Our Family 4

Our Family

image

Author   : L~Cho
Cast     : Cho Kyuhyun >< Cho twins
Genre    : Family, Angst, Sad
Leght    : chapter

********
Seorang namja yang berada di dalam mobil tampak sedang mengawasi sebuah rumah yang berada disamping mobilnya. Sudah hampir dua jam namja tersebut mengawasi pergerakan yang mungkin terjadi, tetapi apa yang terjadi? Selama dua jam tersebut tak satupun pergerakan dari orang yang tinggal dalam rumah tersebut yang tampak.

Namja tersebut tak patah arang, ia tetap setia memantau rumah tersebut. Keingintahuannya tentang semua yang telah ia dengar membuat dirinya tergerak untuk memastikan sendiri tentang kebenarannya.

Tiba-tiba dari arah garasi rumah tersebut terjadi sebuah pergerakan dan muncullah seorang namja paruh baya yang tengah membawa peralatan pancingnya masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian muncul seorang namja kecil yang baru keluar dari dalam rumah sambil menenteng ember kecil.

Namja tadi terus memandangi segala aktifitas yang dilakukan kedua lelaki beda generasi tersebut. Segala sesuatu yang dilakukan kedua namja tadi tak luput dari pantauannya.

“Haraboji.. Ini ditaruh dimana?” Tanya bocah tersebut.

“Ahh… Taruh saja di bagasi belakang..” Suruh sang kakek.

“Mm ne..” Ucap sang cucu dan bergegas pergi menaruh ember.

“Joo apa sudah selesai?”

“Ne…”

“Kajja kita pergi ” Merekapun memasuki mobil dan melajukan mobil mereka keluar dari rumah tersebut.

Namja yang sedari tadi mengawasi kedua namja barusan, langsung menutup kaca mobilnya dan bergerak pergi dari rumah tersebut. Sudah cukup pengintaiannya hari ini. Besok ia akan melanjutkan pengintaiannya kembali.

Disebuah restauran

Di sisi lain seorang wanita berperawakan mungil berpakaian resmi tengah duduk sambil mengaduk-aduk minuman di depannya. Sesekali wanita itu menguatak atik smartphonenya memastikan sebuah pesan yang masuk. Ia menghela nafas beratnya. Masalah dan tekanan yang datang bertubi-tubi membuat dirinya stress berat, ia tak tahu lagi harus berbuat apa. Meskipun ibunya telah memberikan restu tetapi dirinya masih ragu untuk melangkah jauh kedepan dan itu berarti ia mengabaikan ancaman ayahnya.

Wanita itu adalah Cho ahra, ia memandang lesu minuman di depannya. Waktunya tinggal dua hari lagi untuk memutuskan semuanya. Seandaianya ia memiliki pilihan lain yang lebih menguntungkan di pihaknya, andaikan appa tidak keras hati dan tidak memandang beda pada status sosial, andai dan andai…

Ahra menelungkupkan kepalanya pada ujung mejanya, kepalanya pusing memikirkan keputusan yang harus ia ambil. Ia ingin sekali hidup bahagia bersama kekasihnya Jung Yunho tetapi disisi lain ia juga tak mau membangkang ayahnya, orang tuanya.

“Tuhan, aku harus bagaimana?” Batinnya.

Drrtt,..

Getaran ponsel mengagetkan ahra. Ia mengambil ponselnya dan membuka sebuah pesan yang masuk.

“Keluarlah, aku menunggumu diparkiran”

—-Yunho—-

Ahra menutup ponselnya dan mengambil tas yang ada di sampingnya. Tak lupa ia membuka dompetnya dan mengambil beberpa won untuk membayar minumannya. Setelah membayar minumannya ia pun bergegas menuju parkiran yang ada di depan restaurant tersebut.

Ia edarkan matanya mencari sosok kekasihnya, pandangannya terhenti saat melihat sosok lelaki yang memakai kemeja biru polos dengan lengan baju yang digulung sampai siku. Ahra tersenyum dan melambaikan tangannya pada lelaki tersebut, lelaki tersebut membalas senyuman kekasihnya dan berjalan menghampiri kekasihnya, tak lupa ia juga menggandeng tangan ahra dengan mesra dan menggiringnya menuju sebuah mobil berwarna biru, yang terparkir tak jauh dari mereka.

Didalam mobil, tangan yunho terus menggenggam tangan ahra, sesekali ia ciumi telapak tangan kekasihnya tersebut sambil mengulas senyuman manis. Ahra tersipu malu atas perlakuan manis yunho, jarang-jarangkan mereka bisa seromantis ini, bertemu saja jarang sekali. Apalagi kontak fisik seperti ciuman yang bisa dihitung dengan jari ,pegangan tangan juga paling mentok.Tiga hari ini ia bisa bebas dari pengawalan mata-mata sang ayah yang biasanya membuntuti kemanapun ia pergi karena dalam tiga hari itu juga ia sudah harus memberikan jawabannya.

Ahra bingung harus berkata apa pada kekasihnya, yunho. Apakah yunho akan menyetujui pendapatnya jika ia lebih memilih dirinya dari pada ayah kandung ahra sendiri? Mengingat kekasihnya itu sangat menghargai orang tua dan juga baik hati. Ahra tak tahu harus bagaimana, ia memutuskan untuk diam sejenak sembari menunggu kekasihnya membawa dirinya kemana. Ia pasrah.

Mobil itu melaju kencang menyusuri jalanan kota seoul, mobil tersebut bergerak jauh meninggalkan hiruk pikuk kepadatan kota Seoul. Ahra tetap tak bergeming. matanya tetap fokus mengarah kejalanan. sedangkan yunho ia sedari tadi mencuri-curi pandang kearah kekasihnya dan sesekali terlihat ia menyunggingkan senyuman misteriusnya.

Dua jam sudah mobil itu melaju di jalanan, pada akhirnya mobil tersebut berhenti di sebuah rumah tradisional korea yang sepertinya sudah sangat berumur sekali. Terlihat dari kayu dan tiang penyangga yang terlihat sudah nampak usang namun terjaga akan kebersihan dan keindahannya. Di dalam mobil Ahra terkagum-kagum melihat rumah itu, bentuk, corak serta ornamen rumah tersebut sangat kental dengan kebudayaan tempo dulu, zaman sekarang sulit sekali menemukan rumah yang seperti ini, kecuali jika kau pergi berkunjung ke museum atau ke istana zaman kerajaan tempo dulu yang dijadikan tempat wisata.

Yunho membukakan pintu mobilnya, kemudian menjulurkan tangannya pada kekasihnya. Ahra menerima uluran tangan yunho. Mereka melepas alas kaki yang melekat dikaki mereka saat akan memaasuki rumah tesrsebut, Kemudian mereka bergandengan memasuki rumah tersebut dengan tangan yunho yang melekat erat pada pinggang ahra. Seulas senyum bahagia tecetak jelas di bibir pasangan tersebut saat memasuki ruang tengah. Yunho mempersilahkan ahra untuk duduk diatas bantalan kasur kecil khas korea tempo dulu.

“Oppa, ini rumah siapa?” Tanya ahra sembari memandang kagum sekeliling rumah tersebut.

“Sebentar, Ny. Yoon, bisakah anda mengambilkan minum untuk kekasihku?” Pinta yunho pada seorang wanita paruh baya yang memakai hanbok di sampingnya.

“Ne tuan, tunggu sebentar” ucap wanita tadi Dan berlalu pergi.

“Dia siapa?” Tanya ahra penasaran.

“Ahh, dia adalah orang yang merawatku sejak kecil. Dan Sekarang dialah yang mengurus rumah ini, rumah peninggalan kedia orang tuaku..”

“Jadi, ini rumahmu oppa? Aku tak menyangka sama sekali kau memiliki rumah traditional seperti ini, aku kagum sekali padamu oppa…” Aku ahra.

“Jadi, kau mau tinggal disini bersamaku?” Tawar yunho, bersamaan itu ny. Yoon satang membawa nampan yang berisi poci dan gelas serta makanan ringan Dan meletakkannya di atas meja.

“Mwo? Maksud oppa apa? Aku tak tahu..hehehe”

“Sudahlah sayang, aku sudah tahu semuanya. Semalam ibumu menceritakan semuanya. Beliau menitipkanmu padaku..” Ucap yunho santai sambil meneguk tehnya.

“Oppa bicara apasih, aku tidak mengerti..” Elak ahra sambil menyembunyikan muka gugupnya.

“Aku sudah tahu tentang adikmu dan penawaran ayahmu. Jadi hari ini mari kita putuskan bersama langkah yang akan kita ambil” Ucap yunho sembari menggenggam erat kedua telapak tangan ahra . ahra yang melihat kesungguhan terpancar jelas di kedua bola mata sang kekasih, tak kuasa Untuk menahan air matanya yang mendesaknya untuk keluar.

“Oppa..” Yunho mengusap air mata ahra lembut dengan menggunakan kedua jari jempol tangannya. Ahra masih terisak, human karena sedih melainkan karena bahagia. Akhirnya bebannya sedikit demi sedikit terangkat. Semua karena yunho.

“Please, trust me honey.., all be fine..” Yunho menyingkirkan meja yang membatasi mereka lalu menelungkupkan kepala ahra di dadanya, memberikan pelukan hangat until sang kekasih.

“Tapi, bagaimana dengan appa? Aku tak ingin dicap sebagai anak durhaka, oppa..” Ahra semakin terisak. Tetesan air matanya membasahi kemeja yang dipakai yunho.

“Akupun sama jika ada diposisimu sayang, tapi satu hal yang perlu kau ketahui.Adakalanya kita tidak mengikuti aliran sungai yang mengalir, kadang kala kita perlu untuk melawan arus. tak peduli jika itu bertentangan dengan hati nurani kita. Namun satu hal yang pasti tak selamanya melawan arus itu buruk. ada kebaikan yang tersembunyi didalamnya.”

“Tak selamanya membangkang orang tua itu adalah perbuatan tercela, adakalanya membangkang adalah jalan kita untuk menunjukkan diri kita yang sebenarnya. Karena tak selamanya orang tua itu selalu benar. Seperti halnya kasusmu sayang, ayah dan ibumu selalu bertentangan dalam bertindak. Apalagi sifat dan sikap ayahmu yang keras selama ini, tak menunjukkan sosok ayah yang patut untuk dijadikan teladan. Meskipun dalam beberapa hal itu memang dia benar. Adakalanya keegoisan seorang ayah untuk memproteksi anaknya agar mendapatkan segala sesuatunya dengan baik dan tercukupi membuat mereka gelap mata sehingga menutupi hati nurani mereka, tapi semua itu semata-mata untuk kebaikan anaknya. Akupun juga akan melakukan hal sama nantinya jika kita memiliki putra dan putri.” Ahra terlihat sudah agak tenang namun masih dalam pelukan yunho, malahan sedari tadi ia terlihat tengah merunduk diam sambil meresapi setiap ucapan yunho.

“Sayang, aku disini bukan untuk menyuruhmu agar membangkang ayahmu. Tapi aku disini untuk mencerahkan pikiranmu yang kacau beberapa hari ini. Kau tahu, sejak awal saat aku memutuskan untuk memulai sebuah hubungan denganmu, aku telah berpikir masak-masak tentang konsekuensi yang nantinya akan ku dapatkan. Kau lihat sekarang? Aku masih ada disini. Disisimu, untuk selalu menjagamu meskipun dari jarak jauh.. Apalagi restu dari ibumu Sudah kukantongi..” Lanjutnya lagi sambil memeluk tubuh mungil ahra.

“Oppa.. Sekarang aku sangat yakin dan mantap…” Ucap ahra pelan. Yunho melepaskan pelukannya dan balik menatap ahra.

“Maksudmu?”

“Aku yakin untuk memilihmu… Jung Yunho…” Yunho tak bisa menahan untuk tidak memeluk kembali ahra. Ia terlalu bahagia namun disisi lain ia merasakan kesedihan karena itu berarti ahra akan jauh dari orang tuanya karena memilihnya.

Dalam hati yunho terus merutuki nasib percintaannya yang tak pernah mengenal Kata bahagia. Namun Sekarang, setelah ada cho ahra disampingnya, ia berjanji untuk membahagiakan ahra apapun yang terjadi.

**

Di sebuah kamar, terlihat seorang wanita tengah menemani seorang yeoja cilik yang tengah menggambar. Terkadang sang wanita memberikan arahan dan saran kepada yeoja cilik tadi saat ingin memberikan aksen tambahan atau memberikan saran untuk warna yang pas bagi gambarnya. Hampir satu jam wanita tersebut menemani bocah cilik tersebut dan saat ini bocah cilik tersebut terlihat gelisah Dan tidak konsentransi. Iapun menaruh pensilnya di atas meja dan

“eomma, jihyunnie ingin makan jajangmyeon..”

“Anak eomma lapar ne?” Jihyun mengangguk. “Okey, tunggu sebentar eomma akan buatkan jajangmyun yang special untuk putri eomma yang paling cantik..” Ucap seohyun sambil mencubit gemas pipi gembul putrinya.

“Yeyyyy… Buatkan yang enak Dan banyaaakk ya eomma? Jihyun sangat lapar..!” Sang ibu mengangguk mengiyakan. Iapun meninggalkan putrinya dan berjalan menuju dapur.

Langkah seohyun terhenti saat ia mendengar suara tangisan dari arah ruang tamu. Iapun melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, namun saat dirinya sudah berada di samping lemari besar yang membatasi ruang tamu dengan ruang keluarga langkah kakinya terhenti. Seohyun terpaku melihat sosok seorang wanita paruh baya yang tengah bersujud dan menangis di kaki ibunya.Sedangkan ibunya juga ikut memeluk tubuh wanita Tadi dan ikut menagis sesegukan.

Seohyun masih samar dengan sosok tersebut karena wajahnya tidak terlihat jelas karena terhalangi tubuh ibunya. Namun saat wanita yang tadi bersujud dikaki ibunya mendongakkan kepalanya, tubuh seohyun semakin membeku. Dia..

“Hana Ahjumma ..” Ucap seohyun spontan dan membuat orang yang dipanggil hana tadi beserta ibunya menoleh kearah seohyun.

“Seohyun…” Ucap hana lirih. Ia kemudian berusaha untuk bangkit dan berjalan mendekati seohyun.

“Seohyun, ini benar kamu nak? Ya tuhan…” Tangis hana kembali pecah. Ia memeluk tubuh seohyun erat seakan tak ingin dilepaskannya kembali.

“Ahjumma.. Kenapa? Ada apa ini?” Tanya Seohyun yang bingung denagn keadaan ini.

“Maafkan ahjumma ya sayang.. Maafkan ahjumma..” Ucap hana dengan terbata bata. Ibu seohyun yang masih berada di sofa ikut menagis haru karenanya.

“Ini ada apa, aku bingung sekali ! Eomma, kenapa hana ahjumma seperti ini?” Seohyun meminta penjelasan kepada sang ibu. Hana masih tetap memeluk erat seohyun sambil menggumamkan kata maaf.

“Kemarilah seohyun, ajak mertuamu duduk disini..” Ajak ny. Seo. Seohyunpun membimbing tubuh hana untuk duduk disebelah ny.seo.

“Eomma, aku butuh penjelasan..” Pinta seohyun.

“Seohyun, kedatangan hana ahjumma kesini adalah ingin menjelaskan suatu hal dan untuk meminta maaf. Selain itu eomma juga ingin meluruskan segala kesalah pahaman yang terjadi antara kau Dan Kyuhyun… Eomma mohon jangan menyela saat eomma menceritakan semua kebenaran ini, atau kau akan menyesal seumur hidup Dan hidup dengan segala dendam Dan kebencian sampai akhir hidupmu..”

“Baiklah…”

“Dengarkan eomma baik-baik, tujuh tahun yang lalu saat suamimu, kyuhyun meninggalkan dirimu beserta anak-anak kalian ternyata bukan karena suamimu memang ada niatan untuk meninggalkan kalian. Dia mengalami kecelakaan saat itu dan mengalami amnesia karena memang dia mengalami gegar otak yang cukup parah. Dia bahkan tak mengenal siapa dirinya saat dia mulai sadar dari koma. Untungnya saat kecelakaan itu terjadi, kyuhyun ditemukan oleh keluarganya sendiri sehingga mereka langsung melarikan kyuhyun kerumah sakit di Seoul..” Terang Ny. Seo.

Seohyun merasakan dadanya terhunus batu besar saat mendengarkan fakta yang sebenarnya terjadi. Jadi selama ini pemikirannya semua adalah salah besar. Suaminya sakit dan tak mampu mengingat dirinya apalagi dirinya sendiri. Kenapa? Kenapa kenyataan ini baru terungkap setelah tujuh tahun terlewat? Kalau seperti ini yang terjadi ia tak akan menyalahkan kepergian suaminya. “Ya tuhan.. Maafkan aku yang sudah berburuk sangka pada suamiku sendiri.. ” Batin seohyun degan linangan air matanya yang sudah berjatuhan di pipi tembamnya.

“Sampai Sekarang Kyuhyun masih belum mengingat tentang kamu Dan juga anak-anak Kalian…” Ungkap Ny. Seo Dan membuat seohyun semakin bersalah.

“Seohyun, ahjumma mohon, jangan benci suamimu.. Dia tidak sengaja meninggalkan kalian dan membuat hidupmu dan anak-anak kalian sengsara. Yang salah adalah kami karena menyembunyikan semua kebenarannya pada kyuhyun saat ia sudah sadar..” Sela Ny. Cho sambil memeluk lengan seohyun sambil menumpahkan air matanya.

“Aku mohon padamu nak… Ahh Tidak mulai sekarang kau harus memanggilkan eomma seperti ibumu karena aku juga adalah ibumu, ibu dari suamimu, mertuamu. Tapi jika kau keberatan tidak apa-apa..”

“Ah… Maksudku eommanim, aku sama sekali tidak keberatan. Malahan aku sangat senang eommanim mau mengakui diriku ini sebagai menantu eommanim.. aku  senang sekali..” Ucap seohyun seraya memeluk tubuh mertuanya.

“Seohyun, kau sungguh wanita yang baik hati seperti seorang malaikat. Maafkan eommamu ini karena ketidak mampuan dan berdayaanku ini hidupmu menjadi menderita.. Maafkan eomma ya nak, seandainya dulu eomma berani menentang ayah mertuamu mungkin kalian masih bersama dan tak akan terjadi kesalahan seperti ini, eomma…” Ny. Cho tak dapat melanjutkan kalimatnya karena terlalu banyak keluh kesah yang ia pendam selama ini sehingga ia merasa tak bisa melanjutkannya.

“Eomma tidak bersalah, mungkin ini semua sudah jalan takdir yang harus kami lalui, aku akan mencoba bertahan dan bersabar dalam melaului ini semua eomma…”

“Seohyun…” NY. Cho terharu mendengar ucapan seohyun barusan. Hatinya lega, karena itu berarti seoohyun sudah memaafkan dirinya Dan Kyuhyun. Satu masalah hampir terselesaikan, Sekarang fokusnya adalah membujuk suaminya serta melindungi putrinya.

“Eomma…! Mana jajangmyunku?” Teriak seorang gadis kecil yang tengah berjalan menuruni tangga.

Seluruh orang yang ada di ruang tamu Tadi melirik ke arah jihyun yang berjalan mendekati mereka.Seohyun menepuk jidatnya lupa. Tadikan tujuannya kan pergi kedapur membuatkan jajangmyun untuk jihyun, karena terbawa suasana ia jadi melupakannya. Aigo seohyun

“Eomma, mana jajangmyunku?” Tanya jihyun seraya mendudukkan diri kepangkuan seohyun. Ny. Cho yang berada disamping seohyun nampak terkejut dengan kedatangan jihyun.

“Seohyun,,, apakah dia…” Seohyun menganggukkan kepalanya.

“Ya tuhan.. Cucuku…” Ny. Cho memeluj tubuh mungil jihyun dengan penuh kasih sayang, ia juga mengelus dan mencium kepala jihyun. Anehnya jihyun tidak memberontak. Ia hanya diam saat dipeluk ny. Cho.

“Eomma, dia siapa?” Tanya jihyun polos.

“Jihyun, ini adalah halmoninya jihyun dan hyunjoo oppa..” Jelas seohyun.

“Halmoni? Jadi jihyun dan joo oppa punya dua halmoni?”tanya jihyun polos. Seohyun mengangguk. Jihyun memandang penuh arti pada ny. Cho.

“Halmoni, benarkah Halmoni adalah halmoni ji Dan joo oppa?” NY. Cho mengangguk. Ia cium kening cucunya itu. Cucu yan selama ini tak pernah sekalipun ia tahu rupa wajahnya. Cucu yang ia telantarkan. Hana tak tahu seberapa dosa yang ia perbuat selama ini. Ia merasa bersalah sekali. Seandainya dulu ia bisa melunakkan hati suaminya maka semuanya tak akan pernah terjadi. Dan tak akan ada hati yang tersakiti.

Kini, anak-anaknya, menantunya dan juga cucunya menderita karena keegoisan seorang cho yonghwan. Ia berdo’a semoga suaminya dibukakan pintu hatinya agar dapat merasakan tulusnya cinta anak-anak mereka, menantu serta cucu-cucunya. Harapan yang sederhana memang, tapi dampaknya sangat luar biasa untuk kedamain hati mereka bersama.

***TBC***

Advertisements

Author:

Chwang Wifey 😘😘

37 thoughts on “Our Family 4

  1. waaaaaa akhirnya our familynya lanjut lagi…….. hi seneng deh. untung deh ny. cho menceritakan yang sebenarnya kepada seohyun jadi tidak perlu ada konflic berkepanjangan antara seohyun dan kyuhyun. sudah gak sabar ngelihat kyuhyun ketemu sama keluarga kecilnya. untuk ahra dan yunho selamat memperjuangkan cinta kalian ya….. part selanjutnya aku tunggu ya.

  2. SKM nya nggak ada 😥
    nggak masalah hahahaha seengak nya seohyun tau alasan knpa kyu nggak ingat atau knal seo krna amnesia walaupun lpa ingatan tpi hati kyu ttp merasakan sesuatu antara dia dan seo ayoooo semangat kyu untuk berusahaa mengingat nya

  3. Sedih ya ceritanya..ouu trnyata tadi itu kyu..dia ilang ingatan.ok trnyata seo salah paham kpengen liat anaknya ketemu ama appanya next

  4. Aigoo… Nie daebak binggo!… Ska bngt sma konflik’a…
    Jdi tdi’a slh phm… Mga kyuppa inget lgi sma k’luarga’a hah… Sad jga c’rta’a… Tpi mga b’akhir happy ending…
    Next y eon
    fighting!…

  5. mian thorr agk lupa sama cerita sblum’a. karna udh lama ga ad lanjutan’a 😦
    itu bner kyu blum pulih ingatan’a??
    tpi kya’a ga mungkin deh. karena buat apa dia ngawasin rumah kluarga’a seohyun.
    senang’a 🙂 akhir’a hana bisa ktemu sama cucu’a 🙂

  6. udah lama nunggu ff ini akhirnya dipost jg 🙂 .seonnie skrg udah tau klw kyuppa itu amnesia dan penasaran gimana hubungan seokyu nanti.ditunggu next partnya 🙂 😉 😀 ❤ ❤ ❤

  7. Akhirnya dilanjut our family nya…. ^^ ya wlaupun ga ada SK moment… Ttpi kereng. Ak harap di next partnya kyu amnesia nya sembuh, bsa mengingat keluarga kecilnya… :))) nice epep unnie !! ~~~

  8. aku lupa eonni sama part sebelumnya hehehehehe 😀 .-.v
    tapi kayaknya rumit amat yah hidupnya seo dulu..
    tapi bagus deh nyonya cho menjelaskan kejadian kyu ke seo.. aduh aduh di next aja ya eonnn.. jangan lama lama ne wkwkwkw 😀 hwaiting lala eonni ^^9

  9. Akhir nya nih ff muncul juga .. eonni sampe lupa sama jalan cerita nya..
    Semoga aja kyu bsa ingat lagi trus tuan cho bsa restuin seokyu..
    Dan ahra sama yunho juga di restuin..
    Di tunggu lanjutan nya …

  10. Yahh.. aku baru nyadar klo ini ff oneshoot aku kira chapter… Aku suka bgt sama alur ceritanya,, ayo dong eonni lanjut ceritanya. Aku penasaran sama istrinya Kyuhyun yg baru

  11. Ahh… sblmnya maaf eonni aku salah naruh comment hehehehe seharusnya tadi coment di ff We Can Live Without You hehehe

    semoga Tn. Cho bisa menerima Jihyun dan Hyunjoo.. dan kyuhyun cpt kembali pada ingatannya..

  12. akhirnya ksalhphaman seokyu trsekesaikn jg!!
    untung eommanya kyuppa baik mw ngsih thu smuanya ma seo!!
    tinggal nunggu ingatan kyuppa kmbli!!
    n smoga appanya kyuppa bsa trbka htinya bwat nrima seo!!

  13. aamiin. ayuuk kita doakan juga semoga authornya punya waktu luang terus ga buntu ide daan semua yang menghalangi terselesaikan jadi part selanjutnya dapet cepet di post. aamiin.
    uuhh.. akhirnya part ini ada titik terang kan dari hana ahjumma. daan aku bayangin jung yunho beneran suami ahra unni coba? kkk. masih penasaran soalnya siapa suami ahra unn, biar tiap suami ahra di ff jelas kan? kkk. aku harap bakal happy end, dan si yonghwan sadar. apakah Tn. Seo bakal maafin juga? semoga. ya udah.. aku bacanya udah jadi ga ijin skip lagi kan /?
    next part ditunggu. gomawo ffnya and fighting!!

  14. Akhirnya seo tau ke adaan yg sebenarnya tntang kepergian kyu yg ga balik” lagi itu bukan mksudnya si kyu buat ninggalin istri dan anak”nya tapi karna takdir yg buat dia mengalami amnesia..
    Ditunggu kelanjutannya ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s