tentunya lanjutan dari Good Enough ya^^ dan FF kali ini twoshoot ya, the next chapter akan diprotect. Apabila ingin meminta PW dari kelanjutan Omona, diharapkan berkomentar terlebih dahulu di series sebelumnya. Jadi jika belum berkomentar, maka maaf saja kami tidak bisa memberikan PWnya^^.

Cukup itu aja ya cuap2nya… Itu aja sih… sekali lagi selamat mengerjakan tugas negara, Cho Kyuhyun aka Jayden appa! hihi…  Kami akan selalu menunggumu <3.

With Love

J.A❤

Happy Reading ^^

***

Sebuah mobil putih terlihat tengah membelah jalanan padat kota Seoul.  Mobil itu terlihat berjalan perlahan sekitar 40 KM/hours. Didalam mobil itu terlihat sepasang suami istri yang tengah duduk santai sembari menikmati kepadatan sore hari kota Seoul dimana sekarang ini adalah jam-jam para pekerja untuk pulang. Kini mobil itu mengarah ke daerah Gangnam dimana kawasan itu tempat keluarga Cho bermukim. Mobil putih milik Kyuhyun terlihat memasuki area parkir yang luas milik keluarga Cho, di dalamnya sudah ada Seohyun yang duduk di sebelah kursi kemudi lalu si cantik Ellie yang berada di kursi penumpang lengkap dengan selfbelt dan carseat khusus miliknya. Keadaan yang sebelumnya menegang karena Ellie marah pada Seohyun saat mencoba testpack tadi siang terlihat lebih baik sekarang, Ellie sudah kembali manja pada Seohyun setelah bangun dari tidur siangnya.

 

Flashback

Saat jam menunjukkan pukul tiga sore, Seohyun yang bangun dari tidur siangnya bergegas membereskan beberapa keperluannya dan keperluan Kyuhyun untuk menginap malam ini di kediaman keluarga Cho, ia hanya membereskan barang-barang pribadinya yang sekiranya di rumah mertuanya tidak ada. Kalau untuk pakaian stok baju mereka sudah sangat banyak disana, padahal ini pertama kalinya mereka menginap. Mertuanya memang sangat perhatian, bukan? Wajahnya sangat fokus dengan barang bawaannya nanti, ia menata koper kecil itu dengan telaten agar bisa memuat banyak barang. Saat membereskan barang sudah selesai Seohyun bawa tubuhnya untuk mandi sore.

 

 

“Onti~” suara kecil milik Ellie terdengar saat Seohyun sudah rapih dengan pakaian sorenya.

 

 

“Iya sayang, ada apa heum?” tanya Seohyun menghampiri Ellie yang masih terduduk di kasur mereka, ia benahi beberapa anak rambut yang menutupi wajah kecil keponakan suaminya itu. Sedangkan prianya masih terlelap membelakangi tubuh kecil Ellie, ya .. setelah makan siang mereka memutuskan untuk tidur siang bersama.

 

 

“Mau minum susu” ucap Ellie serak sambil mengucek matanya yang masih menyuarakan kantuk dengan pelan.

 

 

“Air putih saja ya, otte? Kan baru bangun tidur” ucap Seohyun membuat sedikit kesepakatan dengan gadis kecilnya Ahra unnie.

 

 

“Ne” jawab Ellie pelan dan Seohyun pun bergegas mengambil botol khusus milik keponakan kecilnya itu.

 

 

Seohyun memberikan botol itu pada Ellie, tapi gadis kecil itu terlihat menolaknya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya enggan menerima air putih yang Seohyun masukkan di botol khusus miliknya, bukan dot tapi sejenis tempat minum dengan perantara sedotan untuk mengalirkan air didalamnya.

 

 

“Ellie, kenapa menolak? Ini airnya, katanya Ellie ingin minum?” tanya Seohyun berusaha mencari tahu apa yang membuat keponakannya ini merajuk dengan duduk di pinggiran ranjang.

Ellie terlihat menerima botol miliknya yang diisi air mineral oleh Seohyun, namun ia hanya menggigit puting botol miliknya saja sambil menatap intens mata Seohyun.

 CYMERA_20170526_221421

“Mau sambil digendong onti” ujar Ellie singkat dengan wajah manjanya sarat akan anak kecil yang masih mengantuk tapi sudah terlanjur bangun.

 

 

“Aigo ,, sini sayang biar onti gendong, tapi diminum ya? Tidak baik kalau gadis kecil kurang minum air” ucap Seohyun yang sudah mengangkat Ellie kegendongannya, saat di gendongannya gadis kecil bermarga Choi itu sudah menyandarkan kepalanya lagi ke dadanya untuk melanjutkan tidur sambil meminum airnya.

 

 

“Sehabis itu kita mandi ya?” ujar Seohyun merayu agar si cantik ini bisa cepat bersiap.

 

“Ne onti” jawab Ellie sambil mengusap-usap leher Seohyun selaku ontinya.

Ternyata Ellie sudah lupa ya – batin Seohyun senang karena keponakan cantik suaminya itu sudah tak lagi marah padanya.

Flashback off

Ya, namanya juga anak kecil ia terkadang lupa dengan hal yang ia anggap sebuah masalah, baik Seohyun maupun Kyuhyun maklum dengan tingkah Ellie di masa emasnya itu, mereka hanya berusaha mengikuti alur yang di tentukan oleh si kecil Ellie, dan hanya berusaha menjalankan peran sebagai samchon dan onti yang baik bagi Ellie.

“Onti, apa eomma sudah datang?” ujar Ellie sambil menempelkan wajahnya dekat dengan kaca dan telapak tangannya yang ia buat menyerupai teropong menatap sekeliling rumah halmeoni dan harabeojinya.

“Mollayo, mungkin eomma Ellie masih di jalan. Gwaenchanayo?” tanya Seohyun sambil menengok ke arah kiri untuk melihat Ellie yang terlihat antusias menanyakan eommanya sambil menggerak-gerakkan kakinya lucu.

“Gwaenchanayo onti, berarti Ellie bisa makan es krim sepuasnya kalau eomma tidak ada. Ups” setelah menyelesaikan kalimatnya Ellie terlihat menutup mulut kecilnya yang seolah berkata yang tidak seharusnya di depan ontinya. Matanya membulat lucu dan pipinya menggembung saat Seohyun selaku ontinya menengok ke arah tempatnya duduk.

“Ellie-ya, samchon ada disini” ujar Kyuhyun yang sudah menggerakkan tuas mobilnya untuk mundur dan parkir.

“Andwaeyo. Jangan bilang pada eomma, samchon. Onti tidak seperti samchonkan?” tanya Ellie dengan suara khas anak kecil yang takut rahasianya terbongkar, padahal jika Ellie tahu Kyuhyun memang hanya berniat menjahili dan tentu mengundang cubitan kecil pada pahanya dari Seohyun.

“Anieyo, asal Ellie tidak memakannya secara berlebihan ya?” tanya Seohyun sambil melihat tubuh kecil Ellie yang pandangannya masih menunduk menatap sepasang sepatu kecil miliknya, sepertinya putri Choi ini sangat takut kalau eomma dan appanya akan tahu kebiasaan buruknya ketika mereka tidak ada. Seohyun hanya menggeleng lucu melihat Ellie, lalu dari tatapan matanya ia berusaha meminta Kyuhyun untuk sedikit merajuknya agar gadis kecil itu dapat lebih ceria seperti sebelumnya.

“Kajja, kita turun. Mana sini selfbelt milik Ellie, biar samchon lepas” ajak Kyuhyun setelah paham dengan deathglare milik istrinya tadi.

CYMERA_20170526_220605 - Copy

“Andwae, jangan lepas sabuk Ellie sebelum samchon berjanji untuk tidak bilang pada eomma dan appa” tangan kecil Ellie berusaha menyilangkan tangannya menutupi bagian pengunci di selfbeltnya sendiri sambil memeluk boneka kelinci merah muda yang menjadi barang kesukaannya.

“Berikan samchon sebuah kecupan dulu sebagai tanda memulai perjanjian” hibur Kyuhyun berusaha membuat gadis kecil noonanya tersenyum.

“Onti, mianhae. Onti harus tutup mata dulu saat aku cium samchon” ucap Ellie lucu memerintahkan Seohyun selaku ontinya untuk menutup matanya.

“Astaga Ellieee, oppaaa, palli jangan berbuat yang aneh-aneh. Cepat angkat Ellie dan jangan mengganggunya dengan aduan-aduanmu pada Ahra noona!” ujar Seohyun jengah menatap Ellie dan Kyuhyun. Ellie hanya terkekeh geli mendapati samchonnya kena omelan ontinya, ya anak kecil itu hanya menatap lucu dua orang dewasa yang ada di dekatnya. Dan setelahnya Kyuhyunpun ikut tertawa sambil membawa Ellie di gendongannya.

***

CHUP

“Kau menginginkan itu huh? Dan seketika iri dengan gadis kecil yang berusia empat tahun?” ujar Kyuhyun sambil terkekeh setelah sebelumnya ia mengecup pelan bibir wanitanya saat mereka telah sampai di kamar pribadinya. Ellie sudah di ambil alih eommanya, sehingga mereka bisa menikmati kegiatan intim mereka lagi dan Seohyun yang saat ini menempel pada dinding kamar Kyuhyun hanya bisa terdiam kaku dengan serangan tiba-tiba Kyuhyun.

“Shireoyo. Aku tidak mau. Pikkyeo (minggir)!” ucap Seohyun dengan wajah memerah bak kepiting rebus setelah sadar dengan apa yang di lakukan Kyuhyun terhadapnya. Gila saja, mereka datang kesini untuk mengikuti pesta barbeque, bukan untuk menghabiskan waktu mereka di ranjang.

“Kau yakin heum? Chup” ujar Kyuhyun lagi setelah ia berhasil sukses merebut kecupan nyaring di leher jenjang Seohyun.

“Oppaku sayang, kita akan pesta barbeque sekarang. Jadi, berhenti untuk menggerayangi tubuhku ya?” ujar Seohyun sesabar mungkin dengan menarik kepala Kyuhyun yang sudah sukses terbenam di lehernya, berusaha membuat prianya menatap matanya agar prianya cepat sadar dari nafsu kelelakiannya, setelahnya ia berikan senyum yang semanis mungkin untuk suaminya ini.

“Aigo, senyummu itu. Akhh, bagaimana bisa oppa melepaskanmu lagi kali ini~” rengek Kyuhyun yang terdengar sedikit frustasi kalau mengetahui ia di tolak lagi saat ini, sedangkan wanitanya hanya terkekeh melihat ulah manja dirinya yang meminta jatah batinnya.

“Oppa~” ujar Seohyun semanis mungkin agar suaminya ini dapat mengerti apa yang membuatnya menolak, bahkan puppy eyes andalannya sudah ia kerahkan agar singa jantannya bisa sedikit lebih jinak dan menurut.

“Hey, bagaimana bisa menolak suamimu ini dengan senyuman seperti itu? Kau sedang bercanda eoh? Itu senyum seorang dewi, bagaimana bisa oppa melepaskanmu saat ini” ujar Kyuhyun yang langsung memojokkan tubuh kecil nan berisi Seohyun untuk menempel lagi ke dinding, menerjang tubuh wanitanya dan sudah pasti bibir tebal miliknya sudah mengincar bibir mungil dihadapannya. Tidak ada penolakan sama sekali. Layaknya hanya sebuah godaan, ucapan Seohyun untuk Kyuhyun hanya bualan semata yang tak lain membuat libido milik Kyuhyun meningkat di setiap detiknya.

Eumh chup eumh chup – begitulah racauan yang sudah terdengar di kamar Kyuhyun yang kedap suara. Keduanya saling menautkan bibir mereka, saling mencari posisi terdalam untuk menggapai rongga mulut milik pasangannya dengan lidahnya, sehingga bisa kita tahu kalau wajah salah satu dari mereka sudah memiring kekanan dan kekiri. Tubuh yang semakin menempel, membuat keduanya semakin lupa diri dengan apa yang mereka lakukan saat ini. Bahkan beberapa tetes saliva mereka sudah turun ke lantai marmer di kamar besar milik Kyuhyun, tentunya mata mereka sudah terpejam meresapi kegiatan intim mereka saat ini.

“Kau setujukan kita akan bermain untuk sebentar?” tanya Kyuhyun serak lengkap dengan mata sayunya saat tautan bibir mereka terlepas sambil mengusapkan ibu jarinya pada pipi Seohyun yang sudah memerah tak berani menatapnya.

“Oppa yakin ini hanya sebentar?” tanya Seohyun manja yang mungkin sudah ikut tersulut hasratnya sambil menggerakkan tangannya naik turun ke dada Kyuhyun yang masih terlapisi kemejanya.

“Sudah start lebih dulu ya sepertinya?” tanya Kyuhyun balik tanpa menjawab pertanyaan Seohyun sebelumnya. Ia genggam tangan kanan Seohyunnya yang tadi bergerak nakal mengusap bagian dadanya naik dan turun seolah-olah ikut memanaskan suhu tubuh bagian dalam miliknya.

“Eh, tidak kok. Huah, sepertinya aku mengantuk” ujar Seohyun menggoda Kyuhyun sambil ia dorong pelan tubuh suaminya itu dan bergegas ke ranjang besar yang ada di kamar itu, ia terlihat menguap lucu yang pada kenyataannya ia sama sekali tidak mengantuk. Bisa jadi nyonya muda Cho ini memang sedang menginginkan hal yang sama, kalau Kyuhyun peka secara tidak langsung ada lampu hijau untuk kegiatannya melesakkan teman kecilnya kembali kedalam tubuh hangat itu.

“I’m coming ma lady Hyunie~” ujar Kyuhyun dengan smirknya sambil melepaskan beberapa kancing kemejanya, ia berjalan mendekat ke ranjangnya dimana saat ini Seohyunnya sudah menunggunya sambil menatapnya dengan penuh minat. Asal kalian tahu, betapa Kyuhyun memuja indahnya malam ini, ya meski kegiatan pagi mereka gagal ia senang kalau sekarang ia akan mendapatkannya.

Tok tok tok

“Kyuhyunie, Seohyunie, palli ke halaman belakang!” terdengar suara Kim Hanna aka eomma Kyuhyun yang sadis dari balik pintu.

“Haish ,, eomma” ujar Kyuhyun frustasi mengacak rambutnya, hilang sudah suasana intim yang sengaja ia buat hanya karena panggilan dari eommanya yang mengajak mereka untuk cepat berkumpul bersama.

“Jadi? Kita lanjutkan nanti saja ya?” tanya Seohyun yang memang sudah berbaring terlihat meledek prianya yang sudah uring-uringan mengingat ia gagal lagi melancarkan misi kelelakiannya.

“Siapa yang bilang ini akan berhenti lagi eoh?” ujar Kyuhyun yang sudah terlihat menindih tubuh kecil di bawahnya, tidak sepenuhnya menindihi wanitanya karena ia masih menggunakan lengannya untuk bertumpu sambil menatap Seohyunnya yang sudah tersenyum menggoda di bawahnya.

“Sudahlah oppa, menyerah saja. Kita sudah seharusnya pergi ke halaman belakang” terang Seohyun yang berbanding terbalik dengan apa yang ia lakukan saat ini. Seohyun berkata untuk berhenti, tapi ia malah menautkan kaki jenjangnya untuk melingkar pada pinggang Kyuhyun membuat tubuh bagian bawahnya menempel pelan pada milik prianya yang masih terlapisi celana lengkapnya.

“Oppa paham apa yang ingin kau lakukan, seperti ini huh? Ingin berlatih menunggangi kuda lagi ya?” vulgar Kyuhyun sambil membalikkan posisi mereka, ia membuat Seohyun berada diatas tubuhnya, ya mereka terlalu senang untuk bermain sepertinya. Dan bisa kita tahu kalau Seohyun sudah tersenyum bahagia menyambut tubuhnya yang sudah berpindah posisi berada diatas tubuh prianya.

“Oppa ..” panggil Seohyun dengan posisinya yang masih bertelungkup diatas tubuh Kyuhyun.

“Heum? Waeyo?” tanya Kyuhyun menyahuti panggilan Seohyun sambil mengusap punggung dan bokong wanitanya pelan.

“Oppa benar-benar tidak menginginkannya sekarangkan?” tanya Seohyun yang kini sudah menatap wajah Kyuhyun dari posisinya bertelukup di tubuh bagian atas prianya.

“Memangnya kenapa? Kau mau menolak heum? Chup ” jawab Kyuhyun sambil mengecup bibir wanitanya pelan.

“Anhi, aku hanya ingin bertanya. Oppa terlalu sering mengeluarkannya di dalam, apa oppa tidak takut kalau mereka nantinya akan tumbuh?” tanya Seohyun berusaha memantapkan hati Kyuhyun, ya ia cukup takut kalau Kyuhyun yang lama akan kembali. Kyuhyun yang tidak menginginkan pernikahan dan Kyuhyun yang tidak menginginkan keluarga kecil.

“Itu wacana lama sayang, terakhir kali kita membicarakan itu malah satu tahun yang lalu saat kita memulai bisnis partner kita, kau ingat bukan?” tanya Kyuhyun terkekeh mengingat masa lalunya dengan Seohyun sambil mengusap helaian rambut wanitanya yang kini sudah sukses berbaring di dadanya, ia bisa merasakan kalau istri cantiknya mengangguk mengiyakan.

“Tentu pada saat itu aku memang benar-benar tidak mempunyai rencana untuk itu, beda lagi dengan sekarang” lanjut Kyuhyun sambil memeluk wanitanya erat.

“Jadi apa oppa kecewa dengan hasil testpack tadi siang?” tanya Seohyun sambil menatap ulang Kyuhyun yang masih setia meletakkan lengan panjangnya untuk melingkari pinggang mungilnya.

“Anhi, kenapa harus kecewa. Oppa malah senang” ujar Kyuhyun dengan senyum sumringahnya, ya ia memang mengatakannya tulus dari dalam hatinya. Kyuhyun sangat mensyukuri hasil testpack tadi siang, jadi ada apa sebenarnya dengan Kyuhyun?

“Tidak konsisten, oppa bilang ingin memilikinya. Tapi kenapa saat hasilnya negatif oppa sangat bahagia?” tanya Seohyun lagi sambil mendudukkan tubuhnya diatas tubuh Kyuhyun, lengannya bersidekap matanya memincing berusaha mengintimidasi pria yang tubuhnya menjadi alasnya untuk duduk di ranjang saat ini.

“Karena dengan belum positifnya alat itu, tentunya akan membuat oppa semakin bisa untuk berlama-lama di dalam dan tentu membuat oppa semakin leluasa untuk masuk kedalam sana sayang kekeke. Kalau kau cepat hamil nantinya jatah oppa akan terkurangi karena ada baby” ujar Kyuhyun vulgar, ia tertawa sambil mengambil alih posisinya ulang membuat Seohyun berada di bawahnya. Dan Seohyun sama sendiri sama terkekehnya dengan ucapan prianya kali ini.

Astaga, jadi ini yang menjadi alasan mengapa Kyuhyun terlihat sangat santai menanggapi hasil negatif dari testpack tadi siang? Pervet sekali oppaku ini – pikir Seohyun.

“Oppa, kau membuatku takut dengan segala ambisimu untuk masuk” ujar Seohyun dengan tawanya yang sudah mereda, ia terlihat memukul dada Kyuhyun manja dengan wajah meronanya mengetahui prianya sangat memujanya dengan segala kegiatan ritual malam mereka.

“Jadi, tidak ada penolakan lagi ya?” ujar Kyuhyun yang langsung saja melesakkan wajahnya pada cerukan leher Seohyun yang berada di bawahnya, dan sedikit demi sedikit membuat wanitanya tertindih tubuhnya pelan.

Kruyuuuuukkkk~

Suara yang berasal dari perut Kyuhyun membuyarkan konsentrasi keduanya, Seohyun memulai lagi tawanya sambil sambil mengusap punggung prianya sayang.

“Puhaha ,, Oppaku sayang sudah lapar ya, kita makan saja ya?” ajak Seohyun sambil menarik wajah Kyuhyun yang bersembunyi malu di leher jenjang miliknya.

“Hyunie, itu semua tidak disengaja” ujar Kyuhyun malu sambil terus memeluk erat istrinya yang masih berada di bawahnya.

“Aigo ,, gwaenchanayo oppa~ kajja, kita susul eomma dan yang lainnya” ujar Seohyun masih dengan tawanya ia usap punggung tegap milik Kyuhyun dengan sayang.

“Hasrat laparku ternyata mengalahkan segalanya, maaf” ucap Kyuhyun sambil terus menyembunyikan wajah rupawannya enggan untuk menampakkan wajahnya di depan sang istri yang sudah menertawainya geli.

***

Di tengah malam, pria yang umurnya memang sudah menginjak lebih dari setengah abad terlihat memandangi benda yang berhasil ia temukan saat membenahi kamar tuan mudanya. Lebih tepatnya saat ia diharuskan untuk membereskan kamar tentunya iapun akan membereskan tempat sampah yang terdapat dikamar tersebut, dan sudah menjadi kewajibannya untuk memeriksa terlebih dahulu sampah-sampah tersebut sebelum akhirnya ia buang ke tempat pembuangan akhir.

“Yeobo-ya, tidak ingin beristirahat?” tanya Ahn ahjumma pada suaminya, yakni Kim ahjussi.

Ya, mereka berdua adalah pasangan suami istri yang tinggal menetap di mes lain yang berada di belakang mansion milik Cho Kyuhyun. Kim ahjussi yang bekerja sebagai kepala pelayan pria dan merangkap sebagai supir pribadi Seohyun dan Kyuhyun, sedangkan Ahn ahjumma yang bekerja sebagai kepala pelayan wanita dan tentunya merangkap menjadi juru masak di mansion besar itu, yaa Ahn ahjumma memang juru masak di mansion besar itu, tapi berbeda lagi jika nyonya mudanya ingin memasak sendiri tentu tugasnya hanya membantu nyonya muda tersebut di kegiatan memasaknya.

“Anhi, aku menemukan benda ini saat memilah sampah dari tempat sampah dikamar tuan muda” jelas Kim ahjussi memberitahu istrinya sambil memberikan benda kecil yang sempat ia temukan dari dalam tempat sampah tuannya.

“Omo! Ini ,, punya nyonya muda kah?” tanya Ahn ahjumma setelah memperhatikan hasil yang sangat jelas tertera di alat tersebut.

“Tentu, itu sebuah alat penguji kehamilan. Tidak mungkin tuan muda yang memakainya” jelas Kim ahjussi sambil terkekeh menaikkan selimutnya sebatas dadanya dan meletakkan kedua lengannya untuk menjadi bantalan kepalanya.

“Mwoya, bagaimana bisa mereka membuangnya eoh? Ini terlalu berharga untuk dibuang, hasilnya positif. Aku sendiri masih ingat betul bagaimana aku menyimpan alat tersebut baik-baik, saat hamil anak pertama kita” jelas Ahn ahjumma tersenyum mengingat kenangan manisnya dulu saat mereka masih seumuran tuan dan nyonya mudanya.

“Aku pikir mereka tidak sengaja membuangnya, kau ingat betul bukan kalau nona kecil Ellie bertamu pagi ini? Aku akan memberikannya nanti saat mereka kembali dari rumah tuan besar Cho. Jayo yeobo-ya” jelas Kim ahjussi sebelum akhirnya memejamkan matanya untuk beristirahat.

“Bagaimana ya jika nyonya besar Cho mengetahuinya malam ini juga? Astaga ,,, ia pasti tidak akan tidur semalaman kalau mengingat bagaimana ia bercerita ingin segera menimang cucu dari putranya itu” ujar Ahn ahjumma sambil tersenyum lalu meletakkan benda tersebut di laci khusus miliknya, ya ia akan mengikuti rencana dari suaminya untuk memberikannya nanti saat tuan mudanya kembali.

***

Api barbeque sudah terlihat terang menyala semakin menghangatkan suasana keluarga besar Cho yang sudah berkumpul lengkap dengan tawanya satu sama lain, mereka bergantian bercerita untuk menghangatkan atmosfer pada malam itu. Para pria yang memang memasak daging panggang sedangkan wanitanya saling menyiapkan selada serta bumbu yang melengkapi makan malam mereka, jangan lupa rangkaian wine mahal dan soju sudah menghiasi meja besar tempat mereka akan makan bersama.

Saat harum aroma daging panggang menyeruak ke indra penciumannya entah mengapa Seohyun terlihat gusar, seolah-olah ingin cepat-cepat menyantap daging panggang yang di panggang tak jauh dari meja yang sedang di benahi olehnya.

“Hyunie, kajja bantu eomma memotong beberapa sayurannya, sayang” panggil Eomma Kyuhyun membuyarkan lamunan Seohyun yang sedari tadi diam menatap irisan daging dihadapannya.

“Eo ,, ne eomma. Mianhae aku terlalu sibuk melamun tadi” jujur Seohyun merasa tak enak hati saat harus bersikap tidak ingin membantu mertuanya.

“Melamun? Aigo ,, kau masih terlalu muda sayang, untuk memikirkan beban hidup sampai harus membuatmu melamun seperti itu” ujar ny. Cho memberikan candaan pada menantunya yang sudah ikut memamerkan cengirannya.

“Uri Seohyun terlalu takut gemuk eoh, karena makan daging terus?” tanya Ahra yang sudah tersenyum menanggapi obrolan eommanya dan adik iparnya.

“Ellie, andwaeyo … jangan bermain-main dengan meja makan itu sayang~” lanjut Ahra memberhentikan gerak-gerik putri semata wayangnya yang akan mencorat-coret meja makan mereka dengan crayonnya.

“Anhi, Ellie tidak melakukan apapun” ujar Ellie berusaha polos dengan maksud omelan eommanya, lalu lari menghampiri appanya yang berdiri lumayan jauh darinya (sedang memanggang daging ham) untuk menghindari eommanya.

“Anieyo unnie, aku malah berpikir kapan semua daging itu akan matang” ujar Seohyun tanpa sadar menjawab mengenai kenapa ia sampai melamun seperti tadi, ia terlihat biasa saja sambil membereskan beberapa piring yang seolah-olah tidak mengatakan apapun tadi.

“Eomma, apa eomma dengar Seohyun mengatakan apa tadi?” tanya Ahra sedikit berbisik pada eommanya, sambil melihat pergerakan Seohyun yang terlihat menjauh untuk meletakkan beberapa peralatan makan ke meja makan mereka nanti.

“Tentu sayang, eomma masih belum tuli” sergah ny. Cho tidak terima dengan pertanyaan putri sulungnya.

“Haish eomma, aku serius” jelas Ahra mendapati jawaban eommanya malah terkesan marah dengan pertanyaan yang ia tanyakan.

“Eomma juga serius Ahra-ya” terang ny. Cho sambil menangkupkan kedua tangannya pada pipi bersih putri sulungnya menyatakan keseriusannya.

“Baiklah kalau begitu apa eomma tidak merasa aneh huh?” tanya Ahra sambil menatap adik iparnya dari kejauhan yang sibuk mengintai lembaran tipis daging yang di panggang oleh kumpulan pria-pria kesayangan keluarga Cho itu.

“Dia terlihat lupa dengan segala program dietnya ya Ahra” jawab ny. Cho ikut mendalami investigasi yang putri sulungnya pertanyakan.

“Gwaenchanayo ,, toh eomma senang jika punya menantu berisi” lanjut ny. Cho tersenyum sambil sibuk melanjutkan pekerjaannya untuk  memilah beberapa sayuran dan saus barbeque yang sudah disiapkan chef khususnya untuk acara barbeque malam ini.

“Ah iya eomma, apa eomma yakin akan memberikan Seohyun kitab itu malam ini juga?” tanya Ahra pelan pada eommanya saat Seohyun terlihat berlari semakin menjauhi mereka untuk menghampiri Kyuhyun yang sibuk dengan panggangannya, entah apa yang membuat wanita muda itu tertarik untuk mendekat, bahkan setelahnya Ahra bisa melihat adik iparnya menghirup dalam-dalam asap barbeque yang mencuat dari halaman belakang kediaman tuan Cho itu.

“Ne, eomma akan memberikannya malam ini juga. Eomma ingin cepat-cepat punya cucu kecil dari adikmu, jadi tidak ada salahnya untuk cepat memberikan kitab milik keluarga kita pada Seohyun malam ini juga” jelas eomma Kyuhyun antusias menatap rona bahagia putranya dan menantunya yang sedang saling tertawa satu sama lain.

***

Setelah semua makanan siap, mereka sudah duduk diposisinya masing saling bersebelahan dengan pasangannya.  Meja dan kursi yang di gunakan untuk acara barbeque malam ini adalah meja yang kursinya menyambung dan terbuat dari kayu namun memiliki luas yang bisa diduduki oleh semua anggota keluarga besar Cho. Meja dan kursinya membuat mereka semakin bisa bercengkrama tanpa rasa canggung sama sekali. Sesi doa sebelum makan pun tak di lupakan mengingat bagaimana sopan santunnya ajaran agama yang diajarkan tuan Cho pada keluarganya.

“Hyunie sayang, kajja ambilkan beberapa potong daging untuk Kyuhyun” perintah Kim Hana setelah ia mengambilkan beberapa potong daging wagyu untuk suaminya dan Ahra pun sudah mengambilkan beberapa potong daging untuk suaminya, namun lagi-lagi ia melihat tatapan kosong menantunya menatap lekat banyaknya makanan di hadapannya.

“Eh, ne eommanim” ujar Seohyun yang akhirnya sadar dari lamunannya menatap banyaknya potongan daging yang masih mengepul panas dihadapannya.

“Yeobo, menantu kita yang satu ini sering sekali terlihat melamun malam ini” terang eomma Kyuhyun memberitahu appa Kyuhyun dengan mengusap punggung tangannya.

“Seohyunie, ada apa heum? Apa mertuamu yang satu ini sangat cerewet sampai-sampai kau banyak pikiran, sayang?” tanya tuan Cho lembut sambil tersenyum menatap Seohyun menantunya, yang selanjutnya disambut dengan cubitan istrinya dan gelak tawa mereka yang ada di meja makan, tak terkecuali Ellie pun ikut tertawa bersama beberapa orang dewasa yang mengelilinginya di meja makan.

“Halmeoni wajahnya merah karena marah, tapi cantik” celetuk Ellie polos saat melihat wajah halmeoninya yang berubah warna karena ulah harabeojinya.

“Halmeoni tidak marah sayang, tapi harabeojimu memang benar-benar Ellie-ya” terang ny. Cho sambil tersenyum mengecup pipi cucu satu-satunya yang baru hadir saat ini. Ya, jadi Ellie duduk diantara halmeoni dan harabeojinya itu, jadi Ahra bisa sedikit merasakan hal yang sama dengan Kyuhyun, bisa berduaan meski sudah punya buntut.

“Anieyo appanim, eommanim sangat baik” jelas Seohyun sambil tersenyum sopan untuk menengahi tingkah sosok eommanya yang tidak terima dengan predikat cerewet yang disematkan oleh suaminya, ia sendiri sudah selesai memberikan beberapa potong daging untuk Kyuhyun.

“Tuan Cho, anda harus dengar itu. Menantuku yang cantik ini mengatakan yang sejujurnya kan sayang?” tanya ny. Cho pada Seohyun yang terlihat mengangguk lucu menatap wajahnya dan wajah suaminya.

“Baiklah, istriku ini memang baik. Sudah, saatnya kita makan ya” ujar tuan Cho yang akhirnya melanjutkan makannya dan yang lainpun sama mengikuti perintah tuan besar saat ini.

“Oppa, aku mau itu ya?” bisik Seohyun pada Kyuhyun yang berada di sebelahnya. Seohyun bukannya menginginkan daging yang ada dipiringnya, melainkan ia ingin daging yang ada di piring Kyuhyun, suaminya.

“Ne? Ada apa dengan daging yang ada dipiringmu sayang?” tanya Kyuhyun pelan menatap Seohyun yang terlanjur minat dengan daging yang ada dipiringnya. Padahal Seohyun juga tadi yang mengambilkan daging dipiringnya, bahkan Seohyun sempat menyuapinya samgyupsal yang wanitanya buat khusus untuknya.

“Kalau begitu suapi” jelas Seohyun menuntut jawaban Kyuhyun yang bertanya kenapa ia tak bernafsu dengan daging yang ada dipiringnya, entah kenapa ia ingin sekali jari lentik dan tangan indah suaminya yang menyuapinya daging-daging menggiurkan itu.

“Baiklah sayang, ini suapan istimewa untuk uri Seohyun aaakkkk~” ujar Kyuhyun sedikit lebih keras hingga akhirnya mengundang tatapan penasaran dari anggota keluarganya yang lain, ia menyuapkan samgyupsal khusus buatannya untuk Seohyun.

“Ya Tuhan, bisakah kita menghilang saja? Kita terlihat seperti sekumpulan obat nyamuk diantara dua pengantin baru itu” terang Ahra yang sudah sedari tadi melihat gerak gerik romantis adiknya dan adik iparnya.

“Nak, kajja suapi istrimu. Jangan mau kalah dengan pasangan baru itu, tenang saja Ellie biar kami yang urus” perintah tuan Cho pada menantu lelakinya, ia mungkin terlihat seperti sosok mertua yang kaku. Namun pada dasarnya sifat hangatnya sangatlah dicintai oleh siapapun yang menjadi anggota keluarganya, termasuk untuk menantunya sekalipun.

“Appanim~” ujar Seohyun yang malu dan menutupi pipinya yang merona, ia malu karena ternyata banyak yang memperhatikannya dan sang suami, bahkan dari sebelum suaminya berteriak lebih keras untuk menyuapinya.

“Lanjutkan nak, tidak apa-apa. Justru aku senang melihat bagaimana kalian saling membahagiakan satu sama lain” jelas tuan Cho sambil tersenyum pada menantunya yang merajuk malu.

“Sayang, ayo lagi mana buka mulutmu. Aakkkk~” perintah Kyuhyun yang setelahnya disambut dengan mulut terbuka Seohyun menuruti. Kyuhyun sendiri tidak merasa terbebani kalau harus menyuapi Seohyun, toh ia sendiri bisa makan setelah menyuapi istrinya itu. Asal Seohyun tahu, jauh dipikiran kotornya Kyuhyun sudah membayangkan kalau ada imbalan besar dari sang istri yang terlihat manja malam ini. Dasar Kyuhyun!

***

“AW ,, Apayo oppa! ,, Hiks” ujar Seohyun menanggapi apa yang dilakukan suaminya saat ini.

Kyuhyun terlihat membantu Seohyun untuk membuat kompres sederhana dengan handuk dan balok es untuk lidah Seohyun yang terluka ketika sedang asyik makan. Mereka berdua terdengar sangat ribut hanya karena argumen tentang kenapa tidak hati-hati saat mengunyah, dan berbagai kekhawatiran Kyuhyun yang terdengar mengomeli Seohyun. Sedangkan yang lain hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat keduanya sibuk dengan pembelaan masing-masing.

“Tapi ini sakit tahu” omel Seohyun karena mendengar sempat-sempatnya Kyuhyun mengomelinya ketika ia tak sengaja membuat lidahnya terkoyak oleh giginya saat makan tadi.

“Iya, iyaa oppa tahu ini sakit. Maaf kalau begitu” terang Kyuhyun pelan sambil mengusap punggung Seohyun, mengingat ada benarnya juga kalau ia salah untuk mengomel saat ini, toh yang di perlukan wanitanya saat ini bukanlah omelan darinya.

“Sudah, Kyunie ganti handuknya lagi ini. Darahnya sudah cukup banyak itu nak” ujar eomma Kyuhyun yang ikut sibuk karena panik perihal tragedi kecil yang menimpa kegiatan makan besar keluarganya.

“Lainkali hati-hati ya sayang, eomma tahu kau sedang sangat ingin makan daging-daging itu, tapi sekali lagi, hati-hati Hyunie” lanjut ny. Cho tulus sambil mengusapkan tangan lembutnya pada helaian rambut menantunya yang dijawab dengan anggukkan pelan, ya bagaimanapun Seohyun sudah ia anggap layaknya putrinya sendiri, ibu mana yang tega melihat anaknya meraung kesakitan saat acara makan seperti saat ini. Dan saat ini pula kita hanya bisa menatap iri bagaimana kasih sayang Kim Hanna pada Seohyun.

***

Kyuhyun terlihat sedang menikmati waktu malamnya bersama sang appa dan kakak iparnya, ya mereka baru saja menyelesaikan pesta barbeque dengan meminum wine bersama sebagai penutupnya sambil mengobrolkan seputar kehidupan ala pria milik mereka, sekaligus berbagi pengalaman pada Kyuhyun yang notabenenya baru menikah tiga minggu lalu. Sedangkan para wanitanya sudah masuk terlebih dahulu mengingat waktu semakin larut. Ketika Kyuhyun sudah mulai lelah dan ingin tidur, ia terlihat memasuki kamarnya ternyata tidak menemukan Seohyun disana, Kyuhyun tidak tahu wanitanya pergi kemana, di dalam kamarnya setelah ia berganti pakaian tidur Kyuhyun hanya mengotak atik smartphone sambil menunggu.

“Dia kemana huh? Bosan sekali .. padahal niatnya aku masuk pamit lebih dahulu dari appa dan hyung agar bisa melanjutkan kegiatan sebelumnya” gerutu Kyuhyun sambil berusaha membaca beberapa pesan di smartphonenya.

Ya, tanpa sepengetahuan Kyuhyun ternyata malam ini adalah malam dimana Seohyun mendapatkan nasihat-nasihat khusus dari eommanya. Kegiatan nasihat khusus ini terdengar seperti kegiatan sebuah agen khusus, ya .. itu memang agen khusus keluarga Cho yang sedang mengintrogasi Seohyun di ruangan khusus yang memang sengaja mereka kunci, dimana di dalamnya hanya terdapat Ahra, eomma Kyuhyun dan Seohyun sendiri, sedangkan si cantik Ellie? Gadis kecil itu sudah lama terlelap sebelum akhirnya eommanya ikut mengintrogasi Seohyun saat ini.

“Jadi untuk memulai semuanya eomma akan bertanya, sudah berapa kali kau melakukannya dengan Kyuhyun, sayang?” tanya eomma Kyuhyun antusias berusaha memulai pembicaraan panas mengenai apa yang sudah putranya lakukan pada menantu cantiknya ini.

“Eh itu ,,” gugup Seohyun yang sontak sudah mengubah warna wajahnya menjadi merah menahan malu mengingat eommanya terlalu frontal untuk menanyakan hal itu padanya, tidak ada yang salah disini namun sepertinya ia saja yang masih belum terbiasa dengan segala kebiasaan panas ala pasangan suami istri.

“Gwaenchanayo, jawab saja Hyunie. Eomma tidak hanya melakukan ini padamu, akupun jadi korbannya saat itu” jelas Ahra berusaha membantu Seohyun agar sedikit lebih rileks.

“Tiga kali?” ujar eomma Kyuhyun menebak mengingat menantu cantiknya itu tak kunjung mengatakan sudah berapa kali putranya bermain di dalam sana.

“Anieyo, Kyuhyun pasti melakukannya lebih dari itu” ujar Ahra menebak, ya dirinya paham betul bagaimana kepribadian adiknya. Mungkin jika di jelaskan cukup membuat eommanya terkena serangan jantung dadakan kalau mengingat bagaimana ulah adik evilnya itu, bergonta ganti wanita untuk memuaskan hasratnya adalah kegiatan harian bagi Kyuhyun sebelum ia bertemu Seohyun dan menikah seperti saat ini. Apalagi jika Kyuhyun sudah menikah dengan Seohyun, adik iparnya jauh dari kata kurang menarik, bahkan adik iparnya sangat membuat adiknya terpikat. Sudah menjadi barang jadi kalau Kyuhyun akan melakukan hal lebih itu jauh-jauh lebih sering daripada kegiatan Kyuhyun dengan wanita-wanita bayarannya.

“Ahra onni benar, oppa melakukannya lebih dari itu” cicit Seohyun malu setelah akhirnya mau menyuarakan jawaban dari pertanyaan mertuanya.

“Tapi tidak ingat berapa kalinya” bohong Seohyun sebelum eomma Kyuhyun bertanya lebih jauh, bisa di taruh mana wajahnya nanti kalau Kyuhyun hampir melakukan hal ‘itu’ setiap hari di dua minggu honeymoon mereka kemarin. Bahkan sebelum melaksanakan pesta barbeque malam ini pun mereka hampir saja melakukan hal itu lagi, kalau eomma Cho mengetahuinya mungkin mereka akan mendengar ada panggangan season kedua untuknya dan Kyuhyun.

“Aigo, sesuai harapan eomma” respon eomma Kyuhyun saat mendengar jawaban dari menantu cantiknya sambil berbinar yang mengundang tanda tanya di wajah Seohyun selaku menantunya.

“Eh?” bingung Seohyun

“Jadi eomma tidak marah?” tanya Seohyun lucu masih tidak paham dengan inti dari introgasi malam ini.

“Untuk apa eomma marah sayang? Eomma justru sangat bahagia” ujar ny. Cho sambil memeluk Seohyun hangat menyuarakan rasa senangnya, ternyata sebelum diberi nasihat menantunya ini memang sangat penurut untuk melaksanakan tugas menuntaskan kegiatan batin putranya.

“Pantas Kyunie sangat senang dengannya, polos sekali uri Hyunie sampai mengira eomma akan marah karena mereka terlalu sering melakukannya” ujar Ahra terkekeh sambil membenarkan bantal sofa yang dijadikannya sandaran sambil mendengarkan introgasi eommanya pada Seohyun.

“Bagaimana, apa dia menyakitimu di setiap malam huh?” tanya eomma Kyuhyun hangat sambil membenarkan helaian rambut halus Seohyun yang sempat menutupi permukaan wajahnya.

“Anieyo, oppa melakukannya dengan … sangat baik” jawab Seohyun bingung, ia benar-benar di buat skakmat dengan sesi tanya jawab ini, mimpi apa ia semalam sampai-sampai pertanyaan dari eommanimnya bisa sedemikian rupa.

“Dengarkan Ahra, uri Kyunie melakukan tugasnya dengan baik” ujar ny. Cho sambil terkekeh menatap Ahra sangat bangga dengan hasil kerja putranya.

“Hanya saja oppa sempat membuatnya mengeluarkan banyak darah saat pertama kali kami melakukannya, dan tentu membuatnya sangat sakit setelah melakukannya” jujur Seohyun sambil menunduk, ya sebenarnya ia tidak ingin memberitahukan perihal efek dari kegiatan malamnya dan Kyuhyun. Tapi memang sepertinya ia butuh teman untuk berbagi hal seperti ini, barangkali eommanya dan kakak iparnya bisa membantunya dan memberinya solusi.

“Haish eomma sudah kuduga, bukannya Kyunie pernah bercerita huh kalau miliknya memiliki ukuran yang tidak biasa” jelas Ahra yang sudah mengambil cemilannya sambil menyimak curhatan adik iparnya.

“Tapi semuanya baik-baik saja kan sekarang? Sudah memeriksakannya?” tanya eomma Kyuhyun khawatir, ia langsung meraba wajah menantu kesayangannya menggambarkan ke khawatirannya.

“Ya, semuanya baik-baik saja. Siang harinya oppa mengajakku untuk memeriksakan diri, ternyata hanya ada sedikit robekan disana. Dan itu tidak sepenuhnya salah oppa eommanim” ujar Seohyun jujur, ya ia tidak sepenuhnya salah Kyuhyun. Bahkan Seohyun masih ingat betul bagaimana brutalnya ia saat malam pertama mereka, ia sempat memimpin kegiatan malamnya dengan melakukan women on top di beberapa sesi permainan cinta mereka. Jadi sudah jelaskan ini bukan sepenuhnya salah Kyuhyun.

“Eomma lega mendengarnya, kalau begitu sepertinya memang sudah saatnya kau memegang kitab yang di turunkan dari keluarga Cho ini” jelas eomma Kyuhyun sambil memberikan kitab khusus yang memang terlihat sangat kusam karena warnanya pun sudah hampir menguning.

“Ini kitab khusus milik keluarga Cho, tidak sepenuhnya kitab. Kau bisa menyebutnya buku panduan khusus mengingat isi dari bacaan ini tak lain bagaimana menjadi wanita yang bisa membuat prianya merasakan hal baru di setiap kegiatan intim mereka dan banyak lagi pelajaran mengenai kehidupan ber-rumah tangga yang baik tertera di dalamnya. Percaya atau tidak buku ini memang sengaja di turunkan untuk generasi-generasi Cho saat mereka memasuki jenjang pernikahan, termasuk saat ini maka kitabnya akan di pegang olehmu Hyunie” lanjut eomma Kyuhyun yang sudah meletakkan buku kusam itu di paha Seohyun.

Kitab tersebut yang berjudul ‘Bagaimana Mendapatkan Apa yang Kamu Ingin Dapatkan’ tertera di cover depan sebagai judul dari buku lama itu, tulisannya masih menggunakan aksara hangul yang masih jauh dari kesan modern seperti sekarang ini, dari judulnya tidak ada kesan aneh sehingga orang tidak akan berpikiran buruk mengenai kitab yang Seohyun pegang sekarang. Terlihat kusam namun masih cukup terawat saat Seohyun berhasil membuka lembaran demi lembaran di kitab tersebut.

“Ini untukku eommanim?” tanya Seohyun menatap wajah eomma Kyuhyun yang tepat berada di sebelahnya saat ini.

“Ya, untuk istri cantik dari uri Kyunie. Bacalah selagi kau punya waktu luang, isinya bisa membuatmu lebih paham dengan apa itu makna hidup bersama dalam biduk rumah tangga sehingga kau tetap punya jawaban yang bijak saat kalian berdua memiliki masalah. Eomma pernah menyuruh Kyuhyun membacanya beberapa bulan sebelum ia menikahimu, jangan ragu untuk mengajaknya membaca lagi, ajaklah ia untuk membacanya lagi lain waktu. Kyuhyun pasti akan sangat senang kalau ia tahu kaupun membacanya” terang eomma Kyuhyun sambil mengusap helaian rambut wanita milik putra bungsunya itu, wajah hangatnya menyuarakan bagaimana ia menyayangi menantunya ini.

“Ne eommanim, kamsahamnida” ujar Seohyun sedikit membungkukkan tubuhnya untuk berterima kasih dengan segala rasa hormatnya pada mertuanya ini, eomma Kyuhyun memang sudah seperti eommanya sendiri sangat menyayanginya sampai-sampai ia lupa kalau eomma dan appanya memang jarang bersamanya saat ia sudah menikah dengan Kyuhyun.

“Ini sudah sangat larut eomma, cepat kembalikan Hyunie pada uri Kyunie. Pagi ini aku sudah membuatnya gagal mendapatkan jackpot di dapur, dan tadi saat aku menculik Hyunie di kamarnya ia sudah siap dengan lingerienya yang di khususkan untuk Kyuhyun. Lagi-lagi aku sudah membuat Kyuhyun gagal untuk mendapatkan jatahnya lagi haha. Benarkan Hyunie?” tanya Ahra merutuki ulahnya seharian ini yang membuat adik kesayangannya tak mendapatkan jatah khususnya dengan ledekkannya pada adik iparnya.

“Onnie~” rengek Seohyun malu menutupi wajah merahnya dengan buku lama yang eomma Kyuhyun berikan malam ini.

“Apa benar itu huh? Ahra-ya, lainkali lebih hati-hati lagi untuk tidak menganggu mereka. Tenang saja uri Hyunie, kegiatanmu dengan Kyuhyun akan dibentengi oleh eomma agar tidak ada yang menggangu” ujar ny. Cho memperingatkan Ahra dan menyuarakan dukungannya pada kegiatan intim Seohyun dan Kyuhyun.

“Eomma~” ujar Seohyun yang semakin menyembunyikan wajahnya karena warna merah di wajahnya sudah jauh dari kata wajar.

“Tidak apa-apa, ne? Tentu akan sangat berdosa jika kau membuat Kyuhyun berhenti melakukannya terhadapmu, jangan malu lagi. Mana wajah menantu eomma yang cantik ini, eomma ingin lihat” ujar ny. Cho mengambil buku yang menutupi wajah Seohyun, lagi-lagi wanita yang menjadi eomma dari Kyuhyun terlihat kagum dengan wanita yang menjadi pilihan putranya.

“Aigo jinjja neomu yeppeuda~” puji ny. Cho saat melihat wajah merona dari Seohyun sambil ia usap wajah halus menantunya.

“Eommanim, saranghaeyo” ujar Seohyun yang langsung saja memeluk tubuh berisi mertuanya dengan sayang, saat ia merindukan pelukan eommanya maka hanya inilah yang bisa ia lakukan. Memeluk eomma Kyuhyun untuk meringankan rindunya ia pada eomma dan appanya.

“Sudah mengunjungi eommamu atau belum, heum?” tanya ny. Cho di sela-sela pelukkannya pada Seohyun, tangan putihnya terlihat mengusap punggung tegap dan ramping milik wanita putranya menyuarakan rasa nyaman.

“Belum, aku dan oppa belum mengunjungi eomma lagi. Mungkin setelah menginap dari rumah eommanim” jelas Seohyun yang sudah menggerakkan tangannya untuk mengusap punggung eomma Kyuhyun selaku mertuanya.

“Keurom, kalian harus cepat berkunjung. Kalau Kyuhyun menolaknya adukan pada eomma, arra?” ujar ny. Cho menatap Seohyun yakin untuk mengomeli putranya karena takut-takut kalau Seohyun tak berkunjung itu ulah putranya yang menolak.

“Anieyo, oppa pun sama ingin berkunjung kerumah eomma. Namun waktu kami yang masih belum mengijinkan, secepatnya aku akan mengunjungi eomma” jelas Seohyun berusaha memberikan jawaban yang tidak membuat mertuanya khawatir.

***

Seohyun terlihat santai untuk masuk kekamar Kyuhyun yang tak lain adalah kamarnya saat ini, ditangan kanannya ia membawa kitab khusus yang diberikan mertuanya tadi. Meski nyaman jika mengobrol dengan mertuanya, namun topik kali ini jauh dari rasa nyaman. Yang ada ia hanya merasa cukup waswas dengan berbagai pertanyaan mencekik yang dilontarkan oleh mertuanya, apalagi jika itu mengenai kegiatan panjangnya dan Kyuhyun. Bahkan sampai saat ini pun ia masih tidak menyangka kalau ia sukses melakukan hal itu bersama prianya, bisa dibilang malah saat ini ia merasakan adanya zat adiktif pada kegiatan itu.

Ya Tuhan, apa yang oppa lakukan padaku sampai akhirnya aku sangat menyukai kegiatan itu? – tanya Seohyun dalam hati.

“Darimana saja heum?” tanya Kyuhyun pada Seohyun saat melihat wanitanya baru saja masuk kekamarnya.

“Itu ,, anu ,, habis bertemu eomma” jawab Seohyun tergagap karena keterkejutannya pada sosok prianya yang sedari tadi menari-nari dipikirannya, bagaimana tidak terkejut suaminya itu tiba-tiba saja muncul dari bilik kamar mandi yang ada di kamar besar itu.

“Kalau begitu beritahu apa saja yang eomma bicarakan tadi” pinta Kyuhyun menatap warna coklat kornea mata wanitanya yang sangat memabukkan itu, sejujurnya asal Seohyun tahu saja. Kyuhyun sehabis dari kamar mandi itu dikarenakan menuntaskan permintaan kawan kecilnya yang ternyata bangun secara tiba-tiba saat ia membayangkan kilasan malam panjang yang pernah ia lakukan dengan istrinya, Seohyun.

“Eomma ,, itu ,, memberikan aku nasihat. Ya .. memberikan aku banyak nasihat” ujar Seohyun tersenyum sedikit ragu untuk memilah jawaban pada awalnya, namun beruntung sekali akhirnya ia menemukan jawaban yang tepat akan pertanyaan suaminya. Bagaimanapun ia harus merahasiakan apa yang baru saja ia lakukan bersama eommanim dan kakak iparnya, Ahra. Tentu akan sangat malu kalau sampai Kyuhyun mengetahuinya.

“Baiklah, kalau begitu apa yang kau sembunyikan di balik tubuhmu itu, heum?” tanya Kyuhyun yang semakin penasaran dengan gerak gerik wanitanya, ia bisa melihat ada raut kegusaran di mata cantik Seohyun saat ini. Tentu jika di jelaskan memang sangat terlihat kalau Seohyun menggenggam sesuatu dibalik tubuhnya yang masih berdiri di tengah-tengah kamar besarnya, wanitanya berusaha menyembunyikan apa yang ia bawa sekarang.

“Bukan, ini bukan apa-apa” ujar Seohyun berusaha menjauhi Kyuhyun dengan berjalan mundur menjauhi prianya yang tampak seksi karena rambutnya basah di beberapa sisinya.

“Berikan pada oppa, oppa mau lihat” pinta Kyuhyun santai semakin mendekat pada Seohyun yang terang-terangan ingin menghindar dan menyembunyikan sesuatu yang ada di belakang punggungnya saat ini.

“Jangan oppa, sudahlah kajja kita tidur” ajak Seohyun mendorong tubuh Kyuhyun ke arah ranjang besarnya dengan satu tangannya, karena tangannya yang lain ia gunakan untuk menggenggam kitab khusus yang di berikan eomma Kyuhyun tadi. Dan Kyuhyun terlihat menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ajakan sepihak sang istri tanpa menunjukkan apa yang ia sembunyikan.

“Ayolah oppa, cepat .. aku sudah mengantuk” pinta Seohyun yang sudah terlalu lelah, ia tahu Kyuhyun terlalu teguh dalam pendiriannya sehingga prianya itu masih saja tidak mau mengalah dan kian penasaran sambil mengulurkan tangannya untuk meraih benda yang sudah ia sembunyikan dibalik tubuhnya.

“Ini,, jadi kau … ” ujar Kyuhyun sedikit tertegun dengan benda yang ia gengam saat ini.

Kali ini giliran Kyuhyun yang speechless jadi mereka berdua sempat diam untuk beberapa saat sambil menatap kitab khusus yang diberikan eommanya pada Seohyun malam ini.

“Ya aku rasa tidak ada gunanya lagi aku menyembunyikannya dari oppa, eommanim memberikanku kitab itu saat tadi aku tiba-tiba pergi” jelas Seohyun membuka kesunyian yang terjadi di kamar megah itu.

“Apa oppa tahu itu kitab apa? Dan Eommanim bilang oppa sudah pernah membacanya, apa benar?” tanya Seohyun polos saat kini kedua mata mereka bertatapan.

“Hahaha tentu oppa tahu kitab ini. Bahkan sebelum eomma menyuruh oppa membacanya, oppa sudah terlebih dahulu mengendap-endap keperpustakaan khusus milik abeoji hanya untuk membacanya, ketika sudah cukup umur tentunya” terang Kyuhyun sambil terkekeh menerawang asal muasal kapan ia membaca kitab khusus itu.

“Astaga ,, pantas saja” celetuk Seohyun spontan, ternyata memang Kyuhyun sudah memiliki banyak ketertarikan dengan hal intim yang membuatnya senantiasa menyebut prianya si raja pervet.

“Berhubung semuanya sudah diluar kepala, kajja .. akan oppa tunjukkan kepadamu bagaimana cara kerjanya jika dilakukan langsung” ajak Kyuhyun nakal lengkap dengan smirknya, ia terlihat menggoda Seohyun yang jelas-jelas sudah masuk keperangkapnya. Bagaimanapun malam ini ia tidak boleh masuk kekamar mandi lagi hanya untuk membuang benih-benihnya dengan percuma pada aliran busa yang hanyut ke selokan, ya ia harus memastikan benih-benihnya bersemayam di tempat yang tepat.

“Mwo?” ucap Seohyun terkejut dengan ucapan Kyuhyun yang sudah melemparkan buku itu asal dan memojokkan dirinya ke dinding, menahan kedua pergelangan tangannya sambil mencium bibirnya dan terus merambat ke leher jenjangnya yang tentu terekspos mengingat ia sudah berganti pakaian meski masih tertutup jubah yang menutupi lingerie malamnya.

Eungh ,, – racau Seohyun pada akhirnya. Seohyun sendiri tidak menampik kalau sepertinya malam ini mereka memang harus menjalankan malam panjang itu lagi setelah seminggu absen dari kegiatan panas itu, ditambah ia mendapatkan wejangan khusus yang mertuanya berikan. Rasanya memang sangat bohong kalau ia ingin memberhentikan kegiatan itu sekarang.

>///<

 

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa readersdeul, bagi yang menjalankannya tentunya 🙂

See-ya~

Advertisements

Author:

I'm J.A, not Lala. WE ARE DIFFERENT PERSON. Please being nice to me - JooAh, Seo.

51 thoughts on “Our M-Life : Omona (1/2)

  1. baru baca lagi setelah lama beralih ke wattpad hehe, duh kyu oppa dari kecil aja dah paham ya masalah begituan 😂 ngga pernah bosen baca ffnyaaa, ditunggu karya lainnyaaa kak :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s